Jakarta, TopBusiness – Persaingan industri di berbagai sektor kian hari semakin ketat, tak terkecuali di bidang layanan kesehatan, khususnya rumah sakit. Oleh sebab itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan Deli Serdang melakukan berbagai upaya strategi untuk menghadapi persaingan agar layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan visi menuju rumah sakit bertaraf internasional dapat terwujud.
“Kita mempunyai kompetitor di sekitar kita. Mau gak mau kami harus fight dalam melakukan pelayanan. kalau tidak dilakukan rumah sakit ini akan tenggelam dengan kompetisi yang sangat besar. Dan kita mempunyai market yang sama yaitu BPJS (peserta) dan tentunya market-market lain yang berdekatan dan beririsan dengan rumah sakit tersebut,” ujar Hanip Fahri selaku Direktur Utama RSUD Amri Tambunan Deli Serdang saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2023 via daring, Selasa (14/2/2023).
Dalam presentasinya, Hanip Fahri menjelaskan secara komprehensif terkait strateginya dalam menghadapi berbagai situasi agar dapat mencapai visi dan misi perusahaan, empat diantaranya yakni Related Diversification, Market Development, Product Development dan Vertical Integration.
“Maka untuk itu kita akan melakukan banyak upaya, pengembangan market kemudian juga product development yaitu pengembangan produk yang tentunya produk kita itu berbeda dengan yang dimiliki rumah sakit (kompetitor),” ujarnya.
Related Diversification (Keanekaragaman) merupakan strategi untuk memaksimalkan keuntungan karena RSUD yang berada di wilayah Kabupaten mempunyai 16 jenis tenaga kesehatan dari berbagai profesi.
Market Development (Pengembangan Pasar) merupakan isu strategi pilihan yang harus dilakukan oleh RSUD untuk meningkatkan angka kontak.
Product Development (pengembangan produk) merupakan isu strategi pilihan yang harus dilakukan oleh RSUD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang melalui pengembangan produk baru.
Vertical Integration (integrasi vertical) merupakan strategi yang dilakukan dengan cara meningkatkan harmonisasi hubungan antara RSUD dengan Kabupaten Deli Serdang dalam perolehan bantuan dari Pemerintah Pusat.
Masih menurut Hanip, RSUD Deli Serdang berupaya untuk mencapai visi dan misi sebagai rumah sakit bertaraf internasional. Apalagi sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Sumatera Utara dan berdekatan dengan bandara internasional.
“Kami menuju rumah sakit berstandar internasional karena di dalam positioning kami berada di samping bandara internasional Kualanamu, kalau bandaranya sudah internasional maka alangkah sedihnya kalau RS-nya berstandar kecamatan, maka kami kejar adalah berstandar internasional,” paparnya.
Inovasi dan Trobosan
Komitmen RSUD Deli Serdang menuju rumah sakit berstandar internasional dibuktikan dengan inovasi dan terobosan di bidang teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi, akan memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan, karena semua informasi dapat diterangkan dalam sistem informasi manajemen secara terintegrasi.
“Kami juga mengembangkan beberapa inovasi antara lain bahwa RS kita berbasis teknologi. Jadi di ruangan-ruangan tidak menggunakan lagi pulpen atau kertas, semuanya sudah paperless mulai dari pendaftaran sampai pasien itu nanti pulang sudah berbasis aplikasi. Jadi nanti misalnya dokter akan mengisi, melakukan visit itu tidak lagi buka-buka rekam medis Pak, tapi sudah menggunakan tablet. Nah standar-standar ini sudah diuji oleh komite akreditasi rumah sakit,” beber Hanip.
Oleh karena itu, masih menurut Hanip, RSUD Deli Serdang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang sedang mempersiapkan Sistem Informasi RSUD (SIP). SIP merupakan program aplikasi yang memberikan informasi baik untuk administrasi dan pengelolaan sebuah RSUD demi meningkatkan kinerja dan menangani keseluruhan proses manajemen di RSUD. SIP dikembangkan dengan berpedoman pada mekanisme kerja pelayanan pasien di RSUD berupa program database.
“Semua sudah berbasis aplikasi, contoh misalnya kalau misalnya bisa mendaftar dari rumah via WA atau via aplikasi yang kita berikan ke masyarakat nanti dia (pasien) datang tidak di ruang pendaftaran lagi, dia sudah langsung di depan (ruang) poli masing-masing. Kami juga sudah terintegrasi dengan BPJS, misalnya Bapak punya BPJS, kita sudah bisa baca, kartunya ini aktif atau tidak,” terang Hanip kepada dewan juri.
Tak hanya itu, RSUD Deli Serdang juga mengembangkan sistem layanan pengantaran obat. “Kami juga sudah mempunya fasilitas sistem pengantaran obat. Jadi pasien yang sudah lansia kalau sudah periksa kita suruh pulang aja, obatnya kita kirim ke rumahnya khusus untuk empat kecamatan sekitar rumah sakit, ini dikembangkan dengan Grab, Gojek dan Halodoc yang bisa mengantar obat ke rumah pasien. Tapi untuk saat ini kami fokus dulu ke masyarakat tidak mampu,” jelasnya.
“Untuk masyarakat yang terkait dengan BPJS dan umum, kita fasilitasi juga, begitu mereka selesai pemeriksaan poli klinik mereka tidak akan menunggu (obat) lebih dari setengah jam, itu kita jamin dan itu ada SOP-nya, ada standarnya, on time dan itu tetap dipantau,” imbuhnya.
Penulis: Abdullah Suntani
