Jakarta, TopBusiness – Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara saat ini masih masuk kategori perusahaan daerah air minum yang sakit berdasarkan indikator kinerja Kementrian PUPR. Pada 2022, tingkat kinerja perusahaan berada di angka 2,12, sedikit lebih baik dibandingkan pada 2020 yang 2,02.
Manajemen Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara di bawah kepemimpinan Manto Rahmola selaku direktur utama perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan layanan dan tata kelola perusahaan, sehingga pada 2024 diharapkan sudah masuk kartegori perusahaan air minum yang sehat.
“Tahun 2022, Perumda Tirta Gerbang Emas masih Kategori Sakit, tahun ini saya mengupayakan untuk menjadi lebih baik lagi dengan masuk kategori Kurang Sehat, dan target menjadi Sehat di tahun 2024,” ujar Manto dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Jumat (24/2/2023).
Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara saat ini memiliki pelanggan sebanyak 10.090 sambungan langganan (SL), dengan cakupan layanan teknis 21,98% dan secara administrasi 18,24%. Sementara itu, tingkat kebocoran air (NRW) masih cukup tinggi yakni sebesar 56 persen.
“Ini masih tinggi sekali, butuh upaya ekstra untuk menurunkannya karena memang banyak kebocoran-kebocoran dan sambungan-sambungan yang perlu ditertibkan,” kata Manto.
Secara kualitas air, kata dia, saat ini sudah memenuhi syarat sesuai standar baku mutu kesehatan lingkungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara. Sedangkan rata-rata jam layanan per hari selama 17jam.
Manto menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara sekarang adalah kondisi jaringan pipa transmisi di seluruh wilayah layanan yang rata-rata dalam kondisi kurang optimal, karena berada di bantaran sungai.
“Saya akan melakukan optimalisasi jaringan pipa transmisi dengan solusi melakukan koordinasi yang intens dengan dinas terkait, utamanya dengan Balai Sungai. Insya Alloh secara bertahap tahun 2024, satu per satu wilayah yang menjadi kendala itu akan diselesaikan,” kata Manto.
Secara keuangan, kinerja perusahaan terus mengalami peningkat meskipun masih merugi, sehingga disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp 500 juga per tahun.
Pada 2022, Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara meraih pendapatan Rp 2,993 miliar, naik ketimbang 2021 sebesar Rp 2,864 miliar. Sementara itu, biaya operasional BUMD ini pada 2022 mencapai Rp 2,6 miliar. “Target kami tahun 2025 sudah tidak ada lagi disubsidi oleh pemerintah daerah,” ucap Manto.
Rasio Kas Perusahaan pada tahun 2021 sebesar 83,28%, mengalami kenaikan sebesar 40,77% dibandingkan pada 2020 sebesar 42,51% yang disebabkan oleh rendahnya efktivitas penagihan piutang.
Efektivitas penagihan piutang perusahaan pada tahun 2021 masih sebesar 62,43 persen mengalami kenaikan sebesar 3,34% dibanding tahun 2020 sebesar 59,09%. Namun nilai efektivitas penagihan piutang belum optimal yang disebabkan proses pembacaan meter air tidak akurat yang menimbulkan keenggangan bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran rekening air.
“Untuk tahun 2023, kami akan melakukan penagihan yang berbasis pada target 100 persen rekening berjalan. Apabila tidak mencapai target akan ada punishment dan apabila mencapai target atau melampaui akan diberikan insentif terhadap pegawai. Ini berlaku untuk staf, pegawai penagihan, kepala unit dan kepala cabangnya,” ujar Manto.
Tahun 2023 ini juga, menurut Manto, Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara juga sudah membentuk tim reaksi cepat untuk mengatasi pengaduan pelanggan. Manajemen juga sudah membuat call center dan WA center pengaduan pelanggan untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan.
“Begitu ada pengaduan, tim reaksi cepat langsung bergerak dalam waktu 1 kali 24 jam. Hari ini ada pengaduan, hari ini harus tuntas melalui tim reaksi cepat,” kata dia yang menambahkan bahwa pihaknya juga telah membuat group WA pelanggan di masing-masing wilayah layanan.
Perluasan Layanan Pelanggan Niaga
Untuk menggenjot pendapatan, kata Manto, Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara melakukan kerjasama B to B dengan calon pelanggan niaga yang menurut perusahaan masih bisa dilayani dengan volume air yang memadai.
Ada beberapa pelanggan niaga yang siap menjadi pelanggan, antara lain dua pelabuhan laut, dua PLTU dan juga pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara. “Kurang lebih dalam sehari bisa 2.000 meter kubik. Tinggal kemampuan kita menjaga distribusi air ke objek-objek tersebut,” ujarnya.
Untuk memperluas layanan ke pelanggan niaga ini, menurut Manto, membutuhkan biaya pengembangan jaringan sekitar Rp 1 miliar. Namun, pihaknya sudah menyatakan komitmen dari pemda untuk mendukung perluasan layanan ke pelanggan niaga ini.
Upaya terobosan lainnya adalah merintis digitalisasi layanan dengan pembayaran rekening tagihan secara online, pengajuan pemasangan sambungan secara online, pengaduan secara online, dan cek pemakaian air secara online
Di samping penataan infrastruktur, Perumda Tirta Gerbang Emas Kabupaten Gorontalo Utara secara perlahan juga melakukan penataan SDM yang antara lain dilakukan dengan peningkatan kompetensi SDM melalui diklat pegawai.
“Rasio Diklat Pegawai tahun 2022 sebesar 14,815 naik sebesar 3,27% dibanding tahun 2021 sebesar 11,54,” tutur Manto.
Selain itu, manajemen juga mendorong pegawai untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada target. “Kami memberikan reward kepada masyarakat pemberi informasi gangguan, baik kebocoran air maupun pencurian air. Kedua, memberikan reward kepada pelanggan yang membayar tagihan tepat waktu. Ketiga memberikan reward kepada petugas yang tidak melakukan kesalahan dalam melakukan pembacaan meter,” ujar Manto.
