Jakarta, TopBusiness – Kinerja apik manajemen baru Perumda Air Minum Tirta Boalemo. Mereka melakukan perubahan dalam proses bisnis dengan mengandalkan inovasi dan didukung dengan tata kelola yang baik.
Ditegaskan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Boalemo, Abdurrahman Yusuf, pihaknya terus berupaya menjadikan perusahaan daearh ini menjadi perusahaan super sehat dengan memberikan kontribusi pelayanan prima kepada seluruh masyarakat Kabupaten Boalermo.
“Kami terus berupaya bisa menekan tingkat kehilangan air (NRW) kami yang sangat tinggi ini, untuk menekan angka 1% saja diperlukan effort yang sangat tinggi dan juga kami sedang melakukan revitalisasi dan pergantian berbagai jaringan pipa-pipa yang sudah memasuki usia yang sudah tua, lantas juga meter pelanggan kami juga pun sudah harus dilakukan pergantian pula. Tentunya kami berharap pemerintah pun bisa memberikan perhatian penuh kepada perusahaan daerah ini agar bisa menerapkan tarif air minum yang baru, agar dengan peningkatan tarif ini kami akan mendapatkan dana yang meningkat, agar kami bisa melakukan maintenance di berbagai jaringan tersebut, baik perbaikan pipa, meter,” kata Abdurrahman Yusuf, kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, di Jakarta, belum lama ini.
Selain, itu pihaknya melakukan kerja sama dengan pihak lain. “Kami juga sedang membangun sinergitas dengan berbagai pihak untuk bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan bisnis to bisnis (B to B), banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan pihak lain dalam rangka core bisnis kami pada bidang air ini,” jelasnya.
Sebelumnya, semenjak tahun 2019 perusahaan Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Boalemo ini terus mengalami kerugian, dan kerugian ini berlanjut hingga tahun 2021. Penyebab dari kerugian ini diakibatkan oleh besarnya beban kehilangan air atau NRW sebesar 47,22 persen, besarnya beban biaya operasional yang selalu mempengaruhi arus kas perusahaan, serta juga tinggi tagihan macet dari pelanggan yang mempengaruhi arus kas.
Pada tahun 2021 Returnt or Equity (ROE) sebesar minus (-7,41%). Sementara rasio kas mengalami penurunan 10,50% sebesar 44,96% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 55,46%. Capaian rasio kas ini disebabkan oleh utang jangka pendek akibat dari opresional, menumpuknya tagihan air kepada pelanggan serta pembelian bahan baku kimia untuk prosesing air baku.
Tapi manajemen baru melakukan perubahan kinerja dan operasional perusahaan. Dengan penerapan inovasi dan peningkatan kinerja dan membenahi tata kelola bisnis air pemipaan ini. Oleh sebab itu dilakukan mitigasi dan identifikasi risiko, memetakan potensi risiko, lantas melakukan análisis risiko serta kajian yang mendalam, serta mencarikan jalan keluarnya dari berbagai resiko tersebut.
Inovasi dilakukan oleh manajemen baru di bawah Komando Abdurrahman Yusuf sebagai President Direktur yakni dengan melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berdasarkan stándar kompetensi. Berbagai peningkatan kualitas SDM banyak dilakukan dengan berbagai traning di berbagai bidang yang diselenggarakan oleh PERPAMSI dan juga lembaga lain yang diwajibkan kepada karyawan dan diikuti oleh para direksi dan komisaaris.
Perusahaan daerah ini pun juga memberikan rewards dan punishment bagi seluruh karyawan yang berprestasi.
Kinerja penjualan pada tahun 2020 mecapai Rp 7,630 miliar dan tahun 2021 mencapai sebesar Rp 9,765 miliar.
Untuk meningkatkan layanan primanya, perusahaan daerah ini telah melakukan pelayanan berbasiskan digital, baik itu pelayanan pembayaran tagihan air minum, pelayanan pelanggan dan telah memiliki aplikasi billing sistema dan laporan keuangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Akuntansi.
Foto: https://www.boalemokab.go.id/
