Jakarta, TopBusiness – Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu terpilih kembali menjadi salah satu nominasi peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2023. Proses wawancara penjurian untuk menggali keberhasilan dan inovasi bisnis keberlanjutan perusahaan dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting pada Selasa (24/02/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Samsul Bahri selaku Direktur Utama Perumda Tirta Hidayah Bengkulu menuturkan bahwa Perumda Tirta Hidayah mengalami kenaikan dari sisi jumlah pelanggan. “Selanjutnya Jumlah pelanggan ini selalu meningkat, sampai saat ini pelanggan kita sudah mencapai 37 ribu pelanggan,” ungkapnya.
Dari grafik jumlah pelanggan khususnya dua tahun terakhir, pelanggan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu mengalami kenaikan signifikan, yakni di tahun 2021 dengan jumlah sebanyak 35.206 pelanggan dan pada tahun 2022 jumlah tersebut meningkat menjadi 36.350 pelanggan. Jumlah tersebut masih mengalami kenaikan di awal tahun 2023 yakni sebesar kurang lebih 37 ribu pelanggan.
Selain itu, Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu juga secara konsisten memberikan sumbangan kepada pemerintah daerah dalam bentuk PAD (pendapatan asli daerah) dari tahun ke tahun. “Kemudian kita sudah menyetorkan PAD kepada pemerintah sebagai wujud kita sudah membantu atau sudah mendapatkan sedikit keuntungan ataupun keberhasilan baik ucapan terimakasih kita kepada Pemerintah Kota Bengkulu,” terang Samsul Bahri.
Inovasi Layanan Pelanggan
Masih menurut Samsul Bahri, catatan kenaikan tersebut tak lepas dari komitmen para stakeholder terkait untuk memberikan layanan dan akses air bersih kepada masyarakat. Oleh sebab itu, Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu terus berinovasi terkait produk layanan bagi pelanggan melalui berbagai terobosan di bidang IT (information technology) seperti Sejamladas.
“Kemudian layanan aplikasi digital kita ada yang namanya Sejamladas, satu jam lapor tindak lanjuti tuntas yakni pelayanan pengaduan melalui pesan sms, whatsapp yang terintegrasi keseluruhan bagian pelaksana dan media sosial,” jelasnya.
Sejam Ladas (Satu Jam Lapor Tindak Lanjuti Tuntas) yakni layanan pengaduan melalui pesan SMS/Whatsapp yang terintegrasi ke seluruh bagian pelaksana dan Media Sosial. Dengan Sejam Ladas masyarakat dengan mudah dapat menyampaikan laporan dan keluhannya yang akan segera ditindaklanjuti.
Untuk inovasi teknologi di internal perusahaan, Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu memiliki aplikasi Simpeg, Sistem Informasi Kepegawaian. Simpeg merupakan sebuah sistem aplikasi kepegawaian yang memudahkan pengelolaan kepegawaian perusahaan dengan keunggulan adanya data frontend pegawai, notifikasi pegawai pensiun, kenaikan pangkat berkala dan lain-lain.
Kemudian ada Camer atau Catat Meter merupakan aplikasi layanan pencatatan meter air pelanggan secara terpadu yang memiliki keunggulan seperti monitoring pemakaian air, notifikasi pemakaian ekstrim, lokasi pelanggan berbasis GIS (Geographic Information System).
Tak hanya itu, untuk memudahkan pembayaran para pelanggan, Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu telah memiliki 219 loket PBOB untuk Pembayaran Rekening Air terdiri dari Agen Mitra Pospay, Agen Mitra Persada Indonesia dan Agen Griya BTN. “Kemudian untuk mempermudah pembayaran kita sudah membuka 219 Loket PBOB untuk Pembayaran Rekening Air. (rinciannya) Agen Mitra Pospay 100 loket, kemudian Agen Mitra Persada Indonesia ada 94, kemudian Agen Griya BTN ada 25,” terang Samsul bahri.
“Pembayaran Rekening Air Lainnya melalui Pos Indonesia, Indomaret, blibli, gopay, shopee, lazada, kemudian BSI, Bank Mandiri, BNI, dan Dana. Ditambah juga ada loket di mall pelayanan publik di Jalan Basuki Rahmat. Ini adalah bangunan Ex-Balai Kota Bengkulu,” lanjutnya.
Sebagai informasi, Perumda Tirta Hidayah memiliki dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan sistem pengolahan lengkap. Pertama IPA Surabaya yang dibangun pada zaman Belanda dengan kapasitas produksi 200 liter per detik untuk melayani tiga kecamatan yaitu, Kec. Muara Bangkahulu, Kec. Sungai Serut, Kec. Teluk Segara dengan jumlah lebih kurang 16 ribu pelanggan.
Kedua Nelas dengan kapasitas produksi kurang lebih 400 liter per detik dengan sumber air bakunya adalah air permukaan untuk melayani enam kecamatan yang ada di dalam Kota Bengkulu, yakni Selebar, Kampung Melayu, Gading Cempaka, Singaran Pati, Ratu Agung dan Ratu Samban.
Penulis: Abdullah Suntani
