Jakarta, TopBusiness – Sebagai Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah Kota Bogor, Perumda BPR Bank Kota Bogor bukukan peningkatan kinerja yang fantastis. Hal ini karena perusahaan catatkan peningkatan kinerja sejak tahun 2017, dan tak terpengaruh dengan pandemi yang kala itu membuat pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun dunia menurun. Perusahaan yang menyelenggarakan pelayanan dalam bidang jasa perbankan kepada masyarakat (PNS, Karyawan, Pensiunan, UMKM) yang berada di wilayah Kota Bogor ini, bahkan meraih Peringkat Komposit 1 (PK 1) pada tahun 2022. PK 1 berarti bank pada kondisi sehat.
Peningkatan kinerja yang ditorehkan Perumda BPR Bank Kota Bogor (Bank Kota Bogor), misalnya adalah Pertumbuhan Aset, Kredit Yang Diberikan, dan Dana Pihak Ketiga. Pada Pertumbuhan Aset, dicatat peningkatan secara yoy. Tahun 2017 dicatat sebesar 140,6 milyar, tahun 2018 naik menjadi Rp 162,2 milyar, tahun 2019 naik menjadi Rp 179,7 milyar, tahun 2020 naik menjadi Rp 189,0 milyar, tahun 2021 naik menjadi Rp 208,4 milyar, tahun 2022 naik menjadi Rp 232,5 milyar.
Pada Kredit Yang Diberikan, tahun 2017 dicatat sebesar Rp 105,1 milyar, tahun 2018 naik menjadi Rp 111,1 milyar, tahun 2019 naik menjadi Rp 132,5 milyar, tahun 2020 naik menjadi Rp 139,5 milyar, tahun 2021 naik menjadi Rp 148,5 milyar, tahun 2022 naik menjadi Rp 160,1 milyar. Untuk Dana Pihak Ketiga, tahun 2017 dicatat sebesar Rp 57,0 milyar, tahun 2018 naik menjadi Rp 72,9 milyar, tahun 2019 naik menjadi Rp 81,7 milyar, tahun 2020 naik menjadi Rp 90,1 milyar, tahun 2021 naik menjadi Rp 114,1 milyar, tahun 2022 naik menjadi Rp 127,3 milyar.
Menurut Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor H. Ibrahim, SE dalam penjurian TOP BUMD Awards 2022, semua raihan tersebut tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam penerapan Tata Kelola serta keberhasilan dalam mengelola manajemen kinerja.
Tata Kelola dan Manajemen Kinerja
Dalam pelaksanaan tata kelola, Bank Kota Bogor periode Desember 2022 berdasarkan hasil Self Assessment meraih Nilai Komposit Tata Kelola sebesar 1,1 dengan predikat Sangat Baik. Nilai Komposit ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan perusahaan telah memenuhi kelengkapan dan pelaksanaan Tugas atau Fungsi Komite sesuai ketentuan yang berlaku bagi BPR. Sesuai ketentuan, BPR yang memiliki modal inti paling sedikit Rp 80 miliar harus membentuk Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko.
Sementara itu dalam manajemen kinerja, tahun 2022 Bank Kota Bogor telah dilakukan redesign Struktur Organisasi dan Tata Kerja. Redesign ini mempertegas dan memperjelas fungsi operasional, non operasional, SKAI serta Manajemen Risiko dan Kepatuhan termasuk pembentukan Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko untuk memperlancar pelaksanaan tugas Dewan Pengawas sesuai dengan ketentuan OJK. Redesign ini dituangkan dalam Keputusan Direksi Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perubahan Keputusan Direksi Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Struktur Organisasi Perumda BPR Bank Kota Bogor.
Kembangkan Inovasi Baru
Selain hal tersebut, raihan kinerja yang diraih Bank Kota Bogor menurut Ibrahim, tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi serta keberhasilan dalam mengembangkan inovasi baru.
Pada pemanfaatan Teknologi Informasi, Bank Kota Bogor dicatat menggunakan Core Banking System, SMS Masking, Cloud System sebagai sarana penyimpanan backup data, Ticketing untuk Helpdest dan Support, dan Aplikasi PPOB. Di samping itu, juga menggunakan Aplikasi Antrian Nasabah, Aplikasi Absensi Karyawan, Aplikasi Pelaporan Manajemen Risiko, Aplikasi Pelaporan Lapbul OJK, serta Aplikasi Pelaporan SLIK.
Sementara itu pada inovasi baru, Bank Kota Bogor menghadirkan ATM Cardless dan BKB Mobile Banking. ATM Cardless dihadirkan untuk memudahkan nasabah dalam mengambil uang tunai di ATM bila sewaktu-waktu tak membawa serta kartu ATM. Di sini nasabah tetap dapat menarik dananya melalui ATM dengan menggunakan handphone sebagai media untuk menginformasikan nomor pin yang akan digunakan. BKB Mobile Banking dihadirkan untuk ikut memperbesar pengembangan bisnis bank.
Hadirkan Kontribusi PAD
Dengan semua kinerja yang telah ditorehkan, Bank Kota Bogor menjadi dapat berperan sebagaimana tugasnya yaitu sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sesuai kinerja perusahaan yang miliki trend meningkat, Bank Kota Bogor juga terus memberi peningkatan akan kontribusi bagi PAD.
Pada tahun 2016 misalnya, PAD yang dihadirkan sebesar Rp 2.668.331.062. Tahun 2017 naik menjadi Rp 3.734.123.144. Tahun 2018 naik menjadi Rp 4.064.816.703. Tahun 2019 naik menjadi Rp 4.220.612.637. Tahun 2020 naik menjadi Rp 4.400.997.986. Tahun 2021 naik menjadi Rp 5.304.881.415. Tahun 2022 naik menjadi Rp 5.141.255.580.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
.
