Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Kujang, sebagai anggota holding BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), senantiasa konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggungajawab perusahaan kepada masyarakat, lingkungan dan alam sekitar.
Ada beberapa program, salah satu yang jadi andalan yakni Program Kampung NanasKU untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang juga memiliki keterkaitan tinggi dengan isu Global Warming, di mana tanaman nanas bisa menyerap emisi CO2.
PT Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak di bidang petro kimia, perdagangan dan jasa. Sebagai anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pupuk Indonesia (Persero), dengan kepemilikan 99,99% saham, PT Pupuk Kujang senantiasa menjalankan program TJSL yang direalisasikan dalam berbagai kegiatan.
Seperti bantuan bagi korban bencana alam, bantuan sosial kemasyarakatan, santunan yang bersifat charity, bina lingkungan, hingga bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan usaha perusahaan atau dikenal Creating shared value (CSV).
CSV merupakan konsep dalam csr, di mana perusahaan bisa mendapatkan manfaat ganda, yaitu menciptakan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value) secara bersama-sama (shared), tanpa salah satu diutamakan atau dikesampingkan.
“Dari sekian banyak program CSR atau TJSL PT Pupuk Kujang, salah satu yang saat jadi andalan, yakni Program Kampung NanasKu yang berhasil membuat petani nanas di Desa Sarireja, di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar) bisa naik kelas,” ujar Didin Nahrudin Syah AVP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. Pupuk Kujang, dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian “Top CSR Awards 2023” yang diadakan secara virtual pada (16/03/2023) oleh Majalah TopBusiness Jakarta.
“Masyarakat umumnya memandang pertanian hanya sebuah kegiatan produksi sumber pangan, namun PT Pupuk Kujang melalui program Kampung NanasKu mencoba memberikan paradigma baru bahwa pertanian bisa dikembangkan lebih dari sekedar sector pangan,” lanjutnya.
“Berkat binaan dari PT Pupuk Kujang, para petani Kampung Nanasku ini berhasil membuat produksi turunan seperti keripik, sirup, hingga pupuk organik dari nanas busuk. Bahkan para petani juga sedang didampingi untuk mengolah daun nanas menjadi serat untuk bahan pembuatan kain. Dalam program ini terdapat penciptaan nilai bersama bagi perusahaan dengan penggunaan atau penjualan pupuk, dan petani mendapat manfaat dalam program pertanian berkelanjutan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.
Program yang dimulai sejak 2018, kini telah memberikan dampak positif bagi para petani nanas di wilayah tersebut.Hingga saat ini atau lima tahun program ini berjalan tercatat sekitar 1.140 yang telah menerima manfaatnya dari sisi penghasilan dan kualitas hidup. Kampung Nanasku yang diinisiasi oleh Pupuk Kujang memberdayakan para petani bidang budidaya dan pengolahan nanas. Di antaranya melibatkan para kelompok tani, di antaranya Kelompok Tani Mekarsari Maju, Koperasi Singgalang Sari Maju, dan Kelompok Ternak Mekarsari Sabilulungan.
Melalui program Kampung Nanasku ini, kualitas produk yang dihasilkan kian meningkat dari sebelumnya yang masih di bawah standar, sehingga produk nanas yang dihasilkan bisa masuk standar pasar modern atau supermarket, sehingga makin diminati masyarakat.
Program pemberdayaan masyarakat ini telah memberikan dampak besar untuk kelompok penerima manfaat lainnya. Antara lain pendapatan kelompok mencapai Rp72 juta per hektare dan omzet produk olahan mencapai Rp30 juta setiap panen, Omset produk olahan setiap kali panen Rp20.700.000/ha, serta Omset penjualan produk olahan nanas sebesar Rp23.900.000/ha.
Petani juga dapat memperluas akses pasar baru, setelah didampingi Pupuk Kujang, di mana produk nanas mereka bisa menembus supermarket, pabrik olahan nanas, pasar online, dan ikut berbagai program pameran dengan pemerintah.
Program ini juga memberikan dampak bagi lingkungan karena telah memanfaatkan lahan kritis menjadi lahan budidaya nanas yang produktif. Di antaranya terdapat 3 ha lahan kritis yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan budi daya nanas produktif dengan menghasilkan (300 ton/panen). Dari perspektif CSV (Creating Shared Value), secara ekonomi menghasilkan 100 ton/ha/panen senilai Rp32.000.000, sedangkan bagi perusahaan adanya pemanfaatan produk pupuk dari perusahaan hingga 20,2 ton senilai Rp181.800.000. Program kampung NanasKu (pemberdayaan masyarakat petani nanas) juga bisa memperbaiki kualitas lingkungan, di mana daun nanas bisa menyerap CO2 yang dihasilkan pabrik Amonia. “Penyerapan CO2 oleh daun nanas: 502 ton CO2/tahun,” ujarnya.
Limbah yang dimanfaatkan pun diolah menjadi produk bernilai tambah. Setelah didampingi Pupuk Kujang, petani bisa mengolah 100 kg limbah buah setiap panen menjadi pupuk yang dimanfaatkan kembali pada proses budidaya nanas.
Selain program Kampung Nanasku, sekjal 2021 hinghga saat ini, juga terdapat sejumlah program CSR atau TJSL lainnya, Di antaranya Bank SampahLaTanza, untuk lingkungan melalui pemberdayaan komunitas pecinta lingkungan bersih, PINTARA untuk pemberdayaan masyarakat petani kentang, KURFA pembinaan pertanian perkotaan di lahan-lahan sempit, pekarangan rumah di desa ring1 perusahaan.
Siaga Bencana, pelatihan mitigasi bencana bagi warga sekitar perusahaan dan bantuan peralatan siaga bencana banjir. KUWATAN SADESA, pemberdayaan masyarakat desa untuk merawat hutan agar tetap lestari dengan pemanfaatan hasil hutan (madu, kopi,capolaga, dll). Termasuk bantuan untuk para korban bencana alam, baik di dalam maupun luar negeri.
Sejak pandemi Covid-19, program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kujang, selain difokuskan melalui program-program pemberdayaan masyarakat sekitar, juga banyak direalisasikan untuk bantuan bagi penanganan pandemi Covid-19 di tengah masyarakat. Antara lain bantuan oksigen 20 ton , pembangunan laboratorium & alat Bio Safety Level di RSUD karawang senilai Rp350jt, bantuan sembako untuk masyarakat sekitar perusahaan 1278 KK, Vaksinasi untuk masyarakat 2000 orang, dan lainnya.
Pelaksanaan program TJSL ini dilakukan secara terintegrasi dengan mengadopsi konsep Create Shared Values (CSV) , yakni dengan berupaya menciptakan nilai bersama atau creating value. Dalam hal ini, tidak hanya konsen pada dampak sosial, tetapi juga dampak ekonomi selaras dengan strategi bisnis perusahaan dengan tujuan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Perusahaan telah memiliki visi dan misi tersendiri. Visi TJSL yaknoi “Mewujudkan harmonisasi perusahaan dengan masyarakat melalui kemitraan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menciptakan masyarakat mandiri dan tangguh yang mengacu terhadap pembangunan berkelanjutan“.
Sedangkan misi yang diemban yakni “Memberikan dukungan program pemerintah pusat di dalam membangun perekonomian yang tangguh di tingkat desa dalam rangka pencapaian 17 prioritas Sustainability Development Goals (Tujuan Pembanguan Berkelanjutan). Bersama masyarakat, juga membangun ketahanan pangan sebagai bentuk harmonisasi perusahaan dengan masyarakat dalam mewujudkan Createing Shared Value (CSV) atau penciptaan nilai bersama bagi para pemangku kepentingan.
Sejak awal beroperasi, perusahaan telah menjadikan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas perusahaan. Hingga kini, Pupuk Kujang telah banyak mengadakan program CSR maupun Community Development (comdev) untuk mendukung pengembangan masyarakat dan lingkungan sekitar. Penyusunan proram dilakukan melalui koordinasi dengan melibatkan berbagai unsur stakeholders, mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Kelurahan/Desa. Sehingga dalam setiap programnya, dapat meningkatkan partisipasi aktif dari masyarakat yang ada disekitar lokal.
Program CSR maupun Comdev juga selaras dengan upaya perusahaan untuk meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif dari operasinya dalam mendukung masyarakat di ranah ekonomi, sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingannya (stake holder) yang juga diselaraskan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Sebagaimana diketahui SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. SDGs mencakup berbagai isu pembangunan sosial dan ekonomi.
Termasuk di dalamnya kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan, perubahan iklim, air, sanitasi, energi, lingkungan dan keadilan sosial.
Dalam hal ini, fokus CSR atau TJSL, antara lain juga diarahkan untuk menghilangkan kemiskinan, mencapai ketahanan pangan dan gizi masyarakat yang baik, kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan, pendidikan bagi anak usia sekolah, mendukung pertumbuhan ekonomi dan aspek lingkungan.
Perusahaan juga telah memiliki tata kelola tersendiri bidang implementasi program CSR ini. Tata Kelola Program CSR mencakup seluruh aspek CSR (Perencanaan, Implementasi, Monitoring Evaluasi & Pelaporan). Dalam hal ini, perusahaan menerapkan adanya pelibatan (pemberdayaan) masyarakat dalam setiap kegiatan CSR yang akan dilaksanakan. Pelibatan masyarakat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan bahkan setelah program selesai. Perencanaan program dilakukan melalui tiga tahapan besar, yakni penyusunan program, koordinasi dengan Pemerintah Daerah, pengajuan Rencana Program & Anggaran Tahun Berjalan. Ruang lingkup dan Identifikasi Stakeholder mencakup pemetaan Outcome setiap Stakeholder,penetapan Indikator dan nilai Outcome dari setiap Stakeholder, serta fiksasi dampak.
Dengan sejumlah terobosan dan inovasi ini, PT Pupuk Kujang tahun ini kembali masuk kandidat untuk penghargaan TOP CSR Awards 2023. Kegiatan TOP CSR Awards ini, merupakan kegiatan penilaian dan penghargaan tahunan bidang CSR yang terbesar di Indonesia. Tujuannya adalah: Pertama, untuk memberikan apresiasi atau penghargaan tertinggi, kepada perusahaan-perusahaan, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL (Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan), yang efektif dan berkualitas. Kedua, sebagai sarana pembelajaran bersama, untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Kegiatan TOP CSR Awards diselenggarakan oleh majalah Top Business, yang diterbitkan oleh PT Madani Solusi Internasional (atau MSI group), yang bekerjasama serta didukung oleh beberapa asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta beberapa perusahaan konsultan CSR dan Bisnis seperti (PaGI) Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia, Asosiasi GRC, LKN (Lembaga Kajian Nawacita), CoreBest, MB Consulting (Mitra Bhadra Consulting), ISVI (Institut Shared Value Indonesia), SKB (Solusi Kinerja Bisnis), SDP (Sinergi Daya Prima), Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, serta beberapa Pakar dan Konsultan CSR. Tema dalam kegiatan TOP CSR Awards 2023 adalah “CSR Innovation Programs for Sustainable Business Growth” / atau Inovasi-Inovasi Program CSR yang dapat mendukung tumbuhnya bisnis perusahaan, secara berkelanjutan.
Penulis: Ahmad Chury
