Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah milik Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan terus menggaungkan kinerja dan layanan terbaik.
Apalagi memang porsi usaha dari RSUD ini lebih kuat di layanan public dan sosial yakni sebanyak 83,5%, adapun sisanya sebanyak 16,5% dalam rangka untuk merengkuh laba. Makanya, kinerja RSUD satu ini terus mencatatkan kinerja keuangan yang positif.
“RSUD Palembang BARI adalah badan layanan umum daerah milik pemerintah Kota Palembang yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Direktur RSUD Palembang BARI, dr. Hj. Makiani, SH.,MM.,MARS saat membuka proses penjurian TOP BUMD Awards 2023, yang digelar oleh Majalah TopBusiness, secara daring, beberapa waktu lalu.
Dalam rangka menggenjot kinerja dan layanan terbaik itu, kata dr. Makiani, hal ini selaras dengan Visi-Misi RSUD, yakni dengan Visi: ‘Menjadi Rumah Sakit Unggul, Amanah, dan Terpercaya di Indonesia.’ Adapun Misi-nya adalah: ‘(1) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan berorientasi pada keselamatan dan ketepatan sesuai standar mutu berdasarkan pada etika dan profesionalisme yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.’
‘(2) Meningkatkan mutu manajemen sumber daya kesehatan; (3) Menjadikan RSUD Palembang BARI sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan di Indonesia.’
Kinerja dan layanan positif itu tak lepas dari banyak inovasi dan layanan unggulan yang sudah dikerjakannya. Sejauh ini, RSUD Palembang BARI memiliki lima Layanan Unggulan yaitu Medical Check UP (MCU), Gastroenterohepatologi, Ortopedi, Rehabilitasi Medik, dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit).
“Dimana pada setiap layanannya itu dilayani oleh dokter spesialis yang handal. Antara lain, untuk layanan gastroenterohepatologi ada nama dr. M. Ayus Astoni, Sp.PD, KGEH, FINA SIM, MARS. Di otopedi ada dr. David Aryadi, SP, OT. Untuk layanan PICU ada dr. Ahmad Bayu Alfarizi, SpA (K), yakni fellowship PICU beasiswa di Amsterdam, dan dokter-dokter lainnya,” ungkap dia.
Selain itu juga inovasi-inovasi lainnya, antara lain, drive thru swab antigen dan PCR; MCU Onsite; Swab antigen Onsite; Telemedicine; Rumah sakit dengan 2 layanan yaitu layanan PIE (Penyakit Infeksi Emerging) dan layanan non PIE dengan alur terpisah; MOU dengan asuransi, instansi dan puskesmas serta rumah sakit lainnya.
Juga ada ALMARI (Anjungan Laundry Mandiri); BARI Mobile; Jumputan Abang dan Pelayanan Homecare; Klinik Kecantikan; Pengembangan Layanan Pengampuan (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, TB, DM); dan lain sebagainya.
Kinerja dan Layanan
Performa positif RSUD Palembang BARI ini juga terlihat dari dari kinerja keuangan dan layanan yang membaik. Serta kontribusi berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke pemerintah daerah juga terus meningkat.
Berdasar penilaian untuk tingkat kinerja BLUD RSUD Palembang BARI dalam dua tahun terakhir ini berada di predikat “AA” atau dalam kategori “BAIK”. Di tahun 2021, untuk aspek keuangan di skor 27,90 dari bobot 31 dengan capaian di angka 90%. Untuk aspek pelayanan, di skor 24,75 dari bobot 36 dengan capaian 68,75%, serta mutu dan manfaat kepada masyarakat di angka 32,40 dari bobot 34 alias di angka 95,29%. Sehingga total dari seluruh aspeknya sebesar 84,21%.
Selanjutnya di tahun lalu, untuk aspek keuangan di skor 27,30 dari bobot 31 dengan capaian di angka 88,06%. Lalu untuk aspek pelayanan, di skor 24,75 dari bobot 36 dengan capaian 68,75%, serta mutu dan manfaat kepada masyarakat di angka 32,40 dari bobot 34 alias di angka 95,29%. Sehingga total dari seluruh aspeknya di tahun 2022 sebesar 83,61%.
Dengan kinerja keuangan yang apik itu maka setoran PAD-nya juga tak sedikit. Di tahun 2021 lalu, target PAD-nya senilai Rp70 miliar dan tercapai Rp102,457 miliar atau tercapai 146,37%. Dan di tahun lalu, dari target setoran PAD yang yang sama yakni Rp70 miliar, tercapai Rp70,129 miliar atau tercapai 100,19%.
“Sementara untuk target jumlah kunjungan di 2021 sebanyak 15.893 dan meningkat menjadi 18.412 di tahun 2022. Lalu untuk jumlah kunjungan rawat inap sebanyak 5.146 menjadi 6.819 di 2022. Serta jumlah kunjungan gawat darurat (IGD) di tahun 2021 sebanyak 10.471 dan meningkat lagi di tahun 2022 sebanyak 14.924,” ujar dr. Hj. Makiani, SH.,MM.,MARS.
Adapun untuk layanan juga tetap oke. Hal ini terlihat dari hasil survey kepuasan pelanggan yang rata-rata di angka 90%. Seperti di semester I 2021 (di Maret) digelar survey kepuasan pelanggan dengan hasil 90,25%, enam bulan kemudian juga digelar survey dengan hasil 90,33%, lalu Maret 2022 hasilnya 90,38%, dan di Juni 2022 lalu juga kembali meningkat di angka 90,40%.
Sedang untuk penilaian evaluasi akuntabilitas kineja RSUD Palembang BARI tahun 2021 lalu berada di angka 82,79 atau setara dengan nilai “A”. Bedasar komponen-komponen yang dinilai yakni, perencanaan kinerja (97,00), pengukuran kinerja (82,52), pelaporan kinerja (84,53), evaluasi internal (64,80), capaian kinerja (69,50).
“Kami juga mengembangkan inovasi melalui digitalisasi pelayanan. Seperti upgrade computer server dan jaringan rumah sakit berbasis fiber optic. Lalu ada modularopeating theatre, control monitoring CCTV, adanya APEM (Anjungan Pelayanan Mandiri), telemedicine, tabungan pneumatic dan nurse call. Juga ada aplikasi BARI mobile,” terang dia.
“Jadi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD), maka RSUD Palembang BARI melaunching Pelayanan Digitalisasi menggunakan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah salah satunya yaitu, QRIS, EDC, Kartu Berobat, dan lainnya,” pungkas sang dokter yang saat ini menjabat sebagai Ketua ARSADA provinsi SUMSEL periode tahun 2016-2019 dan 2019-2023.
