TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MBMA Incar Dana IPO hingga Rp9,61 Triliun, Separuhnya buat Bayar Utang

Busthomi
30 March 2023 | 15:51
rubrik: Capital Market
MBMA Incar Dana IPO hingga Rp9,61 Triliun, Separuhnya buat Bayar Utang

PT Merdeka Battery Materials Tbk siap menggelar obligasi berkelanjutan dan sukuk mudharabah yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia di awal Desember 2025. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Perusahaan pertambangan nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bakal melepas saham melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering /IPO) dengan target dana jumbo hingga maksimal Rp 9,61 triliun.

Perseroan pun telah memulai penawaran awal atau book building dalam rangka IPO tersebut  sejak kemarin, Selasa 28 Maret hingga 4 April 2023 dengan kisaran harga Rp780 hingga Rp795 per lembar.

Namun yang menarik berdasar prospektus, separuh dana dari IPO tersebut bakal digunakan untuk pelunasan utang perseroan mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,51 triliun (dengan kurs Rp15.049 per USD). Dengan rincian, utang kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk sebagai induk usahanya sebesar US$ 225 juta dan ING Bank NV cabang Singapura, masing-masing USD225 juta dan US$ 75 juta.

Ketika dikonfirmasi, Devin Antonio Ridwan, Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk mengakuinya. Kata dia, penggunaan mayoritas dana IPO untuk pembayaran utang ini, dasarnya adalah utang perseroan yang dimiliki juga merupakan hasil dari pengembangan usaha MBMA sebelumnya.

“Dengan pembayaran utang ini perseroan memiliki posisi atau fundamental equity yang lebih kuat dan tentunya akan memberikan fleksibiliti yang lebih tinggi bagi perseroan untuk mencari pendanaan yang baru atau bahkan lebih kepada ekspansi ke depannya,” kata Devin Antonio, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Kata dia, jika dilihat dari total yang didapatkan nanti dari dana IPO, sebenarnya kalau kembali pada tujuan awalnya untuk pengembangan kepada Merdeka Battery Materials, walaupun memang dalam bentuk pembayaran utang. Dan disebutnya, dengan pembayaran utang ini bakal membuat fundamental perusahaan lebih baik.

“Dengan pembayaran utang ini, membuka kesempatan yang sangat luas bagi Merdeka Battery Materials mendapatkan pendanaan baru jika dibutuhkan di masa yang akan datang, kalu bentuknya seperti apa mungkin akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya kedepan dan kami akan mencari mana yang paling optimal untuk itu,” katanya.

BACA JUGA:   IPO, PGE Tawarkan Prospek Kinerja Keuangan yang Solid

Dari dana IPO tersebut, selain untuk bayar utang, sekitar 5,0% akan digunakan oleh Perseroan untuk mengambil alih hak tagih sebesar US$30 juta atau setara Rp460,5 miliar yang timbul dari Perjanjian Fasilitas Dukungan Induk tanggal 23 Agustus 2022 yang diberikan oleh MDKA kepada MTI.

Sekitar 1,5% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja antara lain untuk biaya karyawan, biaya jasa profesional dan biaya keuangan. Lalu sebanyak 8,0% akan dipinjamkan kepada MTI yang selanjutnya akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan belanja modal yang timbul dari pembangunan Proyek AIM I, yang dijadwalkan akan memulai produksi pada pertengahan kedua tahun 2023.

Selanjutnya, sekitar 14,0% akan dipinjamkan kepada PT Zhao Hui Nickel (ZHN) yang selanjutnya akan digunakan untuk:  sebanyak 8,0% akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan belanja modal yang timbul dari pemasangan konversi nikel matte pada Smelter RKEF ZHN yang saat ini sedang dalam proses pembangunan; dan sekitar 6,0% akan digunakan untuk modal kerja, meliputi antara lain pembelian bahan baku utama, bahan baku pembantu, biaya listrik, serta biaya karyawan.

Lalu sekitar 5,5% akan dipinjamkan kepada SCM yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja, meliputi antara lain biaya karyawan, biaya jasa profesional, pembayaran royalti ke kas negara, biaya pengangkutan dan bongkar muat, biaya pemeliharaan dan perbaikan, serta biaya penambangan.

Dan sisanya akan dilakukan untuk penyetoran modal kepada MIN, yang selanjutnya akan digunakan untuk penyetoran modal dan pemberian pinjaman kepada SIP masing-masing sebesar 50%. SIP akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai sebagian kebutuhan belanja modal yang timbul dari pembangunan fase pertama dari pabrik HPAL pertama yang berkapasitas 60.000 ktpa di IKIP.

BACA JUGA:   Pasca IPO, Capri Nusa Yakin Target Pendapatan 2019 Tercapai

Proyek ini merupakan bagian dari strategi usaha Grup MBM agar semakin terlibat dalam rantai nilai bahan baku strategis dan ke depannya dalam rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik.

Tags: bayar utangipoMBMAPT Merdeka Battery Materials Tbk
Previous Post

Bank Ini Gunakan Energi Hijau 11.000 Mwh dari PLN

Next Post

Dengan CSR Ketapang Kuning, Indonesia Power Priok POMU Turut Andil Turunkan Stunting

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR