TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KADIN Dorong Perusahaan Daerah Cari Dana Di Pasar Modal

Nurdian Akhmad
29 April 2016 | 14:19
rubrik: Business Info

Surabaya -Thebusinessnews. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama menambah jumlah perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal, tidak terkecuali bagi perusahaan-perusahaan di daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), sehingga perusahaan itu bisa mendapatkan pembiayaan alternatif selain dari perbankan.

 

Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani menyatakan  akan mendorong perusahaan-perusahaan di daerah yang berpotensial  untuk menjajaki penawaran saham perdana melalui IPO . Selain itu, bukan hanya meningkatkan jumlah emiten saja,” Akan tetapi kami juga akan mendorong investor yang ada di Indonesia untuk berinvestasi di bursa,” ujar  Kr Rosan di sela-sela acara IPO Fair 2016 di Surabaya, Jum’at (29/4/2016).

 

Rosan juga mengatakan, pasar modal Indonesia  perlu meningkatkan tidak hanya jumlah emiten tetapi juga investor bursa. Pasalnya, Investor yang sudah terdaftar di  bursa jumlahnya masih di bawah 500.000 orang, ditambah dengan obligasi dan reksadana diperkirakan mencapai 1.000.000 orang. Akan tetapi jumlah tersebut masih dinilai kecil, jika dibandingkan dengan angka jumlah penduduk indonesia.

 

Di sisi lain, Kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas produksi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pinjaman dari perbankan memang masih menjadi pilihan utama sebagian besar perusahaan, namun tingkat suku bunga dasar yang fluktuatif membuat perusahaan membutuhkan opsi pendanaan lainnya.

 

Pasar modal sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai wahana untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan. Sayangnya sampai saat ini, perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pendanaan masih tersentral di Jakarta dan sekitarnya.

 

Data Bursa Efek Indonesia per 21 April 2016 menunjukkan, dari total 524 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal, 432 emiten berasal dari Jakarta, 27 emiten berbasis di Jawa Timur dan 26 emiten berkantor pusat di Banten. Alhasil emiten asal Jakarta menguasai 88,76% kapitalisasi pasar di BEI.

BACA JUGA:   Noorsy Dukung Penuntasan SKL BLBI

 

Direktur utama BEI Tito Sulistio mengatakan, masih belum meratanya akses informasi tentang pasar modal disetiap daerah membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi ke setiap daerah di seluruh Indonesia. Selain berupaya menambah jumlah investor domestik, juga meningkatkan minat perusahaan baik swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tertarik mencatatkan sahamnya di BEI.

 

“Kita akan memberikan pemahaman dan konsultasi teknis mengenai proses go public melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. Kita harapkan jumlah perusahaan tercatat di BEI bisa terus meningkat,” ungkap Tito.(Az)

 

 

Previous Post

OJK Tuding Berapa Bank Lebih Doyan Berdagang Valas

Next Post

Budaya Nasional Tangkal Perusahaan Multinasional Kuasai Sumber Daya Alam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR