Jakarta, TopBusiness—Dalam menjalankan program CSR, Makmur Sejahtera Wisesa tidak hanya mengupayakan adanya dampak untuk perusahaan. Tetapi juga mengusahakan adanya efek berganda. Hal itu dikatakan oleh Presiden Direktur Makmur Wisesa Sejahtera, Edy Efendi, dalam paparannya untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2023 (4/4/2023), yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom.
Edy merinci jenis efek berganda tersebut. Itu yakni efek berganda berbentuk pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan limbah sebagai salah satu bentuk program CSR, dan lain-lain. “Program CSR kami pun selalu selaras dengan proses bisnis dan mengikuti perkembangan arah perusahaan,” Edy mengimbuhkan.
“Dan yang tak kalah penting,” Edy berkata, “CSR kami selalu berkelanjutan.”
Dalam kesempatan yang sama, Supramono dari Makmur Sejahtera Wisesa menjelaskan sejumlah hal. Antara lain, ia mengatakan bahwa, di perusahaan tersebut, ada pandangan manajemen dan strategi dalam membangun pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Satu di antara itu adalah, pertama, Makmur Sejahtera Wisesa terus melanjutkan program peningkatan kemudahan efisiensi pembangkit listrik. Hal ini melalui continual improvement program (CIP).
Kedua, Makmur Sejahtera Wisesa pun terus melanjutkan program-program edukasi untuk pembangkit listrik. Contohnya, ada program peningkatan kompetensi di bidang EBT (energi baru dan terbarukan). Juga, di situ ada program peningkatan kompetensi di PLTU serta transmisi-distribusi listrik.
“Kami pun punya strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, melalui pengelolaan program tanggung jawab sosial,” Supramono berkata.
Ada kebijakan Makmur Sejahtera Wisesa yang menerapkan prinsip circular economy. “Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penerjemahan prinsip circular economy dituangkan dalam Program Batako,” papar Supramono.
Program tersebut memanfaatkan fly ash untuk pembuatan batako. Salah satu limbah yang dihasilkan PLTU adalah FABA (fly ash dan bottom ash).
Sesuai dengan regulasi, limbah FABA sudah tak termasuk dalam limbah B3 atau pun non-B. Alhasil, Makmur Sejahtera Wisesa memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan campuran pembuatan batako, melalui kerja sama dengan Yayasan Majelis Al Busyra Tanjung.
Jadi, limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional Makmur Sejahtera Wisesa. “Pendapatan masyarakat pun meningkat akibat program tersebut,” kata Supramono.
