TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR “Bumi Pasundan” PLN IP Saguling Mengolah Eceng Gondok Bernilai Ekonomis

Editor
15 April 2023 | 19:06
rubrik: CSR, Event
Program CSR “Bumi Pasundan” PLN IP Saguling Mengolah Eceng Gondok Bernilai Ekonomis

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Indonesia Power Saguling POMU (PLN IP Saguling) menjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR)  “Bumi Pasundan” singkatan dari Bangun Ekonomi melalui Pengelolaan Sumber Daya Terbarukan di kawasan Waduk PLTA Saguling di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Program Bumi Pasundan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga usia layanan Waduk Saguling. Program ini mulai dilaksanakan tahun 2021 berupa mengolah eceng gondok,” kata Taufan Kurniawan selaku CDO Commdev PLN IP Saguling, dalam sesi Penjurian TOP CSR Awards 2023, Selasa (11/04/2023) secara daring.

Taufan menyatakan Program Bumi Pasundan dengan inovasi pengolahan eceng gondok telah sesuai dan masuk dalam kajian Life Cycle Assesment (LCA) sebagai upaya mitigasi enviromental improvement dari masalah sedimentasi Waduk Saguling.

“Inovasi ini memberikan dampak keberhasilan terkelolanya limbah eceng gondok sebanyak 330 ton per tahun yang pada akhirnya mampu mengurangi laju sedimentasi dan menjaga ekosistem di kawasan Waduk Saguling,” ungkapnya.

TOP CSR Awards diselenggarakan majalah TOP Business didukung sejumlah asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis.  Tema yang diangkat dalam TOP CSR Awards 2023 adalah “Inovasi-Inovasi Program CSR yang Mendukung Tumbuhnya Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan”.

Dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Taufan Kurniawan didampingi tim CDO Commdev PLN IP yaitu Saguling Adi Sucahyanto, dan Indah Hamidah.

Bertindak selaku dewan juri yaitu Syaifudin dari Lembaga Kajian Nawacita, Thendri Supriatno dari CFCD, dan Nurdizal M. Rachman dari Corebest.

Program Bumi Pasundan

Kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, Taufan memaparkan latar belakang PLN IP Saguling menjalankan Program Bumi Pasundan atau Bangun Ekonomi melalui Pengelolaan Sumber Daya Terbarukan.

BACA JUGA:   Kutai Energi Management System sebagai Bentuk Komitmen Manajemen

“Masalah dihadapi PLN IP Saguling adalah keberadaan gulma air berupa tanaman eceng gondok dan adanya keramba jaring apung yang jumlahnya melebihi yang diatur oleh Gubernur Jabar. Masalah itu memiliki dampak meningkatnya sedimentasi waduk sehingga mengganggu proses produksi PLTA.“

Jika tidak diatasi, sedimentasi mengancam keberlangsungan PLTA Saguling. “Usia waduk PLTA saguling diprediksi pada tahun 2016 oleh PT. Daya Cipta Dianrancana bertahan hingga tahun 2034, BRIN memperkirakan bisa bertahan hingga tahun 2028. Terakhir, BUMN Indra Karya memperkirakan hingga tahun 2048,” terang Taufan kepada dewan juri.

“Selain mengatasi sedimentasi, Manfaat lainnya dari program Bumi Pasundan adalah sebagai alih profesi KJA (Keramba Jaring Apung)  dalam upaya mendukung kebijakan Pergub dan Perpres (penanganan DAS Citarum),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufan memaparkan bahwa manfaat program terhadap keberlanjutan ekosistem, pengujian telah dilakukan terkait kandungan eceng gondok untuk media tanam, salah satu keunggulannya memiliki jangka waktu lebih lama (3 hari) dibandingkan dengan media konvensional lainya (1 hari) dalam proses penyiraman.

Untuk pakan ternak menggunakan eceng gondok memiliki kandungan sejumlah 3.903 Kkal/Kg (hasil uji laboratorium UNPAD) dan baik untuk hewan ternak. Manfaat program terhadap ekonomi, munculnya kebiasaan baru dalam kegiatan budidaya ayam dan itik sebagai penghasilan tambahan masyarakat. Harga jual jauh lebih rendah dari pakan pabrikan (selisih Rp 4.700/kg) dengan masa waktu panen sama (30-35 hari).

Kemudian eceng gondok yang diolah menjadi eco energy memiliki nilai kalor mencapai 2868 Kcal/Kg (hasil uji laboratorium  PLTU JPR OMU Pelabuhan Ratu) dan masuk dalam standar co-firing PLTU. Pemanfaatan eceng gondok sebagai eco energy mampu menjadi bahan tambahan (7,1 ton) terkait produksi listrik dari PLTU.

BACA JUGA:   Target Operasikan 300 Hotel pada 2027, Artotel Group Andalkan Program STAR untuk Pengembangan SDM

Bentuk Kegiatan

Dalam pelaksanaan Program Bumi Pasundan, PLN IP Saguling telah menyediakan mesin produksi berupa mesin pencacah, mesin pengering, mesin pellet, mesin penepung.

“Kami juga menyediakan peralatan untuk membuat kerajinan dari eceng gondok. Termasuk membangun fasilitas pendukung seperi gudang produksi, dome Penjemuran,” tutur Taufan.

Tidak hanya sampai disitu, PLN IP Saguling juga membantu dalam branding  produk berbahan eceng gondok dan menyelenggarakan event Citarum Festival untuk memperkenalkan berbagai produk yang dihasilkan dari Program Bumi Pasundan.

Taufan pun mengutarakan pelaksanaan program tersebut berkolaborasi dengan sejumlah pihak. “Sebaran dampak program, kolaborasi dengan kelompok mitra Itik Sawargi dalam pengadaan pakan, kelompok mitra Bening Saguling dalam pengadaan tepung eceng untuk pakan ayam petelur, dan peningkatan pendapatan kelompok dengan sistem plasma budidaya ayam pedaging.

Menurut Taufan, sejak dijalankan tahun 2021 hingga saat ini, Program Bumi Pasundan telah menghasilkan perubahan sistemik. “Awalnya, eceng gondok tidak dimanfaatkan, dan menjadi gulma dan salah satu penyebab sedimentasi bagi waduk Saguling.”

“Hanya PLN IP Saguling yang fokus dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Dan hasilnya, kini eceng gondok diolah menjadi tepung, sebagai campuran pembuatan pakan ternak dan ikan, serta pemanfaatan eceng gondok sebagai media tanaman dan bahan baku kerajinan Masyarakat juga membantu dalam pencegahan sedimentasi karena terdapat nilai ekonomi dalam program yang kami jalankan,” tandas Taufan.

Dampak Bagi Masyarakat

Menurut Taufan, Program Bumi Pasundan, sejak dijalankan tahun 2021 hingga saat ini, telah berdampak positif bagi masyarakat setempat serta menunjang keberlangsungan bisnis perusahaan.

Dari aspek Lingkungan, pemanfaatan eceng gondok 330 ton/tahun, pengolahan eceng gondok menjadi tepung sebagai campuran pelet pakan ikan & unggas, bahan baku energi terbarukan, dan pakan Maggot (BSF), kerajinan eceng gondok,dan 7 hektar area waduk dapat dikelola terkait sampah plastik dan eceng gondok.

BACA JUGA:   Pertamina SHAFTHI, Penyuplai Avtur yang Piawai Ber-CSR

Dari aspek Ekonomi, Penghematan pembelian pakan ternak Rp352.500.000/Tahun., dan peningkatan pendapatan kelompok  Rp16.425.000/Bulan.

Dari aspek Sosial,terbentuknya 1 kelompok Olah Eceng 10 Anggota, 1 Kelompok Budidaya Itik 5 Anggota, 1 Kelompok Bening Saguling 50 Anggota, 1 Kelompok BOSS  13 Anggota, dan Total Penerima Manfaat : 78 Orang

Dampak Wellbeing, 3 orang memiliki keterampilan pengolahan eceng gondok sebagai pakan ternak, kerajinan dan bahan baku eco energy, 15 orang memiliki ketrampilan budidaya ternak itik dan ayam pedaging, 15 remaja (anak pemulung sampah) mendapatkan kelayakan hidup dan jaminan kesehatan serta pendidikan, dan 10 ibu rumah tangga dan 7 remaja pengangguran mendapatkan pekerjaan dan tambahan penghasilan,” ujar Taufan.

Penulis: Teguh IS

Tags: PT PLN IP SagulingTOP CSR Awards 2023
Previous Post

Menteri Basuki: Tol Cisumdawu Ruas Cimalaka-Dawuan Sudah Siap Fungsional

Next Post

Lima Ruas Tol Berikan Diskon Tarif di Awal dan Akhir Masa Mudik Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR