TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina SHAFTHI, Penyuplai Avtur yang Piawai Ber-CSR

Editor
3 May 2023 | 16:34
rubrik: CSR, Event
Pertamina SHAFTHI, Penyuplai Avtur yang Piawai Ber-CSR

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHI merupakan unit bisnis (subholding) PT Pertamina (Persero) yang menjalankan bisnis inti di bidang perminyakan, gas, dan energi terbarukan. Adapun kata ‘SHAFTHI’ merupakan singkatan dari Soekarno Hatta Fuel Terminal and Hydran Instalation.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis aviasi, Pertamina SHAFTHI memiliki motto To serve for safe flight. “Karena kami yang bertanggung jawab di unit aviasi untuk mendistribusikan avtur ke seluruh bandara di Indonesia,” kata Immanuel Kornelius Silaen, Operation Head PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHI saat sesi Penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness belum lama ini.

Pertamina SHAFTHI seperti dikatakan Immanuel memiliki 5 goal yang disebut sebagai 5 Zero yang merupakan suara langsung dari customer perusahaan, terkait paa yang mereka harapkan dari pelayanan Pertamina kepada pelanggannya.

”Yang pertama, Zero Accident, tidak adanya kecelakaan dalam proses pengisian. Lalu Zero Off-Spec, setiap produk minyak yang kami sampaikan ini tepat mutu, sesuai kualitas internasional. (Berikutnya) Zero Mistake, tidak ada kesalahan dalam pencatatan, pembukuan, dan pelaporan. Lalu Zero Delay, tidak ada keterlambatan pengisian dalam setiap pengisian pesawat udara. Yang terakhir di Zero Tolerance, atau kami memastikan quantity produk yang kami serahkan sesuai dengan yang dibutuhkan. Semua ini merupakan satu siklus yang kami terus kejar untuk operasional excellence,” ujar Immanuel.

Lebih lanjut dikatakan sebagai satu-satunya pemasok avtur atau bahan bakar penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Pertamina SHAFTHI melayani sekitar 47% kebutuhan nasional. Fakta lainnya adalah Pertamina SHAFTHI memiliki tangki sebesar 128.000 KL dan bisa menjaga kebutuhan nasional maksimal 26 hari.

Di samping menjalankan bisnis, seperti perusahaan umumnya, Pertamina SHAFTHI juga giat melakukan aktivitas CSR (Corporate Social Responsibilty). Seperti ditegaskan Immanuel, dalam menjalankan CSR Pertamina SHAFTY sudah memiliki pakem, step, dan bukan dilakukan secara sporadis.

”Kami awalnya punya kebijakan yang mana juga kebijakan itu diturunkan dari pusat dan kami juga punya kebijakan setempat, memastikan seluruh personil di depot itu mempunyai pemahaman yang sama tentang CSR, kenapa penting CSR ini dan bagaimana kita menjalankannya. Setelah kita punya kebijakan, kita melakukan Sosial Mapping atau Baseline Study untuk memastikan setiap program yang kita ajukan atau kita akan jalankan itu sesuai dengan kondisi masyarakat yang ada. Atau kita meng-capture terlebih dahulu apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar unit bisnis SHAFTHI,” jelas Immanuel.

BACA JUGA:   Program TJSL Kawal PT KPI RU IV Cilacap Jadi Perusahaan Berkelas Dunia

Setelah melakukan social mapping, selanjutnya hal yang dilakukan Pertamina SHAFTHI adalah merencanakan program CSR dengan berbagai pihak, lalu mengimplemenasikan, monitoring, evaluasi hingga akhirnya program ini berjalan terus sampai akhirnya mandiri. “Dan kita bisa melakukan Exit Strategy untuk mencari isu lain,” ujar Immanuel.

Tidak terlepas dari para stakeholder, dalam menjalankan CSR, Pertamina SHAFTHI juga menjalin kolaborasi, baik dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, ataupun media. “Semua punya fungsi masing-masing yang secara holistik membantu kami membuat program-program yang tepat guna, tepat sasaran, dan dinikmati oleh masyarakat,” kata Immanuel.

Program CSR Unggulan

Masih dari sesi penjurian TOP CSR Awards 2023, pada kesempatan ini Pertamina SHAFTHI juga mengungkap sejumlah program CSR yang telah dijalani. Setidaknya, ada enam program CSR yang diungkap Immanuel dalam paparannya di hadapan dewan juri.

Pertama, yakni program Proklim Kampung Sirih Mekarsari. Untuk diketahui Mekarsari merupakan wilayah Ring 1 perusahaan lantaran dekat dengan lokasi di mana perusahaan beroperasi. Beberapa isu yang disasar dari program ini adalah lingkungan, tata kelola organisasi, keterlibatan pengembangan masyarakat, dan isu konsumen. “Ini sudah tahun keempat, (dan) menjadi program unggulan. Karena program ini punya manfaat yang besar dan indeks IKM yang cukup besar,” ungkap Immanuel.

Program CSR Proklim Kampugn Sirih Mekarsari sendiri telah lakukan dari tahun 2020 sampai sekarang. Bila di awal adalah isu yang disasar adalah lingkungan, namun program ini telah dikembangkan dengan mengedukasi masyarakat sekitar. Dengan program ini selain dapat membuat masyarakat tetap meningkatkan estetika, namun kegiatan ini juga dapat menghasilkan nilai tambah baru yang bermanfaat dan menghasilkan. “Ada sekitar ada sekitar 650 penerima manfaat dalam dalam program ini yang langsung maupun yang tidak langsung,” ungkap Immanuel.

BACA JUGA:   Sukses Jalankan Program CSR, SEI Raih Juara dalam Ajang Penghargaan CSR Tertinggi 2024

Selanjutnya, yang kedua adalah program Bank Sampah Lampion. Program yang juga dilakukan di Ring 1 perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk pengolahan lingkungan dan juga secara ekonomi bisa lebih baik.

Ketiga, ada program UWA NILA-Warung Tani. Isu yang disasar dari program ini adalah adalah lingkungan, tata kelola organisasi, serta keterlibatan pengembangan masyarakat. Disebutkan program ini selain dapat menambah produktivitas ibu-ibu, juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi terhadap pengelolaan fungsi tanah yang lebih efektif dan efisien.

Berikutnya, yang keempat, program Konservasi Mangrove dan Terumbu Karang Pulau Untung Jawa. Isu yang dituju dari program ini adalah pengelolaan Lingkungan, organisasi, keterlibatan masyarakat. Program yang dilakukan perusahaan di wilayah Ring 3 ini juga disebut sebagai program CSR unggulan.

”Ibu-ibu merupakan target utama dari program budidaya kepiting mangrove ini. Dan hasil akhirnya adalah produk olahan kepiting. Dari sini kita bisa melihat adanya tambahan aktivitas yang produktif dari kegiatan Konservasi Mangrove di Pulang Untung Jawa,” kata Immanuel.

Kelima, ada program Bank Safety Man. Dalam penjelasannya, Immanuel mengatakan salah satu isu yang dilihat pada sosial mapping adalah isu ekonomi, adanya isu pengangguran, sementara di satu sisi depot Pertamina seperti SHAFTHI membutuhkan tenaga safety yang cukup besar di setiap periodenya, baik untuk pengelolaan program operasi maupun investasi. “Jadi, kami punya ide, salah satunya bagaimana kita bisa mendidik tenaga tenaga kerja safety baru dari sekitar depot kami, yang harapannya lebih mengenal lokasi kami dan nanti mereka bisa mandiri, pada akhirnya juga mereka bisa mengaplikasikan ilmunya,” ujar Immanuel.

Program selanjutnya, yang keenam adalah BU KEMANG-Budidaya Kepiting Mangrove. Ini adalah program pengelolaan kepiting mangrove oleh kelompok LMDH dan layanan Desa Muara. Diharapkan program ini dapat meningkatkan nilai produktivitas dan kegiatan yang ada di Desa Muara.

BACA JUGA:   Ini Pilar Utama Program CSR TBIG

Dampak Bagi Masyarakat

Secara singkat pada paparannya, Immanuel juga membeberkan Sustainability Compass, terkait dengan program CSR yang telah dilakukannya di Kampung Sirih Mekar Sari. Dari sisi Wellbeing, disebutkan bahwa dari program CSR yang dijalankan kini terdapat baru yang membuat program ini tetap terjaga. “Kami juga mendapat penghargaan Proklim dan Kampung Tematik untuk 2021 dan tahun 2023. Selain itu, juga ada kampung edukasi wisata yang baru di Tangerang,” ungkap Immanuel.

Lalu di Society, Immanuel mengatakan bahwa ada sekitar 55 orang meningkat kesejahteraannya, dan masyarakat sekarang lebih terbiasa hidup sehat dan bersih. Secara Nature, perusahaan juga menanam 2500 bibit sirih yang artinya secara ekivalen menurunkan CO2 sebesar 454 PPM sampai 425 PPM atau menurun 6,5%.

“(Dari sisi) ekonomi, hasil kajian kami, secara rata-rata pendapatan kelompok ibu KOS (Kreasi Olahan Sirih) ini naik Rp15 juta per bulan atau sebesar Rp800 per orang. Dan enam gerai, baik bandara dan perkantoran itu rutin mengambil produk dari Ibu KOS ini,” ujarnya.

Singkat kata, Immanuel menegaskan bahwa sebenarnya ada tiga hal yang telah dilakukan perusahaan. ”Kami memberikan edukasi finance, karena mengelola bagaimana pembukuan yang baik, kita melatih mekanikal, serta membuat para-para untuk mengembangkan sirih. Juga memastikan fungsi HSE-nya di sana. Bagaimana mereka menyadari pencemaran lingkungan dampaknya seperti apa pada masyarakat secara bersama,” kata Immanuel.

Adapun dari sisi penghargaan, Immanuel mengatakan bahwa dari tahun 2018, Pertamina SHAFTHI telah memperoleh Proper Hijau, Sucofindo Awards, penghargaan dari pemerintahan Kota Tangerang, Indonesia Green Awards 2023, mendapat Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di tempat kerja, serta Zero Accident Awards.

“Terakhir, apa yang kami lakukan itu bukan serta-merta, tidak kami hitung, kami tidak kaji lebih lanjut. Apa yang kami lakukan itu bagi masyarakat sekitar kami punya perhitungan Sustainable Return of Investment (SROI) dengan hitungan kami ada di 4,9 bulan. Jadi setiap satu rupiah yang kami investasikan itu memiliki benefit 2,4 rupiah,” pungkasnya.

Penulis: Fauzi

Tags: PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHITOP CSR Awards 2023
Previous Post

Realisasi Investasi Hulu Migas Triwulan 1 2023 Meningkat 25,3%

Next Post

Indeks Tertutup Anjlok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR