Jakarta, TopBusiness – Untuk mendukung bisnis perusahaan yang berkelanjutan, PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) menjalankan tiga Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), unggulan dengan melibatkan masyarakat utama (key communities) di dalam pengelolaan bisnis perusahaan, yaitu pemberdayaan BUMDes, pengadaan alat transportasi angkutan tebu, dan menyediakan lahan peternakan.
PTPN XIV adalah salah satu anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara yang bergerak di bidang agrobisnis, berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan dengan mengelola beberapa komoditi perkebunan, antara lain Kelapa Sawit, Tebu, Karet, Kelapa, dan Ternak Sapi. Lokasi perkebunannya tersebar di Sulawesi, Maluku, dan peternakan yang berlokasi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.
“Dalam mencapai visi dan misi perusahaan, keseimbangan antara pengelolaan bisnis utama dengan ekosistem bisnis menjadi sebuah keharusan, elemen ekosistem bisnis tergambar di dalam stakeholder perusahaan. Menyeimbangkan seluruh nilai-nilai dan harapan para stakeholder menjadi kunci keberlanjutan bisnis di PTPN XIV. Salah satu stakeholder utama perusahaan adalah masyarakat utama (key community),” kata Tio Handoko, selaku Direktur PTPN XIV, dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2023, secara daring, Jumát (14/04/2023).
“Strategi kami dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat utama di dalam pengelolaan bisnis perusahaan. Hal itu juga merupakan komitmen dan bagian dari best practice PTPN XIV,” tegasnya.
Menurut Tio, ketiga Program TJSL unggulan PTPN XIV tersebut telah berdampak positif bagi masyarakat setempat serta menunjang keberlangsungan bisnis perusahaan.
TOP CSR Awards diselenggarakan majalah TOP Business didukung sejumlah asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis. Tema yang diangkat dalam TOP BUMD Awards 2023 adalah “Inovasi-Inovasi Program CSR yang Mendukung Tumbuhnya Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan”.
Dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Tio Handoko didampingi Maalun Lamau Kepale selaku Kepala Bagian Sekretariat dan Nishrina Nurul Amirah selaku Kepala Sub Bagian TJSL.
Bertindak selaku dewan juri yaitu Syaifudin dari Lembaga Kajian Nawacita, M. Lutfi Handayani dari MSI Institute, dan Asád Nugroho dari Daya Integra Nusantara (Dyantra).
Program TJSL Berdayakan Masyarakat Desa
Kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, Tio menjelaskan dalam menjalankan Program TJSL, PTPN XIV berpedoman pada sejumlah peraturan, mulai dari Kementerian BUMN, hingga menerapkan ISO.
“Sistem Tata Kelola PTPN XIV sudah mengacu kepada implementasi GCG sesuai Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara
Dijabarkan dan dijelaskan didalam PKB dan SOP terkait,” jelasnya.
Kemudian, untuk pengelolaan lingkungan berbasis kepada dokumen lingkungan (AMDAL/RKL/RPL) dan penerapan ISO 14000 serta social mapping/SIA. Juga penerapan Integrated System Management (ISO 9000, ISO 14000, ISO 31000, ISO 37001, ISO 26000, KPKU, GCG).
Lebih lanjut, Tio mengutarakan langkah pertama yang dijalankan PTPN XIV dalam menjalankan Program TJSL adalah mengidentifikasi kompetensi masyarakat utama dalam kegiatan social mapping sebagai bagian yang sangat signifikan dalam membentuk program kemitraan yang berbasis pada prinsip-prinsip CSV (Created Shared Value).
“Sebelumnya saat di PTPN III Medan, Sumut, kami telah menjalankan Program TJSL yang didesain oleh Kementerian BUMN. Dan program itu, kini kami replikasi di PTPN XIV. Saya sendiri baru satu setengah tahun mendapat amanah memimpin PTPN XIV,” ungkap Tio.
Dari social mapping yang dijalankan, lanjutnya, dirancang tiga Program TJSL unggulan terbaru yang sedang dijalankan PTPN XIV yaitu, pertama, melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sekitar lokasi perusahaan dalam aktivitas utama perusahaan berupa bantuan permodalan dan meningkatkan kompetensi BUMDES.
“Kami mendukung peningkatan kewirausahaan BUMDes melalui pembinaan, pemberian bantuan dana dan atau kerjasama usaha,” ujar Tio.
Bahkan, ia menilai kerja sama dengan BUMDes ini sebagai program paling membanggakan, “Kolaborasi dan optimalisasi peran desa melalui pemberdayaan BUMDes merupakan wujud nyata kemitraan dunia usaha dengan key community dan sejalan dengan Undang-Undang Desa Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa,” ujar Tio.
Program kedua, mendukung kelompok tebang (kelompok penebang tebu saat panen musim giling di komoditi Tebu) melalui bantuan pengadaan alat transportasi angkutan tebu sederhana (odong-odong) untuk meningkatkan mutu dan produktivitas komoditi Tebu.
“Dengan bantuan odong-odong, kami berupaya meningkatkan pendapatan para penebang tebu musiman. Selain itu, tebu yang dikirim ke kami sesuai dengan BSM yaitu Bersih, Segar, Manis. Kalau Tebu diangkut pakai truk, seringkali kurang bersih karena tercampur dengan berbagai macam sisa tanaman dari kebun,” ungkap Tio.
Ketiga, menyediakan lahan peternakan untuk masyarakat peternak sekitar unit kerja atau kebun untuk meminimalisir gangguan terhadap tanaman dan meminimalisir terjadinya okupasi lahan.
“Dengan menyediakan lahan marginal untuk masyarakat peternak, kami berupa meningkatkan produktivitas peternak dengan melakukan pendampingan usaha ternak yang lebih profesional dengan penyediaan relokasi ternak di kebun PTPN. Hal ini juga kami lakukan untuk mencegah kerugian bagi kami dan peternak, seperti lahan kebun yang rusak terinjak-injak sapi,” tutur Tio kepada dewan juri,
Dampak Bagi Masyarakat dan Perusahaan
Menurut Tio, ketiga Program TJSL unggulan PTPN XIV tersebut, sejak dijalankan tahun 2022 hingga saat ini, telah berdampak positif bagi masyarakat setempat serta menunjang keberlangsungan bisnis perusahaan.
Program Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk perusahaan menurunkan tingkat gangguan dan okupasi lahan oleh masyarakat. Untuk stakeholders (Masyarakat, Lingkungan, Konsumen, Pemasok, Mitra, Pemerintah, LSM, dll) meningkatkan income per kapita masyarakat utama dan menurunkan tingkat kemiskinan dengan adanya dukungan peningkatan kewirausahaan BUMDes melalui pembinaan, pemberian bantuan dana dan atau kerjasama usaha.
Program dukungan pengadaan alat transportasi angkutan tebu sederhana (odong-odong), untuk perusahaan membantu peningkatan tebangan (meningkatkan mutu dan produktivitas komoditi Tebu). Untuk stakeholders (Masyarakat, Lingkungan, Konsumen, Pemasok, Mitra, Pemerintah, LSM, dll) meningkatan pendapatan para penebang tebu musiman melalui bantuan pengadaan alat angkut sederhana (odong-odong) yang dapat digunakan para kelompok tebang.
Penyediaan areal dan fasilitas ternak untuk masyarakat peternak sekitar unit kerja/kebun, untuk perusahaan berkurangnya gangguan ternak sapi di areal kelapa sawit dan konflik antara masyarakat peternak dengan perusahaan. Untuk stakeholders (Masyarakat, Lingkungan, Konsumen, Pemasok, Mitra, Pemerintah, LSM, dll) meningkatan pendapatan para peternak dengan adanya dukungan berupa pendampingan usaha ternak yang lebih profesional dengan penyediaan relokasi ternak di kebun PTPN,” ujar Tio.
Penulis: Teguh IS
