TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Apiknya Program CSR Lontar Papyrus Jambi yang Siap Wujudkan Sustainability Roadmap Vision 2030

Busthomi
4 May 2023 | 10:51
rubrik: CSR, Event
Apiknya Program CSR Lontar Papyrus Jambi yang Siap Wujudkan Sustainability Roadmap Vision 2030

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPPI) Pabrik Jambi atau Lontar Papyrus Jambi konsisten dalam menggarap program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada sekitar. Sederet program tersebut sudah dijalankan untuk mencapai Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030 serta mewujudkan sinergi antara masyarakat dengan perusahaan agar tercipta kemandirian ekonomi masyarakat.

Visi keberlanjutan atau sustainability sendiri bukan hal yang baru bagi perusahaan yang masuk Grup Sinar Mas ini. Program ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 lalu melalui APP Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2020 dan kemudian diperkuat dengan APP Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030.

“Dan SRV ini dicapai melalui dua strategi yakni strategi keberlanjutan APP Sinar Mas yang komprehensif serta focus SRV 2030 terhadap 3 pilar utama yang terkait dengan industri kami yaitu Produksi, Pengelolaan Hutan dan Sumber Daya Manusia,” tutur Putra Hadi, Vice Manajer Public Affair and CSR PT LPPPI Jambi saat mengikut proses penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, beberapa waktu yang lalu.

PT LPPPI sendiri memiliki pabrik yang tersebar di Sumatera dan Jawa. Perusahaan ini merupakan salah satu pabrik bubur kertas (pulp) dan tisu terintegrasi vertikal terbesar di dunia dan beroperasi di bawah brand Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yang berdiri tahun 1992 di Kec. Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Prov. Jambi.

Memulai produksi komersial tahun 1994, berupa pulp, tissue jumbo roll, dan chemical. Sebagai pabrik terintegrasi, PT. LPPPI menggunakan limbah dari proses pembuatan pulp sebagai sumber energi—memenuhi hingga 72% – 81 % energi yang dibutuhkan pabrik pada tahun 2020-2022 lalu.

Dalam hal ini, untuk pabrik Jambi sendiri memiliki 1.654 pekerja. Dengan kapasitas produksi 1.022.000 ton pulp per tahun dan 274.000 ton tisu per tahun. Adapun produksi di sana dengan 2 Pulp lines dan 8 mesin tisu. Kunci produknya LBKP (pulp) dan tisu.

BACA JUGA:   Ini Komitmen Kuat dan Program Andalan CSR KIT Batang Jawa Tengah

Dalam bisnis keberlanjutan ini, sudah sesuai dengan pandangan manajemen dan selaras dengan strategi perusahaan dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tersebut. Cara yang dilakukan adalah merangkul dan mengajak sebanyak mungkin stakeholder terutama masyarakat sekitar perusahaan dalam pelaksanaan program-program CSR.

“Lalu kami juga membantu menggerakkan potensi-potensi ekonomi keluarga dan usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian ekonomi masyarakat rentan. Serta menyelaraskan aktivitas perusahaan dengan potensi ekonomi masyarakat,” tutur Putra Hadi lagi.

Dalam proses penjurian TOP CSR Awards tersebut, Putra Hadi diampingi oleh Adi Cahyadi, Supervisor CSR, serta tim dari sustainability corporate  seperti Andre Aldrin, Luluk, dan lainnya.

Dilanjutkannya, dalam beberapa inovasi yang sudah dilakukan antara lain pemanfaatan sumber energi listrik terbarukan. Dalam hal ini dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Sebab di daerah Tanjung Jabung Barat rasio elektrifikasinya masih rendah antara 81% lebih dan kurang dari 95%. Di 2023 ini lebih dari 2.000 Rumah Tangga tidak berlistrik PLN.

“Sejauh ini, PLN sendiri masih kekurangan sumber dan jaringan pasokan energi listrik. Sehingga PT. LPPPI yang memiliki kelebihan energi listrik dari PLTBm milik sendiri rata-rata 5-10 MW per hari ke masrayakat sebagai program CSR-nya. Program ini dilakukan sejak 2017 hingga 2023 dan masih dalam proses perpanjangan kontrak 5 MW,” jelas Putra.

“Kami sendiri menggunakan listrik dari PLTBm itu sebanyak 150 hingga 180 MW. Dan sumber PLTBm yang berapasitas 190 MW itu berasal dari multifuel boiler (kulit kayu) dengan kontribusi energi listrik 6% atau setara 40 MW serta dari recovery boiler atau getah kayu/lignin/black liquor itu sebanyak 75% kontribusi listriknya atau sekitar 150 MW. Sehingga kelebihannya 5-10 MW digunakan masyarakat,” lanjut dia.

BACA JUGA:   Keberhasilan Implementasikan GRC Terintegrasi Bawa SeaBank Raih Kinerja Mumpuni

Program CSR Unggulan

Ada beberapa program CSR unggulan yang digarap Lontar Papyrus Jambi dan patut mendapat pujian. Seperti Program Pemanfaatan Limbah N2 cair untuk Program Gertak Birahi. Program ini berupa pemberdayaan kelompok peternak sapi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.

“Jadi ini memanfaatan produk yang berlebih atau produk samping dari bahan proses produksi (N2) cair untuk pengembangan populasi sapi atau swasembada daging yang dimanfaatkan oleh beberapa kelompok peternak sapi dengan program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut. Dengan penerima manfaat kelompok peternak di tiap desa itu rata-rata beranggotakan 50 orang,” dia menerangkan.

Dijelaskannya, dalam program ini dibagi ke dalam sembilan kecamatan di kabupaten tersebut. Lalu disebarkan ke desa-desa atau ke kelompok tani kurang lebih 300 orang petani ternak atau rata-rata 50 orang per desa.

PT. LPPPI Jambi sendiri memberikan pengadaan N2 itu sebanyak 600 liter per bulan untuk Inseminasi Buatan (IB) bagi sembilan kecamatan itu. Nitrogen ini didistribusikan ke sentra pengembangan peternakan sapi yang tersebar di Kabupaten Tanjabbar melalui PPL Dinas Peternakan yang membantu proses IB tersebut.

“Program ini sangat bermanfaat, karena berhasil mengembangkan populasi sapi per tahunnya. Pada tahun 2021, realisasi IB 2.075 dengan kelahiran sapi 986 dan tahun lalu dengan realisasi IB 3.400 kelahiran sapinya sebanyak 1.041. Sehingga program ini sangat mendukung ekonomi peternak dan program Pemerintah Kabupaten,” jeasnya.

Program selanjutnya adalah Program Pemberdayaan Kelompok Buah Semangka. Program pemberdayaan kelompok petani budi daya buah semangka ini dilakukan di lahan seluas 7 Ha milik perusahaan dengan cara dipinjamkan ke masyarakat. Pihak perusahaan melakukan pembinaan kelompok secara bergiliran, untuk penanaman 1-2 tahun, sampai mandiri dan membuat usaha sendiri di luar lahan perusahaan.

Dalam proses itu, perusahaan memberikan bantuan modal, bibit, fasilitas air, listrik, perumahan, pelatihan, dan hingga pemasaran. Dan saat ini sudah kelihatan hasilnya. Bahkan bisa dipasarkan tak hanya di kabupaten Tanjabbar saja, melainkan di kabupaten lainnya di Jambi, juga ke Batam, Palembang, bahkan hingga Jakarta.

BACA JUGA:   Lewat CSR dan ESG, PT Bumi Resources Wujudkan Masyarakat Mandiri

“Kelompk tani terdiri dari dua kelompok, masing-masing delapan orang. Hasilnya, satu tahun bisa panen tiga kali. Dengan pendapatan dari produksi sekali panen menghasilkan 20 ton atau pendapatan kotor setara Rp60 Juta/panen, dalam setahun bisa tiga kali panen. Jadi untuk pendapatan bersihnya sekitar Rp20-30 juta per daur. Ini jelas sangat membantu masyarakat,” terang dia.

Program lainnya ada Program Pembinaan dan pemberdayaan UMKM terhadap tiga pengrajin (keluarga) kerupuk udang “DUA BERSAUDARA”, di Kel. Teluk Nilau, Kab.Tanjabbar. Ini dilakukan sinergi dengan para nelayan (penangkap udang) untuk bahan baku. Dan setelah dibina dan dilatih serta diberi pinjaman lunak, akhirnya membuahkan hasil dengan omset Rp9 juta hingga Rp15 setiap bulan/orang (keluarga). Pemasaranya puna hingga Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

Dan program terakhir adalah Program Pemberdayaan Perempuan melalui pembuatan bakul dari anyaman tali straping. Ini adalah pemberdayaan wanita kelompok pengrajin bakul dari anyaman tali straping sudah berjalan sejak tahun 2016 di di Kampung Melayu Kel. Teluk Nilau.

“Kerajinan yang menggunakan tali strapping ini merupakan usaha turun temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat  terutama ibu rumah tangga. Dan perusahaan memberikan bantuan modal, pembinaan & pelatihan, pemasaran, serta bantuan peralatan,” katanya.

“Jadi, program CSR PT. LPPPI ini bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan lingkungan sosial dan operasional pabrik yang saling mendukung, sehingga tercapainya keberlanjutan usaha, keberlanjutan fungsi lingkungan dan keberlanjutan aset penopang kehidupan masyarakat. Dengan begitu, antara lain, kami juga mendorong adanya ‘champion’ di masyarakat. Serta terus memperkuat evaluasi & standardisasiprogram melalui penilaian SROI, benchmarkdan metode lainnya,” pungkas Putra Hadi.

Tags: Lontar Papyrus JambiPT Lontar Pulp & Paper Industry JambiTOP CSR Awards 2023
Previous Post

Selama Ramadhan, BSI Tebar Rp 7,9 M Lewat Program Kebaikan

Next Post

Gandeng Bank Woori Saudara, SMF Kucurkan KMG ke ASN dan Pensiunan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR