Jakarta, TopBusiness – PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI) memiliki komitmen untuk secara aktif dan berkelanjutan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah mewujudkan program percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur ekonomi. Berbagai infrastruktur ekonomi telah dibangun Perseroan yang bertujuan mendorong pelaksanaan ekonomi masyarakat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Hal tersebut juga merupakan upaya perusahaan dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) (SDGs). Upaya pembangunan berkelanjutan salah satunya juga diwujudkan melalui inisiatif program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyeimbangkan pencapaian tujuan profit dengan pengelolaan dampak sosial (people) dan lingkungan (planet) secara transparan dan menunjukan perilaku etis.
Demikian seperti disampaikan Anggraini Andriani Corporate Communication dan CSR PT Nusantara Infrastructure dalam wawancara penjurian Top CSR Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual beberapa waktu lalu.
“Jadi untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di atas kami memiliki program CSR bernama ‘Nusantara Care’ yang memiliki tiga pilar atau subjek dari program yang dijalankan yang atara lain pilar yaitu pendidikan, kesehatan dan lingkungan & komunitas,” kata Anggraini.
Anggraini mengatakan program Nusantara Care ini dijalankan melalui unit bisnisnya di sektor jalan tol, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) yang merupakan pengelola dan operator Tol Makassar. Melalui Nusantara Care, PT NI berkolaborasi dengan Human Initiative meresmikan Program Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 30 November 2022.
Program Kampung Bersih Nusantara dilatarbelakangi oleh kepedulian perusahaan pada masalah sampah yang ada di Kota Makassar. Dimana kota Makassar adalah salah satu kota darurat sampah dengan provinsi sampah tertinggi dengan Armada pengangkut sampah yang terbatas.
“Jadi ini bisa dilihat dari data-data yang telah kami kumpulkan di mana total sampah harian atau bulanan di Kota Makassar itu cukup tinggi bahkan jumlahnya mencapai sekitar 245,8 ton sampah harian atau sekitar 7.374,5 ton jumlah sampah bulanan,” ujar Anggraini.
“Lalu kemudian sampah ini menyebabkan kondisi umum dan kondisi khusus di jalan tol kami.Kondisi khususnya adalah yang relate dengan operasional kami adalah masyarakat di sekitar area jalan tol itu karena banyaknya sampah di area pemukiman mereka lalu mereka membuang sampah di area pinggir tol karena mereka melihat area operasional tol itu luas atau kosong,” sambung dia.
Masyarakat yang membuang sampah di area operasional perusahaan membuat sejumlah permasalahan mulai dari operasional tol terganggu karena sampah yang berserakan dan masuk jalan tol, menyebabkan bau tak sedap, merusak pemandangan dan tanah di area tol menjadi tercemar yang berdampak pada ekosistem pepohonan di sekitar jalan tol.
“Hal ini juga punya akibat secara luas terhadap masyarakat sekitar dimana sampah yang berserakan akhirnya menumpuk dan menyebabkan pemukiman masyarakat sekitar jalan tol menjadi kumuh, tercemarnya lingkungan yang mengakibatkan banjir dan masalah serius lainnya adalah pada aspek kesehatan yang berpotensi menyebabkan stunting pada anak,” papar Anggraini.
Berdasar pada latar belakang masalah yang ada Program Kampung Bersih Nusantara ini diharapkan mampu menjadi solusi mengatasi dampak lingkungan akibat sampah secara terintegrasi dan berkesinambungan serta memberdayakan potensi masyarakat secara ekonomi.
“Selain itu melalui program Kampung Bersih Nusantara kita mencoba mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah secara terpadu, menjaga stabilitas lingkungan melalui pengelolaan sampah secara terintegrasi serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Melalui aktivitas transaksi di bank sampah terpadu,” terang Anggraini.
Program Kampung Bersih Nusantara mengadopsi sistem Zero Waste and Environment Management System (ZWEM). Yakni sistem terintegrasi untuk meningkatkan stakeholder yang berkaitan dengan program ini untuk mengatasi permasalahan yang ada.
“Tujuannya adalah perusahaan memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kepedulian mitra kerja dalam pemberdayaan dan pengendalian potensi masyarakat,” kata Anggraini.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi yang dimiliki masyarakat sekitar tol agar memiliki tambahan nilai ekonomi bagi rumah tangga, dengan membuat kerajinan tangan dari bahan bekas pakai yang masih layak.
“Kami menyadari, permasalahan sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan perlu adanya dukungan serta sinergi dari berbagai terkait untuk menciptakan sebuah solusi terintegrasi, agar permasalahan sampah dapat lebih teratasi. Atas dasar itulah kami menginisiasi program berkelanjutan untuk mendukung Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong peningkatan nilai hidup masyarakat” tambah dia.
Selain penyediaan fasilitas bank sampah, dalam Program Kampung Bersih ini, beberapa area juga dipercantik dengan adanya pengecatan dinding disertai dengan mural agar terlihat lebih bersih dan indah. Tidak hanya dari sisi kebersihan lingkungan, Perusahaan juga melibatkan keterikatan pengembangan kelompok masyarakat (community development), agar masyarakat mendapatkan tambahan nilai ekonomi dari program ini.
Masyarakat sekitar Tol Makassar tepatnya di Kelurahan Pannampu mendapatkan edukasi tentang kebersihan dan kesehatan serta sosialisasi mengenai pengembangan ekonomi dengan pembuatan barang yang dapat dijual kembali untuk menjadi pendapatan tambahan keluarga. Program ini juga mendapat antusias positif dari warga yang terlibat langsung dalam pengerjaannya.
Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat dapat lebih berkembang dan mendorong munculnya berbagai potensi lainnya, demi kemaslahatan masyarakat sekitar. Ke depannya program ini akan terus dikembangkan seperti misalnya dari segi kesehatan yang salah satunya diakibatkan dari pemukiman yang tidak bersih.
Seperti yang diketahui, Masyarakat RW 003 Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar merupakan area padat penduduk dan termasuk wilayah yang masyarakatnya tidak memiliki tempat pengelolaan sampah yang layak. Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya hanya diletakkan di halaman rumah dengan wadah plastik yang tidak kedap air dan tanpa penutup, sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap.
Masyarakat di wilayah ini juga memiliki kebiasaan membuang sampah ke Area Tol Tallo sehingga menyebabkan penumpukan sampah di daerah tersebut (pinggir tol). Dengan adanya program ini diharapkan pengelolaan sampah terpadu dan kebersihan lorong dapat membantu masyarakat mengatasi permasalahan tersebut.
Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq
