TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program PPM Berau Coal Sudah Hitung SROI, Dampaknya Nyata Dirasakan Masyarakat

Busthomi
28 May 2023 | 02:14
rubrik: CSR, Event
Program PPM Berau Coal Sudah Hitung SROI, Dampaknya Nyata Dirasakan Masyarakat

Penjurian Berau Coal. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Berau Coal merupakan perusahaan papan atas di sektor tambang dan energy yang memproduksi batubara dalam kualitas tinggi. Perusahaan yang masuk dalam Grup Sinar Mas ini menjadi salah satu objek vital nasional (obvitnas) lantaran berkontribusi besar dalam ketahanan energi nasional.

Dan seiring dengan kebesaran namanya, Berau Coal juga berperan besar dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat sekitar tambang yang terdampak operasional bisnis perusahaan. Langkah-langkah itu dilakukan melalui program pertanggungjawaban sosial dan lingkungan atau corporate social responsibility (CSR).

Program CSR Berau Coal pun dikemas apik dalam bentuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Sederet program sudah dilakukan untuk menyasar masyarakat sekitar, bahkan terhadap kalangan masyarakat adat. Dan hebatnya lagi, program CSR Berau dalam PPM ini sudah dihitung Social Return on Investment (SROI)-nya. Sehingga dampak positifnya itu memang nyata dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hal ini seperti terungkap dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness secara online, belum lama ini. Kepada Dewan Juri, tim dari Berau Coal membeberkan banyak pencapaian terkait program PPM tersebut.

Hadir dari tim Berau Coal dalam proses penjurian tersebut adalah Hikmawaty, selaku Community Base Development Manager Berau; Rudini, Corporate Communication Superintendent Berau; Reza Hermawan, Community Program Operation Superintendent Berau; Heri Syaprani, Community Program Planning & Control Superintendent Berau; dan Aprita Lestari Harahap, Community Base Development Service & Compliance Superintendent Berau.

Berau Coal sendiri sebagai perusahaan yang memiliki wilayah tambang di Kalimantan Timur. Perusahaan ini memulai operasi penambangannya sejak 1983 atau kini berusia 39 tahun. Dengan mengoperasikan empat tambang batubara di Kaltim yaitu tambang Lati beroperasi sejak 1995, tambang Binungan beroperasi sejak 1996, tambang Sambarata beroperasi sejak 2000 dan tambang Gurimbang beroperasi sejak 2019.

Perseroan mengantongi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) atau kontraktor pemerintah generasi pertama dengan konsesi seluas 108.009 ha di Kabupaten Berau, Kaltim. Sebagai perusahaan berusia 39 tahun tentu saja komitmennya terhadap lingkungan juga sudah tak usah diragukan lagi.

Terbukti, dalam mengelola lingkungan di sekitar tambang, beberapa tambang milik Berau Coal sudah mengantongi Proper Emas. Di tahun 2022 lalu, untuk tambang Lati sudah Proper Emas dua kali berturut-turut, tambang Sambarata Proper Hijau, dan tambang Binungan mengantongi Proper Hijau.

Untuk diketahui, Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi yang dianugerahkan kepada perusahaan yang terbukti melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan.

BACA JUGA:   Jadi Perusahaan Unggul, Perumda Perkebunan Margomulyo Kembangkan Usaha Pariwisata

Dijelaskan Rudini, terkait dengan bisnis yang berkelanjutan, komitmen Berau dalam pengelolaan lingkungan adalah, pertama, memenuhi kewajiban penataan, termasuk peraturan per-UU-an dan persyaratan lain terkait energi serta lingkungan hidup yang terkait dengan perusahaan.

Kedua, melakukan upaya pencegahan atau penurunan kualitas lingkungan hidup. Ketiga, melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayatu dan efisiensi energy. Dan keempat, merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi secara berkala program-program lingkungan.

Lalu selaras juga dengan komitmen dalam pemberdayaan masyarakat. “Yaitu mendorong komunitas sekitar tambang untuk berpera secara arif dalam pemberdayaan masyarakat, mengingkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, menumbuhkan usaha ekonomi masyarakat berbasis potensi local, serta mendorong peningkatan kualitas kelembagaan masyarakat,” tutur dia.

Dan juga komiten dalam tata kelola perusahaan. Seperti penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) secara efektif dan efisien sangat berperan penting dalam meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan melalui: kode etik perseroan, kebijakan anti penyuapan dan korupsi, serta system pelaporan pelanggaran (whistleblowing system).

Program PPM

Lebih lanjut Rudini menjelaskan, salah satu program PPM yang diunggulkan adalah pengembangan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Dalam hal ini, Berau Coal menyediakan hunian yang layak untuk KAT Dayak Punan Basap dengan dilengkapi rumah ibadah, balai adat, fasilitas listrik, sarana air bersih, dukungan pelayanan kesehatan, pendidikan, penyediaan bahan makanan pokok (sembako), dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dan salah satu program PPM terhadap KAT ini dilakukan sektor agribisnis melalui pengelolaan madu hutan & kelulut. Hal ini lantaran dilatarbelakangi warga KAT di Lati, Birang, dan Sambarata, yang berasal dari Suku Dayak Punan Basap sudah sangat akrab dengan hutan.Berbagai kekayaan di dalamnya dimanfaatkan untuk menyambung hidup, salah satunya menekuni mata pencaharian sebagai pemanen madu hutan.

“Melihat potensi ini, PT Berau Coal melalui program CSR-nya mengedepankan nilia-nilai kearifan lokal untuk mewujudkan kemandirian ekonomi warga KAT,” terang dia.

Perusahaan pun melakukan pendampingan awal KAT dengan memanfaatkan kearifan lokal potensi madu ini. Juga melakukan sosialisasi panen madu higienis, dan lahirnya ‘Madunta’ yang siap dipasarkan.

Beberapa yang sudah dilakukan adalah peningkatan jumlah pemanen dari 18 orang menjadi 34 orang dan berdampak pada 134 orang anggota keluarga. Lalu, pendapatan pemanen madu meningkat sebesar 121%. “Dengan peternak madu kelulut yang sudah teredukasi sebanyak 22 orang. Sehingga mereka pada akhirnya pendapatan pemanen madu saat ini telah di atas upah minimum regional Kabupaten Berau,” jelasnya.

BACA JUGA:   Berdayakan Masyarakat Desa, Program TJSL PTPN XIV Dukung Bisnis Perusahaan yang Berkelanjutan

Sebelum mengembangkan ini, Berau Coal sendiri sudah melakukan mapping permasalahan KAT Lati. Antara lain produk sebelumnya kurang laku karena proses penanganan madu yang kurang higienis. Pemasaran juga sulit karena terbatasnya jaringan pemasaran oleh warga KAT, sehingga madu terkadang tidak terjual.

Selanjutnya adanya ketidakstabilan harga. “Soal harga juga yang tidak stabil dan rendah ini akibat tidak memiliki pasar yang tetap,” katanya.

Masalah lain, berkurangnya sumber madu, karena teknik permanenan konvensional mengakibatkan berkurangnya sumber pengambilan madu. Dan terakhir masalah risiko keselamatan yakni potensi kecelakaan akibat bekerja di area ketinggian.

Padahal produk ini memiliki potensi yang besar. Seperti sebagai kearifan lokal, madu hutan merupakan sumber mata pencaharian warga KAT sejak dulu. Lalu memiliki ciri khas, madu hutan Kalimantan berciri khas dan terkenal akan khasiatnya.

Juga ini memiliki potensi sumber daya besar sebab potensi sumber madu dari hutan yang besar dapat menjadi peluang ekonomi untuk warga KAT. “Dengan skill dasar mereka sebagai peluang bagus, karena ini adalah kemampuan turun-temurun yang telah dimiliki oleh warga KAT,” ucapnya.

“Lantas, yang perusahaan lakukan adalah melakukan program pendampingan pengelolaan madu hutan. Seperti penyediaan sarana dan prasarana permanen madu yang hygiene dengan dukungan peralatan, lalu pelaksanaan pelatihan panen lestari untuk dukungan pengetahuan, dilakukan juga pemetaan potensi madu dengan dukungan teknologi.”

“Juga menjamin bagian hilir (pasar) produksi madu dengan dukungan jaminan pasar. Juga membuat rumah kemas Berau Creative untuk dukungan pengemasan. Kami juga melakukan uji laboratorium produk madu hutan ini sebagai dukungan jaminan kualitas produk yang menggandeng Universitas Mulawarman dan Universitas Padjajaran. Juga mengurus izin produksi PIRT dan izin edar BPOM sebagai dukungan legalitas produk. Dan terakhir, pemasaran dan endorsement sebagai dukungan pengembangan pasar.” Paparnya.

Jika direkapitulasi, program PPM Berau Coal bukan itu saja. Ada program infrastruktur yang sudah dibangun 78 proyek bangunan dan fasum. Lalu program kesehatan gizi, ada 25.012 orang mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan & pengobatan gratis, total penerima manfaat pembangunan jamban sehat 1.664 jiwa sebanyak 192 unit, sebanyak 4.870 jiwa dari 2.435 keluarga merarasakan manfaat Water Treatment Plant (WTP), total penerima manfaat bantuan bahan makanan pokok pe bulan sebanyak 95 keluarga dari 4 KAT Dayak Punan Basap, dan telah diserahterimakan ke kampong sebanyak 12 unit WTP.

BACA JUGA:   PLN Piawai Bangun CSR-TJSL sesuai Strategi Bisnis

Di Program Pendidikan dan Iptek, untuk dukungan transportasi sekolah ada 20 unit bus BUMK, yang mengikuti program kegiatan calistung ada 24 anak, ada 57 orang mengikuti program pembelajaran kejar Paket A, B, dan C, ada 7 asrama pelajar dengan total kapasitas 346 pelajar, total penerima bantuan beasiswa 2.096, ada 9 sekolah dari program GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan), dan telah mendirikan Politeknik pertama di Kabupaten Berau.

Di program Lingkungan dan Sosial Budaya, untuk sarana & pelatihan pengeolaan sampah ada 102 orang, dibangun 2 unit penyediaan mushola untuk warga KAT, ada 24 unit penyediaan rumah hunian warga KAT, dan 4 kampung yang memenangkan lomba  sayembara kampong wisata.

Di Program Pengembangan Ekonomi, untuk BUMDes ada 24 orang dari 12 BUMK mengikuti pelatihan keuangan, ada 433 petani kakao mitra teredukasi, 22 orang peternak madu kelulut dampingan, 158 petani padi dampingan teredukasi, 47 perempuan mengikuti pelatihan membatik, 20 wanita binaan rutan mengikuti pelatihan dasar menjahit, 150 pelaku UMKM dampingan, dan 70 unit booth dukungan peningkatan ekonomi PKL.     

Nilai SROI

Keunggulan produk CSR yang dilakukan oleh Berau Coal ini sudah menghitung SROI-nya. Dengan kondisi kelompok pemanen madu hutan yakni mindset berubah tentang kelestarian melalui Panen Lestari, meningkatnya higienitas produk madu, meningkatnya kepedulian kelompok tentang konservasi hutan, meningkatnya nilai ekonomi produk madu hutan, meningkatnya akses informasi sebaran lokasi dan potensi panen madu.

Lalu dengan adanya Poltek Simas Berau, meningkatnya kemudahan pemenuhan syarat akreditasi, mindset berubah tentang K3, dan pengalaman kerja praktek. Lalu dengan adanya mitra penjual pun membuat meningkatnya omset usaha mereka.

Selanjutnya, meningkatkan keterampilan pengurusan izin edar produk, meningkatnya kapasitas manajemen bisnis, dan munculnya rasa bangga dari KAT. Dan tentu saja yang terakhir meningkatnya awareness masyarakat terhadap CSR Berau Coal.

“Dan pada akhirnya, hasil perhitungan nilai SROI-nya di tahun 2021 lalu di angka 15,42 meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya, yakni di 2019 di angka 2,64, dan 2020 di nilai 6,68. Dengan nilai SROI yang tinggi ini menandakan bahwa program ini memberikan benefit sebesar 15,42 dibandingkan dengan nilai investasinya. Dan Nilai SROI ini selalu meningkat sejak program dimulai pada 219 lalu,” pungkasnya.

Tags: PT Berau CoalTOP CSR Awards 2023
Previous Post

PGE Belajar dari Pengolahan Green Hydrogen di Jepang

Next Post

MMSGI, Wujudkan Perusahaan Energi Berkelanjutan Lewat Tiga Pilar Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR