TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Sideways

Agus Haryanto
17 July 2023 | 04:45
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.

Penelitian Harian Samuel, Senin, 17 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.

Pada penutupan Jumat lalu (14/7), pasar AS bergerak sideways. Dow Jones menguat 0,33%, S&P 500 melemah 0,1%, dan Nasdaq melemah 0,18%. Indeks Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi sejak Maret karena hasil pendapatan yang kuat dari beberapa bank dan perusahaan terbesar. Pasar-pasar Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari ini saat para investor menantikan data ekonomi penting yang akan dirilis oleh Cina.

Pasar komoditas terpantau sideways pada Jumat (14/7) kemarin. Minyak WTI melemah 2,31% ke level USD 75,42/bbl, Brent melemah 1,83% ke level USD 79,9/bbl, harga batubara menguat 4,4% di level USD 132,75/ton, nikel menguat 1,75% ke level USD 21.629 dan CPO menguat 0,4% ke level MYR 3.895. Harga emas terpantau melemah 0,05% ke level USD 1.964/toz.

Bursa Asia bergerak menguat pada Jumat (7/7) kemarin. Kospi menguat 1,43%, Nikkei melemah 0,09%, Hang Seng menguat 0,33%, dan Shanghai menguat 0,04%.

IHSG ditutup menguat 0,87% ke level 6.869,6. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut menguat 0,8% ke level 207,7. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 622,1 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 615,4 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net buy asing Rp 6,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBRI (Rp 266,8 miliar), BMRI (Rp 95,2 miliar), dan BUKA (Rp 50,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 45,6 miliar), BBNI (Rp 37,4 miliar), dan ASII (Rp 24,3 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXTECH, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXBASIC. Top leading movers emiten adalah BYAN, GOTO, BBRI, sementara top lagging movers emiten adalah ASII, MDKA, TPIA.

BACA JUGA:   2 Saham Bank Ini Potensi Lanjut Rally

Pagi ini Nikkei tutup (Marine Day) dan KOSPI menguat 1,43%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Penerapan GRC Mantap, Kinerja PBAS kian Meningkat

Next Post

BEI Cabut Suspensi BUVA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR