Jakarta, TopBusiness—Ahmad Taufik, Head of Product Solution PT Indonesia Digital Identity (Vida) mengamati bahwa industri keuangan menjadi area yang sangat besar persentasenya dalam fraud yang berkaitan dengan digital identity. “Padahal, dari hasil riset yang dilakukan Vida bersama Katadata Insight Center, ditemukan bahwa digital identity sangat berdampak pada percepatan pertumbuhan bisnis, industri dan ekonomi secara nasional,” kata Taufik secara tertulis ke wartawan kemarin.
Sebanyak 58% perusahaan mengalami peningkatan penjualan setelah adopsi teknologi digital identity.
“Maka, dalam kolaborasi bersama untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan teknologi memiliki peran yang signifikan dalam memberikan manfaat digitalisasi dan juga keseimbangan agar jangan sampai kekhawatiran akan fraud itu menghambat langkah kita untuk memaksimalkan manfaat dari digital identity,” ungkapnya.
Identity assurance level dan authentication assurance level merupakan dua hal yang diharapkan bisa menjadi solusi dari mitigasi risiko terhadap fraud. Vida menyadari agar keduanya dapat dengan cepat diterima oleh masyarakat, penting untuk memastikan bahwa pengguna merasakan kemudahan dan kepercayaan ketika melakukan verifikasi identitas, tanda tangan digital serta otentikasi transaksi secara digital.
Selain itu, Vida juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan literasi tentang tanda tangan digital sebagai salah satu bentuk identitas digital yang terverifikasi secara berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk mencapai tingkat maksimal dalam memitigasi risiko dan fraud.
“Kami pun berupaya untuk memberikan tata kelola yang komprehensif dan selalu menghadirkan berbagai kemudahan bagi pengguna,” kata Taufik.
Upaya bersama untuk mengembangkan standar dan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk digital identity akan membantu memperkuat keamanan praktik, meningkatkan interoperabilitas. “Dan membangun kepercayaan dalam ekosistem ekonomi digital di Indonesia.”
