TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

AFTECH: Industri Fintech Menuju Arah Keberlanjutan dan Inklusi

Nurdian Akhmad
31 July 2023 | 14:15
rubrik: Business Info
AFTECH: Industri Fintech Menuju Arah Keberlanjutan dan Inklusi

Jakarta, TopBusiness  – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) berkolaborasi dengan Katadata  Insight Center (KIC) serta didukung oleh Women’s World Banking (WWB) kembali  meluncurkan AFTECH Annual Members Survey (AMS), yang telah secara rutin diterbitkan  sejak tahun 2017. Peluncuran ini untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan terkini serta  peluang dan tantangan yang dihadapi oleh industri fintech di Indonesia.

Peluncuran AFTECH  AMS 2022/2023 dilaksanakan pada 27 Juli 2023 dalam rangkaian acara Digital Transformation  Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) di JIExpo Convention Center and Theater. AMS  2022/2023 menyoroti perkembangan industri fintech, fenomena tech winter, talenta digital,  kontribusi terhadap perekonomian (terutama investasi), penerapan tata kelola yang baik,  pemerataan infrastruktur digital, kesetaraan gender, dan regulasi yang kondusif. 

Semakin masifnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, tak lepas dari perkembangan  fintech yang terjadi beberapa tahun terakhir. Dalam ringkasan Laporan AFTECH AMS  2022/2023 diketahui bahwa sampai dengan kuartal III tahun 2022, industri fintech di Indonesia  mendominasi hingga sekitar 33% dari total pendanaan perusahaan fintech di Asia Tenggara,  kedua terbesar setelah Singapura yang mendapatkan 43% total pendanaan.

Lebih  lanjut, pertumbuhan industri fintech Indonesia masih memiliki potensi yang tinggi dalam  meningkatkan inklusi keuangan. Laporan World Bank menyebutkan bahwa hingga saat ini  terdapat 97,74 juta penduduk dewasa di Indonesia yang masih termasuk kategori belum  memiliki akses ke layanan keuangan perbankan.

Namun demikian, bisnis startup global dalam setahun terakhir dihadapkan pada tantangan akibat ketidakpastian situasi secara makro ekonomi global. Pelaku di industri teknologi dan  perusahaan startup dituntut lebih fokus untuk mempertahankan bisnis yang dijalankan serta  melakukan langkah strategis dengan melakukan inovasi untuk menghasilkan profit. Fenomena  tersebut lebih dikenal dengan istilah tech winter.

BACA JUGA:   Aftech: Penerapan ICS Perluas Inklusi Keuangan

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (31/7/2023), Direktur Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menjelaskan, meskipun dilanda  fenomena tech winter, investasi sektor fintech di Indonesia masih menunjukkan performa yang  cukup baik didukung oleh cara pandang positif pelaku fintech.

Menurut Adek, beberapa pelaku  fintech menyatakan bahwa fenomena tech winter justru dilihat sebagai momentum untuk terus  berinovasi.

“Pengesahan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi  dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan  Sektor Keuangan juga dipandang mencerminkan dukungan Pemerintah dan regulator  bagi industri fintech. Sebanyak 76% pelaku fintech setuju bahwa peraturan Pemerintah  saat ini kondusif mendukung inovasi, meski relaksasi atau kelonggaran dalam regulasi  dan pemberian insentif tertentu masih tetap menjadi harapan,” kata Adek dalam acara  Peluncuran AFTECH AMS 2022/2023.

Laporan AFTECH AMS 2022/2023 menggambarkan bahwa kerangka peraturan dari  Pemerintah dan regulator yang ada saat dinilai pelaku fintech menciptakan lingkungan yang

kondusif untuk inovasi dan investasi sehingga mendukung keberlangsungan perkembangan  industri fintech di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, tech winter yang melanda dunia dampaknya tidak terlalu dirasakan oleh industri fintech di Indonesia. Ini karena  pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dan berkelanjutan.

“Success story Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi harus jadi bagian terpenting dari  success story fintech. Karena itu, OJK berharap tren pertumbuhan fintech Indonesia  tetap positif dalam jangka panjang. Apa yang dikenal tech winter di dunia internasional  tampaknya dan seharusnya tidak terjadi di Indonesia,” ujar Mahendra.

Lebih lanjut Mahendra mengungkapkan, agar pertumbuhan fintech berjalan baik maka harus  disertai penerapan good governance, risk and compliance, transparansi, mekanisme audit  yang kredibel dan akuntabilitas sebagai perilaku kunci bisnis fintech.

BACA JUGA:   AFTECH dan Kominfo Perkuat Kolaborasi Berantas Judi Online

“Kami yakin fintech di  Indonesia mampu jadi bagian integral dari pembangunan ekonomi Indonesia. Inovasi  dan solusi yang ditawarkan fintech sangat diperlukan Indonesia yang punya  pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan, demografi yang besar dan stabilitas  politik yang baik serta pembangunan sosial serta kesejahteraan yang cepat. AFTECH  harus berperan besar untuk memperkuat industri fintech di Indonesia,” lanjut Mahendra.

Turut mendukung pernyataan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan,  ada tiga peran penting AFTECH untuk mendorong digitalisasi sistem keuangan nasional. “Pertama, partisipasi AFTECH bersama seluruh industri fintech untuk bersama Bank  Indonesia melanjutkan implementasi perluasan akseptasi QRIS, termasuk QRIS  antarnegara serta akseptasi layanan BI Fast.

Kedua, AFTECH punya peranan penting  dalam peningkatan literasi digital dan edukasi kepada masyarakat. Ketiga, dukungan  AFTECH dalam pengembangan ekonomi keuangan digital yang dilakukan Bank  Indonesia, Pemerintah pusat dan daerah termasuk digitalisasi UKM dan elektronifikasi  bansos serta moda transportasi daerah,” kata Perry.

Perry optimistis bahwa AFTECH dapat menjalankan dan meningkatkan peran penting ini  sebagai penggerak dan berkontribusi dalam transformasi digital nasional untuk kemajuan  negara dan terus berkontribusi membangun negeri demi Indonesia maju.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan, “di tengah  lingkungan bisnis yang diwarnai oleh resesi global, industri fintech berperan penting  dalam merespons tantangan-tantangan yang ada. Dalam konteks ini, kita melihat  bagaimana fintech menjadi solusi kunci untuk perusahaan dalam menjaga efisiensi dan  efektivitas di tengah tekanan ekonomi”.

Terkait fenomena tech winter yang terjadi, Pandu menambahkan, perusahaan  fintech di Indonesia melihat bahwa tech winter dijadikan sebagai momentum  untuk melakukan inovasi. Beberapa anggota AFTECH yang diwawancara  juga menyatakan bahwa mereka meluncurkan berbagai inovasi produk dan layanan untuk  mempertahankan kinerja perusahaan mereka.

BACA JUGA:   DPR Panggil OJK Terkait Pelanggaran ‘ Short Selling”

“Hal ini menunjukkan Industri  Fintech berkembang ke arah positif guna mendorong inklusi finansial mencapai  target 90% pada tahun 2024 dan memperkuat ekosistem digital nasional. Kita  yakin bahwa industri fintech Indonesia Mantap Melangkah ke arah Keberlanjutan  dan Inklusi,” ujar Pandu.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian  Keuangan Arief Wibisono mengatakan, Undang-undang Pengembangan dan Penguatan  Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah disahkan pada tahun ini juga memiliki fokus pada literasi  keuangan dan perlindungan konsumen.

“Literasi keuangan digital membutuhkan upaya bersama baik pemerintah, regulator,  akademisi dan juga industri untuk menjangkau semua kalangan. Untuk mencapai  pertumbuhan nasional yang tangguh, teknologi regulasi dan pengawasan harus berjalan  bersama,” kata Arief.

Arief berharap transformasi digital di sektor keuangan dapat terus  mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, terutama pasca pandemi Covid-19 yang  terjadi sepanjang tahun 2020-2021 yang lalu.

Tags: AftechIndustri fintech
Previous Post

Zettagrid Indonesia Raih Penghargaan Best Competency Partner of the Year FY2022

Next Post

Sumsel Energi Gemilang Nilai Penting Paham GRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR