Jakarta, TopBusiness – PT Rekadaya Elektrika (RE), perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) nasional yang bergerak di sektor energi, khususnya ketenagalistrikan, tahun ini kembali masuk dalam nominasi GRC Terbaik dari 600-an perusahaan di Indonesia yang dihelat Majalah Top Business. Presentasi dan wawancara peniurian penilaian dilakukan Rabu (2/8/2023) secara virtual yang disampaikan langsung Direktur Utama PT RE, Jonner MP Pardosi didampingi seluruh anggota Board of director (BOD) dan jajaran komisaris.
Dalam presentasinya, tahun ini Dirut PT Rekadaya Elektrika (RE) Jonner MP Pardosi membawakan materi berjudul “ Grow Stronger Through GRC Implementation. Ia memaparkan banyak hal terkait implementasi fungsi overnance, Risk, and Compliance (GRC) di perusahaan dan juga dampaknya bagi peningkatan kinerja perusahaan. Terutama pasca pandemi covid-19, di mana seiring dengan kian membaiknya kondisi yang ada, kinerja bisnis peerusahaanm mjuga bisa terus meningkat setelah sebelumnya sempat tertekan akibat pandemi covid-19.
Diakui Pandemi covid-19 yang terjadi sejak aweal 2020, berdampak pada kinerja usaha perusahaan. Pendapatan Rekadaya Elektrika pada 2021 sempat turun. Demikian pula laba bersih yang diraih perusahaan yang juga ikut terkoreksi karena kondisi sulit akibat pandemi covid-19.
“Namun seiring membaiknya kondisi pasca pandemi ini, kinerja perusahaan juga terus membaik. Pendapatan dan laba bersih tahjn 2021/2022 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya de ngan meraih laba Rp 6,96 miliar. Perusahaan juga berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp 755 Miliar dengan komposisi terbesar dari PLN Grup sebesar 72%,” ujar Direktur Utama PT RE, Jonner MP Pardosi di hadapan tim Juri Penilai TOP GRC Awards 2023 (Prof DR. Wahyudin Zarkasi-Guru Besar Fakulta Ekonomi & Bisnis Unpad Bandung, dan Ery Sumiarso CEO Sindergi Daya Prima yang dimoderatori Ahmad Chury -Solusi Kinerja Bisnis).
Turut hadir dalam wawancara oenjurian ini, di antaranya Direktur Bisnis 1- Indrayoga Suharto, Direktur Bisnis 2- Nur Hidayat, Komisaris Utama -Alfath Cordea Imalutha, Komisaris – Yudi Rahmanu, Komisaris – Ahmad Bustami, ssrta Sekdekom – Kuswati.
Dalam presentasinya, Jonner MP Pardosi memulainya dengan menjelaskan sekilas bidang usaha perusahaan, visi, misi, dan value organisasi. Selain itu juga up date strategi dan upaya membangkitkan kinerja perusahaan pasca pademi covid-19. Kemudian secara spesifik juga memfokuskan paparan tentang penerapan GRC yang kini telah terintegrasi dan didukung dengan sistem teknologi informasi. Mulai dari kebijakan GCG, kelengkapan sistem & infrastruktur GRC, penerapan GCG di Perusahaan, sistem & Kebijakan – manajemen kepatuhan, hingga inovasi implementfasi Teknologi Informasi untuk mendukung fungsi GRC dan pencapaian bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Upaya GRC yang terintegrasi denbgan sistem IT dilakukan akan memperbaiki dan menyelaraskan secara objektif visi, misi maupun nilai dari Perusahaan. Dengan demikian, semua bidang baik dari sisi bidang governance legal audit dan seterusnya, bidang risk dan compliance, bisa pro aktif Bersama mewujudkan tujuan yang diharapkan.
Selain itu juga memaparkan keberhasilan dan hal-hal terkait GRC yang membanggakan manajemen dalam 1-2 tahun terakhir terkait implementasi GRC. Di antaranya adanya prospek penanganan proyek kedepan (tahap proposal). Antara lain mendapatkan proyek di luar PLN Group : PLTS PT Pertamina Power Indonesia, Sea Water Intake Improvement PT. Solusi Bangun Andalas, Infrastruktur LNG PT. Dewata Energi Bersih (2022). Pemenangan Tender Pembangkit : PLTMG Sekupang 50 MW (2023), dan Pemenang Tender Substation Upgrade Pertamina Hulu Rokan (2023). “Tahun ini sampai Juli perusahaan mendapat perolehan kontrak baru (Tender) Rp 1 triliun lebih. Ini termasuk capaian yang cukup membanggakan bagi kami di Rekadaya Elektrika,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Churi
