TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BKPM Rayu 10 Perusahaan Tiongkok

Nurdian Akhmad
17 June 2016 | 14:14
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani hari ini (17/6) dijadwalkan melakukan pertemuan dengan 10 perusahaan di Shanghai, Tiongkok. Kunjungan ke Shanghai akan menutup serangkaian pertemuan roadshow yang dilakukan di tiga kota utama di Tiongkok yakni Qingdao, Hangzhou dan Shanghai.

10 perusahaan yang ditemui terdiri dari beberapa sektor yakni farmasi, pembangkit listrik, industri pemanis buatan, otomotif serta perbankan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan bahwa pertemuan yang dilakukan bertujuan untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan terkini menganai peraturan maupun potensi investasi di Indonesia.

“Contohnya terkait farmasi dengan adanya Perpres Nomor 44 tahun 2016, regulasi di sektor farmasi lebih terbuka untuk investor,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jum’at (17/6).

Menurut Franky, dari regulasi sebelumnya industri bahan baku farmasi yang maksimal 85% asing, kini terbuka hingga 100% untuk asing. “Dengan lebih terbuka, diharapkan mempermudah investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di sektor tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa pertemuan dengan delapan perusahaan di Shanghai memiliki arti strategis karena lokasi Shanghai sebagai pusat bisnis Tiongkok. “Ini sekarang kami bertemu dengan perusahaan dengan skala-skala besar.

Nilai investasinya cukup signifikan,” lanjutnya. Salah satu perusahaan yang diagendakan bertemu adalah perusahaan pembangkit listrik Tiongkok yang telah memiliki join venture dengan PT Pembangkit Jawa Bali untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 2 x 1.000 MW serta join venture dengan swasta nasional untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 2 x 300 MW. “Total investasi mereka mencapai US$ 2,7 miliar.

Keduanya merupakan proyek penting untuk mendukung program pembangunan pembangkit listrik 35 GW,” sebutnya. Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Kepala BKPM ke dua kota Tiongkok sebelumnya, Kepala BKPM juga dijadwalkan untuk berbicara dihadapan 250 pengusaha dan calon investor potensial dari Tiongkok. Kunjungan yang dilakukan oleh Kepala BKPM adalah bagian dari Roadshow pemasaran investasi ke 10 provinsi di Tiongkok.

BACA JUGA:   Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, Insentif Fiskal Siap Diluncurkan

Tiongkok telah menjadi salah satu sumber investasi utama bagi Indonesia. US$ 2,6 miliar investasi terealisasi sejak tahun 2010. Terutama di sektor infrastruktur, industri logam, mesin, dan elektronik. (az)

Previous Post

QNB Group Resmi akuisisi 99,81% saham Finansbank di Turki.

Next Post

Perbankan Syariah Diminta Lakukan Lindung Nilai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR