Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, mungkin bergerak sideways.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 18 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG hari ini mungkin bergerak sideways.
Saham-saham AS ditutup bervariasi pada Selasa (17/10). Dow Jones +0,04%, sebaliknya S&P 500 -0,01% dan Nasdaq -0,25%. Pasar AS mengalami sesi sideways karena investor menilai pergerakan imbal hasil obligasi terbaru (yang dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketatnya lebih lama dari perkiraan sebelumnya), sementara musim laporan pendapatan perusahaan meningkat.
Pasar komoditas beragam pada Selasa (17/10), minyak -0,30% ke USD 86,6/bbl, batu bara -3,38% ke USD 146,00/ton, nikel +0,12% ke USD 18.610, CPO 0,00% ke MYR 3.781, dan emas +0,20 % menjadi USD 1.935,70/toz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup menguat pada Selasa (17/10). Nikkei +1,20%, Hang Seng 0,75%, Shanghai 0,32%, dan KOSPI 0,98%. IHSG mengakhiri sesi Senin pada 6.939,6 (+0,63%), dengan investor asing mencatatkan net sell secara keseluruhan sebesar Rp 323,4 miliar; Rp -370,1 miliar di pasar reguler, dan Rp 46,7 miliar di pasar negosiasi.
Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 218,1 miliar), disusul BBRI (Rp 121 miliar), dan BMRI (Rp 85,1 miliar). Foreign inflow terbesar di pasar reguler dicatatkan AMMN (Rp 57,2 miliar), diikuti oleh TLKM (Rp 36,6 miliar), dan GGRM (Rp 29,4 miliar). Top lead mover adalah BREN, BYAN, TLKM, sedangkan top lagging mover adalah BBRI, BBCA, BMRI.
Nikkei dibuka menguat tipis (+0,05%), sedangkan KOSPI (-0,20%) dibuka melemah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways didukung oleh beragam sentimen di pasar global dan regional,” demikian tertulis.
