Jakarta, TopBusiness – PT Gudang Garam Tbk (IDX: GGRM), salah satu emiten yang merupakan produsen rokok ini tetap mencatatkan kinerja positif di tegah performa harga rokok yang terus meningkat. Sampai sembilan bulan di tahun ini, GGRM mencatatkan peningkatkan kinerja laba bersih signifikan, kendati dari sisi penjualan mengalami perlambatan.
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan di Kediri, Jawa Timur, Senin (30/10/2023), emiten GGRM trcatat berhasil memnorehkan laba bersih mencapai Rp4,46 triliun atau melambung 197,33 persen (y-o-y), meskipun penjualan mengalami penurunan 12,96 persen.
Untuk penjualan GGRM tersebut hingga akhir 30 September 2023 itu merosot 12,96 persen menjadi Rp81,75 triliun dari Rp93,92 triliun pada periode yang sama di 2022.
Namun demikian, GGRM tercatat mampu menekan beban pokok penjualan di kuartal III-2023 hingga 18,44 persen (y-o-y) menjadi Rp70,33 triliun. Sehingga, laba bruto selama sembilan bulan pertama tahun ini menjadi Rp11,42 triliun atau melonjak 48,5 persen (y-o-y).
Selain itu, perseroan juga terpantau mampu menekan beban usaha per kuartal III-2023 sebesar 5,23 persen (y-o-y) menjadi Rp5,44 triliun. Pada pos pendapatan lainnya, tercatat meningkat 19,35 persen (y-o-y) menjadi Rp203,59 miliar.
Dengan demikian, laba usaha GGRM selama sembilan bulan pertama di 2023 tercatat melesat 188,37 persen (y-o-y) menjadi Rp6,2 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan untuk periode yang berakhir 30 September 2023 sebesar Rp5,75 triliun atau melonjak 196,39 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di kuartal III-2023 yang sebesar Rp1,29 triliun, maka laba periode berjalan GGRM menjadi Rp4,46 triliun atau melambung 197,33 persen (y-o-y).
Sedangkan, besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal III-2023 juga tercatat Rp4,46 triliun atau setara dengan lonjakan 197,33 persen (y-o-y).
Per 30 September 2023, total ekuitas GGRM tercatat Rp60 triliun atau bertumbuh 3,7 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp57,86 triliun. Sementara itu, total liabilitas hingga akhir kuartal III-2023 bisa ditekan hingga 13,16 persen menjadi Rp26,67 triliun dari Rp30,71 triliun pada akhir Desember 2022.
