Jakarta, TopBusiness—Ekonomi Indonesia triwulan III-2023 terhadap triwulan III 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y/year on year). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,74 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,21 persen. Hal tersebut dipaparkan dalam rilis data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik RI (BPS), hari ini.
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada triwulan III 2023 di hampir seluruh provinsi mengalami pertumbuhan yang melambat (y-on-y), dalam hal itu kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang perekonomian terbesar dengan kontribusi sebesar 57,12 persen dan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,83 persen (y-on-y).
Dijelaskan pula bahwa sampai dengan triwulan III 2023, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,30 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan terbesar terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 7,01 persen.
Sementara itu, ekonomi Indonesia triwulan III 2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,60 persen (q-to-q/quarter to quarter). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,87 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,70 persen.
Masih berdasarkan rilis data BPS tersebut, perekonomian Indonesia pada triwulan III 2023 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.296,0 triliun atau atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.124,9 triliun.
