Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah dan DPR akan segera mengesahkan Undang- Undangn Pengampunan Pajak, dengan demikian dana repatriasi diharapkan segera datang. Untuk itu, Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan industri pasar moda paling siap menampung dana tersebut.
“Pasar modal bukan hanya siap, tapi paling siap sebab saat ini transaksi mencapai Rp 6 triliun perhari,itu dengan velocity baru 21 persen, “ ujar dia di Jakarta, Selasa(28/6/2016).
Ia menjelaskan, tingkat velocity atau nilai transaksi dibagi kapitlisasi pasar modal Indonesia masih jauh tertinggal dari pasar modal negera tetangga Singapura 40%, Thailand 70 % dan Tiongkok 400 %. Sehingga jika ada limpahan dana repatriasi maka pasar modal akan mampu menampung transaksi hingga dua kali velocity saat ini.
”Kalau velocity naik dua kali saja maka transaksi mencapai Rp 12 triliun perhari maka Rp 144 trilun perbulan “ ujar dia.
Sementara produk yang akan menjadi sasaran dana repatriasi, Kata dia, jumlahnya cukup banyak sebab calon emiten baru akan ada belasan , jumlah produk dan jumlah investor yang memadai,” Kita tahu pintu masuk dananya itu ke perbankan, penasehat investasi dan broker, “ ujar dia.
Ia mengingatkan, dana yang masuk ke pasar modal baik itu ke surat utang, reksadana dan saham akan di lock-up (dikunci ) selama tiga tahun. Namum yang di lock-up hanya nilai di rekening dana nasabah ( RDN ) saja,“Mereka masih bisa ganti portofolio saham atau reksadana,,” pungkas dia( az)