Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan masih berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (19/12/2023) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Bursa AS pada perdagangan semalam (18/12) ditutup menguat. Dow Jones ditutup flat, S&P 100 +0,45% dan Nasdaq +0,45%. Penguatan terjadi karena kelanjutan dari beberapa rilis data di minggu lalu seperti inflasi yang tampak turun dan tren penurunan suku bunga di 2024.
Dari pasar komoditas ditutup mixed. Minyak +1,46% ke level USD 72,47/bbl, emas +0,24% ke level USD 2.041/toz dan CPO 1,94% ke level MYR 3.746. Sedangkan nikel -3,53% ke level 16.473 dan batubara 1,05% ke level USD 141,25/ton.
Pada penutupan kemarin, bursa regional ditutup melemah. Nikkei -0,64%, Hangseng 0,97% dan Shanghai 0,40%.
IHSG juga ditutup melemah 0,99% ke level 7.119,52 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 383,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 476,3 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 93,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 316,4 miliar), BMRI (Rp 89,6 miliar), dan TLKM (Rp 66,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak AMRT (Rp 46,4 miliar), PGEO (Rp 46,2 miliar), dan ASII (Rp 44,4 miliar). Top leading movers emiten TPIA, CUAN, AMMN, sementara top lagging movers emiten GOTO, BREN, BRPT.
Pagi ini bursa regional dibuka mixed. Nikkei +0,05% dan Kospi -0,08%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini seiring mixed sentimen global dan regional,” demikian hasil riset.
