TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengembangan eASY.KSEI Kembali Jadi Program 2024, KSEI: Sudah Digunakan 845 Emiten dan 1.387 e-RUPS

Busthomi
27 December 2023 | 17:43
rubrik: Capital Market
Pengembangan eASY.KSEI Kembali Jadi Program 2024, KSEI: Sudah Digunakan 845 Emiten dan 1.387 e-RUPS

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memiliki beberapa program prioritas di tahun depan. Dan tiga program di antaranya adalah siap diimplementasikan mulai kuartal I-2024 mendatang.

“Jadi, kami KSEI tersu berupaya menciptakan inovasi terbaik yang terbaik untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia. Di tahun ini, KSEI memiliki beberapa program strategis yang terkait dengan pengembangan infrastruktur. Dari beberapa program strategis yang telah dirumuskan, tiga di antaranya siap diimplementasikan kuartal I-2024 nanti,” ungkap Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, di Jakarta, Rabu (27/12/2024).

Rencana strategis KSEI pertama yang akan diimplementasikan tahun depan adalah platform administrasi prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC). Sejauh ini, KSEI telah mengembangkan platform untuk layanan administrasi prinsip mengenali nasabah (LAPMN) yang diberi nama CORES.KSEI (centralized investor data management system).

Pengembangan platform LAPMN ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Layanan Administrasi Prinsip Mengenali Nasabah (LAPMN) yang diterbitkan 8 Agustus 2023.

Dengan CORES.KSEI, pemakai jasa dan investor pasar modal dapat menggunakan platform terpusat untuk digitalisasi data dan dokumen KYC nasabah, sehingga dapat dilakukan sharing data KYC pada proses pembukaan rekening berikutnya agar lebih efisien dan tidak diperlukan proses berulang.

“KSEI berharap platform CORES.KSEI dapat mendukung akselerasi pendalaman pasar melalui kemudahan proses consumer due diligence di sisi Penyedia Jasa Keuangan dan nasabah, sehingga jumlah investor di pasar modal dapat tumbuh lebih cepat melalui platform yang berbasis elektronik dan fintech,” imbuh Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi Dharma Setyadi.

Selain itu, tambah Dharma, KSEI juga telah siap untuk merealisasikan pengembangan terkait alternative penyimpanan dana nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) dan Invesor Fund Unit Account (IFUA).

BACA JUGA:   Indeks Cetak Pengurangan Poin

SRE maupun IFUA merupakan rekening yang digunakan untuk proses transaksi di pasar modal, yaitu SRE untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang, serta IFUA untuk instrumen reksa dana.

Pemanfaatan SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah pasar modal ini bertujuan untuk memudahkan investor khususnya individu, mulai dari pembukaan rekening investasi, saat melakukan transaksi hingga penyelesaian transaksi.

SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah dapat menjadi pilihan bagi investor untuk menyimpan dana yang digunakan untuk transaksi pasar modal selain Rekening Dana Nasabah (RDN) yang saat ini diterapkan.

Selain 3 rencana strategis yang siap implementasi tahun mendatang, KSEI memiliki beberapa rencana strategis lain yang meliputi perluasan Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST) dan perluasan fitur eASY.KSEI. “Perluasan S-MULTIVEST dilakukan agar dapat digunakan untuk industri asuransi dan dana pension,” ujar dia.

Sebelumnya, S-MULTIVEST yang merupakan pengembangan system S-INVEST, telah diluncurkan pada tahun 2020 untuk mendukung implementasi program pemerintah yaitu Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA). S-MULTIVEST untuk industri asuransi dan dana pensiun diharapkan sudah dapat terealisasi mulai tahun 2024.

Untuk memperluas fungsi eASY.KSEI, yang merupakan platform untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) online, KSEI tengah menambahkan fitur baru untuk mendukung penyelenggaraan RUPS online jenis Efek lainnya. Sebelumnya, KSEI telah meluncurkan EASY.KSEI sejak tahun 2020 yang dapat digunakan untuk penyelenggaran RUPS online efek bersifat ekuitas.

“Hingga 20 Desember 2023, eASY.KSEI ini sudah digunakan oleh 845 emiten atau meningkat dari tahun 2022 sebanyak 778, dan 1.387 e-RUPS yang sudah diadakan dan sebelumnya 1.319. Adapun investor pengguna e-proxy sebanyak 21.280 dan investor pengguna e-voting adalah 9.532,” terang Dharma.

BACA JUGA:   Kans IHSG Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham BBCA, PTBA, KLBF, ICBP

Kata dia, pengembangan eASY.KSEI dilakukan KSEI untuk mendukung penggunaan platform tersebut dalam penatausahaan dan penyelenggaran RUPS online untuk Efek Bersifat Utang, Efek Obligasi Syariah dan Unit Penyertaan. Pengembangan ini merupakan program multi-years yang ditargetkan untuk terealisasi mulai tahun 2024.

Tags: e-RUPSeASY.KSEIinvestor pasar modalkseipasar modal
Previous Post

Investor Pasar Modal Capai 12,13 Juta, KSEI Targetkan 2,5 Juta Investor Baru di 2024

Next Post

Tol Binjai -Pangkalan Brandan jadi Pilot Project Konstruksi Berkelanjutan Hutama Karya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR