TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2024, Bank Kalsel Optimis Modal Inti Minimum Tercapai

Agus Haryanto
17 January 2024 | 23:05
rubrik: Event
2024, Bank Kalsel Optimis Modal Inti Minimum Tercapai

Jakarta,  TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel optimis mampu memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun pada tahun 2024.

Manajemen berharap penguatan permodalan inti minimum hingga melebihi nilai nominal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bisa tercapai pada Hari Ulang Tahun ke-60 Bank Kalsel, dan itu sekaligus merupakan sebuah tantangan bagi para insan, terutama kepala-kepala cabang.

Saat memberikan paparan di pembukaan materi presentasi penjurian, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menjelaskan sedikit seputar perkembangan kinerja sepanjang dua tahun kemarin terkait dengan permodalan bank.

Dirinya menjelaskan seputar pelaksanaan skenario pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun mengacu kepada POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, terutama untuk memastikan pemenuhannya sebelum akhir tahun 2024. Dan atas upaya manajemen dan mendapatkan dukungan dari pemegang saham, maka tercapai.

“Alhamdulillah, saya yang tahun lalu memaparkan terkait dengan kinerja permodalan. Tahun 2023 ini tantangan kami adalah bagaimana memenuhi modal jadi Rp 3 triliun di POJK No. 12 Tahun 2020, kewajiban modal di 2024 ini. Kalau tidak terpenuhi Bank Umumnya dicabut menjadi BPR. Sanksi lainnya, BPR tak bisa menerima transfer dari pusat ke daerah. Jadi terancamlah penunjukkan kita sebagai kas daerah. Hal ini yang saya sangat kita jaga di tahun lalu,” ungkap dia, di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024, secara dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (17/01/2024).

Dalam rangka meningkatkan modal inti  minimum di tahun 2024, Bank Kalsel bisa terlepas dari status BPR. Tidak seperti BPD lain yang harus rela masuk dalam skema kelompok usaha bank atau KUB. “Dan Alhamdulillah per Desember 2023 sudah Rp 2,7 triliun. Insya Allah di tahun 2024, Desember nanti sekitar Rp 3,4. Jadi sudah melampaui ambang batas. Dan laporan juga bahwa sampai saat ini, ada 9 BPD yang kira-kira terdampak, mereka tidak memilih opsi untuk menjadi BPR tapi KUB (kelompok usaha bank) dengan bank BPD lain yang besar, rata-rata ada di Pulau Jawa. Kita berusaha bagaimana untuk memenuhi ini. Alhamdulillah skenario yang kami bangun itu terlaksana 100 persen,” ungkap Fachrudin.

BACA JUGA:   Atasi Tantangan, Perumdam Tirta Muaro Tebo Berhasil Jaga Perusahaan Tetap Sehat

Diakui dia, dalam meningkatkan permodalan peran pemegang saham sangat signifikan. “Seluruhnya dari modal organik pemegang saham. Di tengah kondisi keuangan yang tidak terlalu bagus di daerah, pemerintah daerah selaku pemegang saham tetap berkomitmen untuk memenuhi modalnya. Itu yang patut kami syukuri atas dukungan dan kontribusi dari pemerintah daerah bagi pengembangan Bank Kalsel,” ujar dia.

Selain itu, peran sumber daya manusia atau SDM tak boleh diabaikan demi percepatan peningkatan kinerja keuangan, dan berharap pada HUT ke-60 modal inti minimum sudah terlampaui. “Sebenarnya challenge saya ke kawan-kawan, ke seluruh kepala cabang yang me-maintance pemda. Tahun ini di usia kami yang ke-60 tanggal 25 Maret, kami berkeinginan di saat ulang tahun itu modal kami sudah melebihi Rp 3 triliun. Jadi, ini target kita semua bahwa di ulang tahun yang 60 di tanggal 25 Maret nanti, modal kita sudah melampuai Rp 3 triliun. Jadi tanpa harus menunggu akhir Desember, tapi di Maret Insya Allah sudah kami penuhi modal itu,” kata dia.

Dirinya pun bersyukur atas keberhasilan yang telah didapat sepanjang tahun lalu dengan strategi utama adalah mengoptimalkan pendapatan untuk mempertahankan tingkat profitabilitas yang stabil. Itu dibuktikan dengan raihan laba di akhir Desember 2023 dan pengendalian tingkat kredit bermasalah. “Alhamdulillah, tahun 2023 ini laba kita tumbuh sekitar 7 persen di tengah tekanan suku bunga yang mengakibatkan biaya DPK cukup tinggi. Tapi Alhamdulillah di 2023, kita bisa tumbuh labanya. Kemudian, efisiensi kita sudah melakukan penggantian core banking, kita berupaya menekan BOPO melalui pengelolaan biaya secara ketat. Kemudian menjaga kualitas kredit, melalui NPL. NPL kami  Alhamdulillah tahun 2023, sudah terjaga dengan baik dan mudah-mudahan tahun 2024 kita pastikan juga NPL terus mengalami perbaikan,” jelas Fachrudin.

Previous Post

Peluang Pertumbuhan Lanskap Rantai Pasokan dan Logistik Indonesia pada 2024

Next Post

Indeks masih Dalam Keadaan Rawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR