JAKARTA, TopBusiness – Konsultan Bisnis, Frost & Sullivan, bekerja sama dengan Asosiasi Logistik Indonesia telah berhasil menyelenggarakan acara Growth Council Think Tank yang sangat dinanti-nantikan dengan tema “2024 Growth Opportunities: Navigating Indonesia’s Supply Chain and Logistics Landscape.”
Think Tank ini memberikan pandangan yang komprehensif dan wawasan terkait tantangan dan peluang di masa depan yang akan membentuk sektor logistik dan rantai pasokan Indonesia. Ketika ekonomi global bergulat dengan tantangan pasca-COVID-19 dan konflik geopolitik, sektor logistik dan rantai pasokan berperan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Negara-negara maju menghadapi penurunan pertumbuhan, sementara negara-negara berkembang seperti Indonesia menunjukkan
ketangguhannya.
Country Head Frost & Sullivan Indonesia,Koh Eng Lok, dan Direktur Jeff Tan, bersama dengan Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Ir. Mahendra Rianto berbagi keahlian mereka dengan memberikan penekanan khusus pada integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam solusi rantai pasokan dan logistik, yang menghadirkan peluang-peluang baru untuk efisiensi dan inovasi.
“Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang solid dalam satu dekade terakhir dan juga telah membuat langkah yang signifikan dalam mengurangi biaya logistik, meningkatkan ekonomi digital serta mendorong pengembangan energi dan
infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Koh Eng Lok.
“Pada tahun 2024, sektor logistik dan rantai pasokan Indonesia siap untuk tumbuh didorong oleh pasar domestik yang kuat dan transformasi rantai pasokan global yang sedang berlangsung,” jelas Jeff Tan.
“Dengan ekonomi yang diperkirakan akan stabil, terdapat peluang yang signifikan di berbagai bidang seperti digitalisasi, energi
terbarukan dan pembangunan infrastruktur, yang mencerminkan peningkatan efisiensi dan ketahanan ekonomi Indonesia,” lanjutnya.
“Volume pasar logistik yang menjanjikan ini didorong oleh 14,29% kontribusi rantai pasok dan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ukuran pasar yang besar ini harus diberikan kepada perusahaan logistik pihak ketiga lokal yang segera menjadi ‘Pemain Lokal Kelas Dunia’,” kata Ir. Mahendra Rianto.
