Jakarta, TopBusiness—Bisnis kecantikan di Jabodetabek kini semakin berprospek bagus. Termasuk di situ adalah nail art and eyelashes. Penyebab hal itu adalah kebutuhan para wanita untuk tampil menarik/cantik. Hal itu dikatakan oleh Andriani, praktisi bisnis nail art and eyelashes, secara tertulis, hari ini.
Ia mengatakan bahwa, untuk kota Metropolitan seperti Jakarta, tampil cantik bagi kaum wanita adalah sesuatu hal yang wajib dalam mengekspresikan diri. Dan untuk itu, mereka merasa perlu terlihat berbeda dengan wanita lain. “Dengan tampilan yang berbeda, seorang wanita bisa terlihat lebih cantik dan anggun, bukan?” kata Andriani.
Pemilik Lustic Nail and EyeLashes ini mengatakan bahwa layanan nail art and eyelashes menjanjikan untuk sebuah bisnis. Sebab, hal itu dijalankan dengan kreativitas.
Paralel dengan di Jakarta, di kota satelitnya seperti Bodetabek, perawatan kecantikan tersebut tentu juga diminati. Sebab, perekonomian di kota satelit tersebut tentunya didorong oleh dinamika ekonomi Jakarta. “Tampil cantik merupakan hak wanita, dan bisnis tersebut saya rasa bisa diduplikasikan di mana pun di Indonesia,” kata Andriani yang juga Calon Legislatif DPR RI Pemilu 2024 dari Partai Bulan Bintang.
Siapakah pangsa pasar potensial untuk bisnis tersebut? Menjawab pertanyaan ini, Andriani mengatakan bahwa sejatinya wanita dari semua segmen ekonomi bisa menjadi target bisnis. “Maka, sebagai pebisnis, yang terpenting adalah memilih lokasi yang tepat untuk bisnis tersebut. Layanan yang disediakan kemudian disesuaikan dengan karakter demografi di situ.”
Kemudian, tentang nilai investasi untuk masuk ke bisnis tersebut, Andriani mengatakan bahwa nilainya memang terbilang tidak sedikit. Yang jelas, investasi untuk klinik nail art and eyelashes bisa mencapai break event point dalam setahun. Sementara itu, return of investment mulai berjalan dalam setahun berikutnya secara bertahap.
“Bagi saya, dalam bisnis tersebut, hal yang juga penting adalah ikut menaikkan level ekonomi wanita yang bekerja di bisnis tersebut,” ia menambahkan.
Di samping itu, bisnis tersebut bisa memberikan skill khusus ke wanita yang bekerja pada bidang tersebut. Mendapatkan sumber daya manusia untuk bisnis tersebut sejatinya tidak mudah. “Mendapatkan tim kreatif yang ‘siap pakai’ tidaklah mudah. Jadinya, saya menjalankan bisnis sambil melatih tenaga kreatif,” Andriani menceritakan.
Sebelum menekuni bisnis layanan kecantikan tersebut, Andriani sudah berbisnis di bidang lain. Itu antara lain bisnis TI (teknologi informasi), budidaya udang vaname, trading/pemasok untuk instasi pemerintah atau pun swasta, dan lain-lain.
“Sebagai business woman, saya tentu mengupayakan untuk profesional dan tampil menarik. Dari kebutuhan tersebutlah saya kemudian tertarik untuk masuk ke bisnis layanan kecantikan ini,” Andriani menjelaskan.
