Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi-Sumatera Utara terpilih menjadi salah satu dari 200 finalis di ajang penjurian “TOP BUMD Awards 2024” yang diselenggarakan Majalah TopBusiness. Ini adalah keikutsertaan ketiga dari Perumda Lae Nciho diajang ini.
Dalam wawancara penjurian yang berlangsung secara virtual pada Selasa (27/02/2024), Direktur Utama Perumda Lae Nciho Wahlin Munthe menyampaikan sejumlah strategi bisnis, inovasi serta capaian-capaian perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Di mana, PDAM Lae Nciho yang berdiri sejak 1982 ini mengalami rata-rata tingkat pertumbuhan pelanggan 5.06% dengan jumlah langganan (SL) saat ini sebanyak 23.059 pelanggan. Adapun tingkat kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum milik Kabupaten Dairi ini berdasarkan indikator kinerja BPKP pada tahun buku 2022 adalah sebesar 2,94 atau masuk kategori “SEHAT”.
“Selain itu kami juga berdasarkan audit keuangan yang dilakukan oleh auditor independen dari Kantor Akuntan Publik, dilaporkan bahwa manajemen keuangan yang dilaksanakan berdasarkan SAK-ETAP mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) selama tujuh tahun berturut-turut dari tahun 2017 sampai tahun 2024,” kata Wahlin Munte.
“Kemudian kita juga ada di peringkat ke empat di Tingkat Provinsi untuk Perumda dari 19 perumda yang ada,” sambung dia.
Wahlin mengatakan dalam menjalankan operasionalnya di tahun 2023, Perumda Lae Nciho dihadapkan pada sejumlah tantangan. Ini seperti sampai saat ini adalah banyak pengelolaan air minum pedesaan yang di kelola oleh BUMDES. Lalu Banyaknya alih fungsi lahan yang mengakibatkan debit sumber air Baku Perumda menjadi menurun.
“Apalagi kita ini daerah pegunungan dan jika hutan ini ditebang habis maka produktivitasnya pasti terganggu. Kemudian Kurangnya pemakaian air, yang di akibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Ini karena kita juga ada di wilayah kita ini cuacanya dingin maka pemakaian airnya juga tidak terlalu boros sekitar 16 meter kubik per bulan, dimana rata-ratanya kan konsumsi air masyarakat itu ada di18 meter kubik,” ujar Wahlin Munte.
Kendati begitu, pihak Perumdam Lae Nciho ini tidak lantas patah arang. Pihaknya terus berupaya untuk bisa menggaet pelanggan sebanyak mungkin, terutama dari pelanggan perumahan dapat dilayani sesuai target yang sudah dicanangkan.
Untuk itu, pihaknya pun sudah memasang sederet target yakni; penambahan sambungan rumah, peningkatan cakupan pelayanan, menurunkan tingkat kehilangan air, percepatan jumlah hari penagihan dan meraih serta meningkatkan laba.
“Target kinerja tentunya perluasan cakupan layanan melalui penambahan sambungan. Kemudian pada bulan Mei InshaAllah kita serah terima ada bantuan sekitar Rp 52 miliar melaui Kementerian PUPR dari Pemerintah Pusat, ada dua pertama itu untuk Air Baku namanya tepatnya di desa Sigalingging nanti itu akan kita alirkan ke kota Sidikalang. kemudian ada perbaikan kualitas atau pembangunan instalasi pengolahan air yang menelan dana sekitar Rp42 miliar tepatnya di Desa Lae Nuaha,” jelas Wahlin Munte.
Hal lain yang juga cukup membanggakan yakni keberhasilan perusahaan dalam menjaga dan menekan tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW) yang saat ini di level 23, 85% jauh di bawah tingkat kehilangan air pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Indonesia atau rata-rata nasional saat ini yang berada di kisaran 30 %.
“Dengan tingkat kebocoran yang rendah ini, semua hasil produksi bisa dioptimalkan untuk pelanggan maupun ekspansi menambah pelanggan baru,” katanya.
Peningkatan kinerja usaha tersebut, lanjutnya, selain upaya efisiensi antara lain juga karena adanya penambahan sambungan baru dan reklasifikasi pelanggan. Dari aspek pelanggan, pihaknya juga melakukan inovasi untuk memudahkan layanan dan kemudahan sambungan baru dengan menerapkan sistem sambungan mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan cara sambungan rumah sistem kredit.
“Untuk kemudahan bayar rekening air, kami juga sudah menerapkan billing system (rekening online), serta melakukan kerja sama dengan ritel seperti Alfamart dan Indomart. Sehingga pelanggan bisa bayar tagihan rekening air PDAM Lae Nciho dari mana saja, tanpa harus datang ke loket pembayaran,” ujar Wahlin Munthe.
Meskipun Perumdam milik Pemerintah Kabupatan Dairi ini sarat dengan tantangan, menurut Wahlin, pihaknya tetap mampu mencapai kinerja bisnis yang positif. Dalam target kinerja bisnis ini pihaknya juga terus mengalami pertumbuhan. Meskipun memang belum bisa memenuhi target yang ada. Baik itu target penjualan atau pendapatan maupun target jumlah pelanggan.
Untuk pencapaian pendapatan berhasil di angka 70% atau sebesar Rp14,61 miliar dari target sebesar Rp20,94 miliar pada tahun 2022. Berarti masih lebih baik dari pencapaian tahun 2021 lalu sebesar Rp13,97 miliar atau tercapai 60% dari target. Sementara secara tahunan (year on year) pendapatannya bertumbuh 10%.
Pun demikian dengan target jumlah pelanggan. Di tahun 2022 lalu sebanyak 22.451 pelanggan atau tercapai 96% dari target sebesar 23.269 pelanggan. Juga angka ini masih lebih baik dari tahun 2021 lalu sebanyak 21.656 pelanggan alias tercapai 90%. Sehingga jika dilihat secara tahunan bertumbuh sebesar 6% (yoy).
Editor: Nurdian
