Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh, Sumatera Barat atau yang akrab disebut PAM Tigo kembali menjadi finalis peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2024. Kali terakhir mengikuti ajang TOP BUMD adalah di tahun 2022 lalu.
Dan dalam proses penjurian TOP BUMD Awadrs 2024 yang digelar secara daring pada Selasa (5/3/2024) lalu itu, PAM Tigo membeberkan banyak keberhasilan sepanjang tahun 2023 lalu. Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan dalam memanfaatkan peran IT untuk menunjang bisnis perusahaan.
Dan ternyata, PAM Tigo sudah mengembangkan proses transformasi digital ini dan berjalan sukses. Terbukti dengan banyaknya sistem IT yang digunakan untuk menunjang bisnis perusahaan. Dan berdampak positif ke kinerja dan setoran dividen Pendapatan Asli Daerah ke pemegang sahamnya.
Apalagi memang, Perumdam milik Pemerintah Kota Payakumbuh ini sudah menggariskan terkait digitalisasi itu di Visi Perusahaan. “Jadi Visi PAM Tigo adalah ‘Menjadi Perusahaan Air Minum yang smart, berbasis teknologi dan terbaik di Sumatera’ dengan Misinya adalah ‘Menghasilkan keuntungan finansial dengan membangun kepercayaan, keunggulan kompetitif, kontinutas, air minum berkualitas tinggi dan pelayanan yang sopan professional,” papar Dr. H. Khairul Ikhwan, MM, selaku Direktur Utama PAM Tigo saat penjurian tesebut.
Khairul pun membeberkan banyak pengembangan di ranah IT ini yang sudah berhasil menyokong laju bisnis perusahaan. Dan dalam penjurian kali ini, Khairul didampingi oleh Kasubag Produksi PAM Tigo, Gusta Alexsney dan Kasubag IT PAM Tigo, Hengki Yurdi Putra.
Untuk diketahui, PAM Tigo sendiri memiliki aktivitas usaha penyediaan layanan air minum untuk masyarakat Kota Payakumbuh. Dengan proporsi orientasi usahanya sebanyak 50% untuk mencari laba dan sebanyak 50% sebaga layanan publik atau sosial.
Adapun untuk nilai kinerja sendiri untuk tahun 2022 berada di nilai 3,31 atau kategori ‘Sehat’ berdasar penilaian dari Kemengterian PUPR. Dengan peringkat secara nasional di posisi 53 dan peringkat di Provinsi Sumbar di level ketiga.
Sementara untuk posisi jumlah langganan (SL) sebanyak 33.916, dengan cakupan layanan teknisnya di angka 96,4% & administrasi 95,3%. Dengan kualitas air minum adalah memenuhi syarat air bersih (MSAB) dan rata-rata jam layanan per hari sebanyak 24 jam, namun sayangnya tingkat NRW memang masih tinggi di angka 35,75.
“Dengan kondisi seperti itu, untuk meningkatkan kinerja kami mengusung strategi bisnis yaitu eningkatkan pelayanan secara kualitas, kuantitas dan kontinutas air; lalu meningkatkan kinerja operasional teknik secara Norma Standar Prosedur Manual (NSPM) yang seharusnya; dan mempercepat pertumbuhan organisasi menuju profesionalisme,” kata dia.
“Apalagi memang, amanat dari Kepala Daerah juga kami targetkan untuk penurunan NRW dan pengembangan usaha lain selama 2020 – 2025 ini,” katanya lagi.
Kinerja dan Inovasi
Dengan posisi PAM Tigo seperti itu, Khairul memaparkan dampak positifnya ke kinerja yang terus bertumbuh. Untuk pendapatan misalnya. Di tahun 2022 lalu, pendapatan perusahaan mencapai Rp31.465.735.950 dan terus meningkat menjadi Rp32.842.800.080 di tahun 2023 lalu. Dan jumlah pelanggan PAM Tigo ini juga meningkat. Per 2023 lalu sebanyak 34.424 dan angka tersebut berarti naik dari tahun sebelumnya 33.916.
Hal itu diakui dia, salah satunya karena adanya transformasi digital yang berhasil. Dan beberapa inovasi yang sudah dilakukan adalah pembangunan Billing Sistem, penggunaan Data Spasial GIS, perancangan Sistem SCADA, perancangan Sistem Sambungan baru dan Pengaduan Online. “Termasuk juga inovasi-inovasi lain di bidang IT yang akan menuju SWC atau Smart Water Company – ERP Base,” ujarnya.
Dalam GIS ini, IT-nya itu sudah mengelola dan memvisualisasikan data pengelolaan air terkait, seperti: website kantor, digitalisasi di bidang Keterbukaan Informasi Publik, Sistem Pembayaran/Billing Sistem, Sistem Pembacaan Meter, Sistem Presensi/Kehadiran, Sistem Pembukuan dan Akuntansi, Sistem Penagihan, Sistem Reklasifikasi Pelanggan, Informasi pelanggan, peta jaringan perpipaan, Peta Valve, Sensor Tekanan, Sensor Volume reservoar (%), dan kontrol Pompa Jarak Jauh (on/off).
Bahkan IT ini sudah digunakan untuk mewujudkan implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui aplikasi. Ini ada di Website Pelayanan Informasi Publik. Sehingga dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG itu di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Sago (PAM-Tigo) Kota Payakumbuh melalui transparansi informasi publik yang akuntabel untuk memenuhi kebutuhan informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui Website Pelayanan Informasi Publik.
Termasuk juga dalam hal pengembangan Smart Water Company (SWC). Dalam hal ini, PAM Tigo merancang dan mengimplementasikan Smart Water Company (SWC). Pengembangan solusi cerdas untuk manajemen air yang melibatkan penerapan teknologi canggih seperti sensor pintar, sistem monitoring, dan analisis data.
“Dan tujuan utama SWC adalah meningkatkan efisiensi penggunaan air dan memberikan pelayanan air yang terdepan,” ujar Khairul.
Dan masalah IT juga menjadi perhatian dari jajaran Direksi PAM Tigo ini. Seperti pertama, digitalisasi data pelanggan Berbasis GIS, yang bertujuan untuk penagihan dan penanganan keluhan pelanggan terhadap Pelayanan Air Minum.
Kedua, digitasi jaringan pipa dan aksesoris berbasis GIS, sehingga memudahkan ketika adanya perbaikan dan percepatan penanganan kerusakan jaringan perpipaan.
“Dan ketiga, evaluasi jaringan yang bersetujuan untuk pembagian zonasi berdasarkan system SPAM eksisting dengan pemodelan hidrolika pada daerah pelayanan,” pungkas dia dengan menambahkan, PAM Tigo juga ikut berkontribusi ke daerah melalui pemberian PAD kepada Pemkot Payakumbuh dengan besaran yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
