Jakarta, TopBusiness – Mengangkat tema ‘Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan’, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. – Perawang Mill sukses melewati sesi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (26/4/2024) lalu. Hadir ketika itu, Armadi selaku Public Affair PT Indah Kiat Pulp & Paper – Perawang Mill, memberikan paparan di hadapan dewan juri.
“Kita ambil tema ‘Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan’ tentu dengan harapan kita dapat mewujudkan pemberdayaan (dan) kesejahteraan masyarakat,” ujar Armadi dalam pembukaan paparannya.
PT Indah Kiat – Perawang Mill didirikan pada tahun 1982. Saat ini perusahaan telah memiliki sekitar 5716 karyawan. Sebagai perusahaan penghasil kertas dan tisu, PT Indah Kiat – Perawang Mill memiliki visi menjadi perusahaan kertas berstandar internasional dengan kualitas produk unggulan untuk mampu bersaing di tingkat lokal maupun global.
“Tentu dengan misi kita, yakni bekerja dengan integritas dan komitmen kepada pelanggan, karyawan dan pemegang saham dan terus meningkatkan kualitas dan kinerja serta keunggulan produk,” ungkap Armadi.
Selanjutnya, berbicara mengenai CSR, Armadi menegaskan bahwa kebijakan yang berkaitan dengan program CSR, PT Indah Kiat – Perawang Mill sudah mengacu pada ISO 26000. Beberapa kebijakan yang diusung antara lain berkaitan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030, APP CSR Policy, APP Human Right Policy, Konsultasi dengan Skateholder (Forum Dialog), Sustainability Report & Annual Report.
“Berkaitan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030, ini berfokus pada tiga pilar utama terkait dengan industri, yaitu produksi, pengelolaan hutan, dan sumber daya manusia. Di mana progresnya kami monitor dan disampaikan secara terbuka. Adapun penerapan ini mendukung SDGs dan tujuh prinsip dalam ISO 26000. Kemudian pada poin kedua APP CSR Policy. Kebijakan CSR ini untuk semua operasi perusahaan yang mengadopsi tujuh isu pokok ISO 26000 yang terintegrasi di seluruh aktivitas operasional perusahaan,” ujar Armadi.
Selanjutnya pada Human Right Policy, ini merupakan kebijakan HAM dan ketenagakerjaan yang merupakan bagian isu pokok ISO 26000. Adapun konsultasi dengan Skateholder, ini merupakan Program pertemuan dengan berbagai multi stakeholder untuk konsultasi dan mendapatkan input.
“Berkaitan dengan Sustainability Report & Annual Report, yakni Publikasi laporan keberlanjutan perusahaan,” tandasnya.
Adapun berkenaan pelaksanaan program CSR, seperti umumnya PT Indah Kiat – Perawang Mill juga menerapkan tahapan-tahapan antara lain (tahap) Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi. Armadi mengatakan untuk memperkuat sistem perencanaan program CSR, hal itu dilakukan melalui Social Impact Assesment (SIA) serta rencana strategisnya; mendorong kemandirian yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat termasuk perempuan; Mendorong adanya champion di masyarakat; Kolaborasi multipihak baik masyarakat, pemerintah, NGO, akademisi, dll; Memperkuat sistim monitoring melalui dokumentasi dan pelaporan program secara berkala; Memperkuat evaluasi program melalui penilian SROI, dan metode lainnya.
Program CSR Unggulan
Secara umum ada dua kategori program CSR yang dijalankan PT Indah Kiat – Perawang Mill, seperti program CSR yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat (Empowerment Program) serta pengembangan kapasitas (Capacity Building). Sementara untuk kategori CSR-nya antara lain berkutat pada sektor Pertanian & Peternakan, Ekonomi, Lingkungan, dan Pendidikan.
Adapun program CSR unggulan PT Indah Kiat – Perawang Mill antara lain Pelatihan Sistem Pertanian Terpadu. Dalam program ini perusahaan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di sekitar untuk meningkatkan pemanfaatan lahan, sumber daya dan pengembangan daerah sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Ini bidangnya lebih kepada pertanian dan peternakan. Kita memang ada satu kawasan lebih kurang 11 hektar yang kita gunakan untuk memusatkan pelatihan pertanian terpadu. Kemudian tentu ada keterkaitan dengan bisnis berkelanjutan bahwa kita dapat memberikan manfaat lingkungan yang baik kepada masyarakat sesuai dengan pilar utama program keberlanjutan perusahaan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Armadi.
Selanjutnya adalah Program Pengembangan UMKM. Dalam program ini perusahaan mendukung usaha mikro kecil dan menengah di segala sektor usaha, baik olahan pangan (kuliner), pertanian, peternakan dan kerajinan dengan memberikan dukungan berupa pendampingan, pelatihan, pemasaran baik secara bantuan kemasan dan lain-lain.
“Kemudian tentu berhubungan dengan atau keterkaitan dengan bisnis berkelanjutan, yakni memberikan pendampingan pengembangan usaha untuk meningkatkan perekonomian yang berdampak kepada kesejahteraan masyarakat yang sesuai dengan pilar usaha berkelanjutan perusahaan yaitu kesejahteraan masyarakat,” kata Armadi.
“Selanjutnya adalah program Rumah Pintar Abdul Wahid. Program ini merupakan sebuah inisiatif dari perusahaan untuk membantu meningkatkan perekonomian UMKM melalui sistem koperasi. PT Indah Kiat melalui CSR membentuk koperasi yang difungsikan untuk mendukung penguatan ekonomi UMKM sehingga terciptanya program berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah dan perusahaan,” sambungnya.
Tidak berhenti sampai di situ, PT Indah Kiat – Perawang Mill juga memiliki sejumlah program CSR lainnya, seperti program Limbah Kayu Pallet; Pemanfaatan Limbah Tali Strapping; Biodiversity Program; Program Kampung Iklim; program Instalasi Solar Panel; Pemanfaatan Sludge IPAL dan Cacahan Kayu. Pemanfaatan Sludge IPAL dan Cacahan; serta Program Vokasi.
Editor: Busthomi
