Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan diperkirakan bergerak sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (3/05/2024) memperlihatkan judul IHSG Hari Ini Diperkirakan Bergerak Sideways.
Bursa AS sebagian besar ditutup menguat pada Kamis (5/2). Dow Jones +0,85%, S&P 500 +0,91%, dan Nasdaq -0,83%. Pasar sedikit lega setelah pertemuan The Fed yang kurang hawkish dari perkiraan.
Pasar komoditas ditutup beragam pada hari Kamis (5/2). Minyak WTI +0,04% menjadi USD 79,15/bbl, batubara +0,51% menjadi USD 147,75/ton, nikel -0,71% menjadi USD 18,793, CPO +0,68% ke MYR 3.844, dan emas +0,11% ke USD 2.314/toz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup menguat pada hari Kamis (5/2). Nikkei –0,10%, Hang Seng +2,50%, Shanghai +0,99%, dan KOSPI -0,31%.
IHSG mengakhiri sesi Kamis pada level 7.117,4 (-1,61%) dengan investor asing mencatatkan net buy keseluruhan sebesar Rp 2,59 triliun, Rp 2,5 triliun di pasar reguler, dan Rp 90,3 miliar di pasar negosiasi. Outflow asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 1.247,5 miliar), disusul BBRI (Rp 942,8 miliar), dan BBNI (Rp 202,8 miliar). Foreign inflow terbesar di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 139,7 miliar), disusul TPIA (Rp 117,6 miliar), dan BREN (Rp 35,6 miliar). Top lead mover adalah BREN, TPIA, dan AMMN, sedangkan top lagging mover adalah BMRI, BBRI, dan BBCA.
Nikkei ditutup hari ini, sementara KOSPI menguat 0,81%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways, mengingat beragamnya sentimen di pasar global dan regional,” demikian tertulis.
