TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aksi CSR PLN Nusantara Power Pacitan Taklukkan FABA

Nurdian Akhmad
3 May 2024 | 08:09
rubrik: CSR, Event
Aksi CSR PLN Nusantara Power Pacitan Taklukkan FABA

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power UP Pacitan atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan merupakan salah satu subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang power generation. 

Peran kelistrikan dari PLTU Pacitan sebagai penopang utama pasokan daya di sistem bagian selatan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. PLTU ini menempati area seluas 63,03 Ha di Jalan Raya Pacitan-Trenggalek KM 55, Desa Sukorejo, Kecamaatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. 

PLTUPacitan memiliki aset senilai Rp 8,6 triliun dengan kapasitas terpasang sebesar 2 x 315 MW dan kapasitas netto 2 x 280 MW. Dalam tiga tahun terakhir, pencapaian Nett Capacity Factor (NCF) Baik sebesar rata-rata 70,60 persen.

Sebagai perusahaan pembangkit listrik yang menggunakan batubara  sebagai bahan bakar, PLTU Pacitan berupaya mengurangi dampak negatif dari limbah pembakaran batu bara yang biasa disebut FABA (Fly Ash  Bottom Ash). Fly ash adalah abu yang berterbangan di atas tungku pembakaran batubara, sedangkan bottom ash merupakan hasil pembakaran batu bara yang mengendap di tungku pembakaran.

Saat ini, PLTU Pacitan memiliki landfill untuk menampung FABA dengan kapasitas maksimal 450 ribu meter kubik (m³). Sedangkan kapasitas per April 2024 sebesar 267.475 m³.

Untuk itu, strategi bisnis berkelanjutan yang dilakukan PLTU Pacitan adalah memanfaatkan FABA untuk berbagai keperluan seperti  stabilisasi tanah (urugan), pengecoran jalan, rutilahu (rumah tinggal layak huni), paving dan batako, serta pupuk/kompos. Inisiatif ini dilakukan melalui sinergi dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Pacitan dan sekitarnya.

Pemanfaatan FABA ini juga menjadi program corporate social responsibility (CSR) unggulan dari PLTU Pacitan. Secara rinci, ada tiga Program CSR unggulan dari PLTU Pacitan terkait pemanfaatan limbah FABA. Pertama adalah Sinergi UMKM dalam Produksi Paving & Batako.  Program ini didasari adanya satu UMKM  di Ring 3 PLTU yang bergerak di bidang pembuatan paving dan batako yang mengalami penurunan omset selama pandemi 2021.

BACA JUGA:   MNC Group Tunjukkan Komitmen CSR Berkelanjutan Lewat Program Kesehatan, Pendidikan, dan Lingkungan

“Sejak terbit PP No  22 tahun 2021 di mana FABA terkategori limbah non B3, UP Pacitan mempublikasikan pengambilan FABA PLTU secara gratis di medsos (IG). Akhirnya UMKM tersebut melakukan trial FA (Fly Ash) sebagai bahan campuran dalam produksi paving dan batako yang mana menghasilkan kualitas yang baik dan penurunan biaya produksi sehingga omset dan profit meningkat,” ujar Abdi Nafi’, Senior Manager PLTU Pacitan dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Senin (29/4/2024).

Sejak 2022 hingga saat ini, kata Abdi, UMKM tersebut masih memanfaatkan FA di mana pengambilan rata-rata sebanyak kurang lebih 8 ton per hari.

Inisiatif CSR program ini mendukung upaya PLTU Pacitan dalam mengurangi stok FABA yang ada di landfill. Dengan FABA dimanfaatkan UMKM juga memberikan dampak positif bagi UMKM, yaitu knowledge baru pemanfaatan FABA dalam produksi paving dan batako hingga manfaat finansial.

“Kondisi ini merupakan implementasi CSV (creating shared value) yang saling memberikan dampak positif, baik bagi perusahaan maupun pelaku usaha,” ujar Abdi yang membawakan materi presentasi berjudul “Si Penakluk FABA”.

Program CSR unggulan kedua terkait pemanfaatan FABA adalah Sinergi UMKM (Masyarakat) dalam Stabilisasi Tanah.

Abdi memaparkan bahwa tahun 2022 merupakan tahun challenging di mana UP Pacitan ditarget oleh Direktur Operasi KIT BB PLN NP dalam melakukan stabilisasi tanah sebanyak 100.000 ton dengan realisasi kurang lebih 153.227,19 ton yang tersebar di 13 titik lahan nonproduktif.

Sedangkan di 2023, target naik dua kali lipat di mana dari target 200.000 ton terealisasi 247.800 ton di 6 titik lahan. Sedangkan di 2024, target yang sama dengan 2023, rencana akan disebar ke 6 titik lahan. “Inisiatif CSR ini juga mendukung upaya PLTU Pacitan dalam mengurangi stok FABA di landfill,” tuturnya.

BACA JUGA:   Ini Wujud Nyata Komitmen SMF ke ESG

Inisiatif Program CSR unggulan ketiga adalah Sinergi UMKM dalam Pembuatan Pupuk. Program ini dilakukan sejak  PT  Bumi  Subur  Sentosa  yang  merupakan perusahaan pembuat pupuk yang berlokasi di Magetan, Jawa Timur mengambil FABA di PLTU Pacitan. FABA yang diambil kemudian dijadikan bahan campuran dalam produksi pupuk. UMKM tersebut mengambil FABA tiap harinya berkisar  25-30 ton.     

Keterkaitan program CSR ini dengan strategi bisnis berkelanjutan adalah mendukung upaya PLTU Pacitan dalam mengurangi stok FABA di landfill. FABA yang dimanfaatkan untuk pupuk memberikan dampak positif bagi usaha pupuk UMKM tersebut. Kondisi ini juga merupakan implementasi CSV yang saling memberikan dampak positif,  baik bagi perusahaan maupun pelaku usaha.

Sejak program CSR tersebut digulirkan, pemanfaatan FABA menunjukkan tren peningkatan. Bahkan volume pemanfaatannya di beberapa bulan lebih besar dari angka produksi FABA. Pada Januari 2024, misalnya, pemanfaatan FABA mencapai 21.996 ton, sedangkan volume produksi FABA hanya 10.915 ton. Demikian pula pada Desember 2023, pemanfaatan FABA sebanyak 19.217 ton dan volume produksi hanya 10.290 ton.

 Program CSR ini melibatnya banyak stakeholder baik dari internal PLN Nusantara Power Pacitan maupun eksternal seperti Bupati Pacitan dan Bupati Trenggalek, Polres Pacitan dan Trenggalek, Dinas Lingkungan Hidup Pacitan dan PKPLH Trenggalek, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat setempat, serta UMKM.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program CSR pemanfaatan FABA ini juga sangat baik. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) CSR pada 2021 sebesar 94,27 persen (Sangat Puas) dan IKM CSR 2022 sebesar  90,42 persen (Sangat Puas).

Tags: PLTU PacitanPT PLN Nusantara Power UP PacitanTOP CSR Awards 2024
Previous Post

Menteri Perdagangan akan Buka Rakernas IMA 2024

Next Post

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR