Jakarta, TopBusiness – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (IDX: SSMS) memiliki banyak program pertanggungjawaban sosial dan lingkungan yang dikembangkan. Sederet program CSR itu pun dinilai sudah bisa meningkatkan kesejehteraan masyarakat sekitar, meningkatkan kualitas pekerja kebun, melestarikan alam, sekaligus sudah berdampak positif terhadap kinerja Perseroan.
Makanya program CSR Sawit Sumbermas ini sudah selaras dengan tiga unsur P atau 3P yakni People, Planet, dan Profit yang merupakan Triple Bottom Line. Termasuk juga program CSR tersebut sudah selaras dengan prinisp Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Social Development Goals (SDG’s). Hal ini seperti yang disebutkan oleh tim dari SSMS saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness secara online, beberapa waktu yang lalu.
Hadir dalam penjurian kali ini adalah Miran Suhardi selaku CSR Head SSMS, Abdur Rohman (CSR Manager SSMS, Alsa Lowtogana (CSR Asst SSMS, dan Altria Mardiana (Sustainability Staff SSMS).
“Corporate Social Responsibility (CSR) direalisasikan melalui berbagai pelaksanaan program kegiatan kemasyarakatan, sebagai peran perusahaan dalam menjalin hubungan yang sinergi dan harmonis dengan Stakeholder guna mendukung perkembangan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan mandiri. Dengan perumusan program strategi berkelanjutan melalui Triple Bottom Line atau 3P ( People – Planet – Profit),” ungkapnya.
Untuk diketahui, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) adalah perusahaan minyak kelapa sawit yang memiliki misi untuk mewujudkan potensi penuh dari minyak kelapa sawit. Perseroan mengelola bisnis terpadu atas 23 perkebunan kelapa sawit, 8 pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik inti sawit di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Indonesia.
“Kami percaya dengan potensi minyak kelapa sawit yang luar biasa dan optimis dengan peran sumber pangan ini di masa depan. Dengan produktivitas yang tinggi dan penggunaan lahan yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan tanaman lain, kelapa sawit bisa menjadi solusi krusial dan ramah lingkungan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan minyak nabati di masa depan,” jelas Miran mengawali presentasinya.
“Dan pada saat yang sama, industry kelapa sawit juga memiliki potensi untuk berkontribusi secara signifikan guna mendorong pembangunan di negara seperti Indonesia, terutama di daerah terpencil. Oleh karena itu, kami percaya perusahaan kelapa sawit dapat memainkan peranan kunci dalam melestarikan lingkungan dan memenuhi kebutuhan pangan jika bisnisnya dilaksanakan dengan baik dan benar. Peranan inilah yang ingin kami capai,” terangnya lagi.
SSMS sendiri pemegang sahamnya adalah PT Putra Borneo Agro Lestari (9,86%), PT Citra Borneo Indah (54,30%), an masyarakat 35,84%. Dengan anak usahanya adalah PT Mitra Mendawai Sejati (kepemilikan saham 99%), PT Kalimantan Sawit Abadi (99%), SSMS Plantation Holding PTE Ltd (100%), dan SSMS Sumbermas International PTE, Ltd (100%).
Terkait program TJSL sendiri, diterangkan Miran, pihaknya senantiasa berkomitmen untuk menerapkan prinisp ESG dan mewujudkan SDG’s dalam program TJSL-nya. Ini lah komitmen SSMS dalam mewujudkan kebelanjutan.
“Komitmen PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk. untuk mempertahankan kelangsungan usaha dilakukan dengan menanamkan prinsip-prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha agar tercipta keharmonisan antara pegawai, masyarakat, serta lingkungan hidup di sekitar lokasi Perseroan. SSMS terus memastikan kontribusi terhadap agenda nasional Indonesia untuk SDGs melalui kegiatan operasional kami, produk-produk kami, dan kegiatan TJSL kami,” urainya.
Dan untuk mengukuhkan prinsip keberlanjutan, pada tahun 2023 lalu, SSMS telah melakukan beberapa hal yaitu:
Pertama, berhasil merampungkan 100% sertifikasi Roundtabel on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), ISCC EU dan BHRISC (Business & Human Rights Certification) untuk seluruh unit bisnis Perkebunan. Selain itu, Perseroan juga mempertahankan 100% sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 45001 untuk seluruh unit bisnis.
Kedua, pada 2023, Perseroan juga berhasil mendampingi dua asosiasi petani kelapa sawit mandiri untuk mendapatkan RSPO yakni Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) berlokasi di Kotawaringin Barat sebanyak 1.748,80 hektar beranggotakan 804 petani mandiri dan sebanyak 537,35 hektar dan 126 petani mandiri untuk BUMDes Berkah Mulya Jaya di Lamandau.
Ketiga, pada 2023, SSMS fokus pada ketelusuran rantai pasok. Perseroan memastikan, sumber bahan baku yang digunakan yaitu TBS dapat ditelusuri sumbernya hingga ke tingkat regional atau lokal, di mana: 100% pemasok TBS berasal dari Kalteng; 100% dari Tandan Buah Segar yang diproses di pabrik dapat ditelusuri ke Perkebunan; 100% dari PK yang diproses di penghancur kernel dapat ditelusuri ke Perkebunan; 100% pabrik pengolahan kelapa sawit Perseroan sudah tersertifikasi RSPO; 100% perkebunan sudah tersertifikasi ISPO; 27.18% dari produksi CPO inti sudah tersertifikasi ISPO; dan sekitar 80% buah yang dihasilkan oleh kebun inti sudah tersertifikasi RSPO (standard internasional) dan saat ini seluas 1.748,80 hektar lahan petani telah tersertifikasi RSPO.
Keempat, pada aspek K3, SSMS berhasil mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman dengan diraihnya penghargaan zero accident dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltenga kepada 8 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di lingkungan SSMS Group. Penghargaan ini diterima atas capaian 6.888.698 jam (kerja) produksi tanpa cedera, terhitung tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2022.
Kelima, di bidang lingkungan SSMS berfokus pada praktik bisnis berwawasan lingkungan, di mana perseroan melakukan berbagai inisatif hijau seperti: penggunaan energi terbarukan dari fiber & Shell dan Biogas. Memanfaatkan gas methane yang dihasilkan sebagai sumber energi melalui 2 fasilitas biogas dan 1 Bio-CNG; integrasi sawit-sapi untuk penggunaan pupuk organik dan ramah lingkungan; Bekerjasama dengan 5 kelompok Tani yakni (KTH Danau Seluluk Jaya, KTH Tani Sejati, KTH Mawar Bersem, KTH Karya Masoraian, LPHD Petak Puti) dalam program pengelolaan hutan kemasyarakatan untuk Perlindungan Hutan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati; Melestarikan kawasan dengan nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi dilakukan melalui area demarkasi HCV (High Conservation Value) dan HCS (High Carbon stock). Pengelolaan kawasan NKT dalam bentuk perlindungan kawasan dilakukan dengan cara membuat batas kawasan hutan, sungai, mata air, dan situs budaya penting. Pemantauan keanekaragaman hayati umum dilakukan setiap bulan oleh operasi dan pengambilan sampel secara sistematis setiap enam bulan oleh tim konservasi pada umumnya dan untuk hewan tertentu seperti orangutan dan owa; serta memetakan sumber emisi Gas Rumah Kaca atau GRK dan menghitung potensi serapan karbon di salah satu perkebunan kelapa sawit SSMS Group, PT Mitra Mendawai Sejati.
Keenam, kinerja sosial SSMS di bidang TJSL terlihat dari nilai investasi dana TJSL yang meningkat signifikan yakni nilai investasi sosial meningkat 138% dari tahun lalu dengan jumlah dana yang disalurkan di tahun 2023 mencapai Rp34.15 miliar. Penerima manfaat program CSR meningkat dari 501.345 penerima manfaat menjadi 602.238 penerima manfaat. SSMS mengembangkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang salah satu fokus kami adalah pemberdayaan masyarakat di antaranya, menggandeng masyarakat Desa Pilang untuk mengelola kebun buah yang menjadi pasokan pangan Orangutan. Kegiatan ini tak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga turut serta dalam melestarikan primata khas Kalimantan.
Ketujuh, pada aspek sosial-ketenagakerjaan, SSMS terus memegang teguh prinsip kesetaraan kesempatan kerja bagi semua orang tanpa memandang perbedaan etnik, agama, ras, status sosial, gender ataupun kondisi fisik. Hal ini dapat terlihat dari keanekaragaman karyawan kami, bahkan kami memiliki 1 (satu) orang kawayan difabel yang sudah bekerja dengan kami sejak tahun 2017, 52,9% karyawan Perseroan adalah tenaga kerja lokal yang berdomisili di Kalimantan dimana jumlah karyawan perempuan 15,9% dari total karyawan dan yang menduduki posisi senior manajer 3,9%.
Program Unggulan
Diterangkan Miran, untuk beberapa program yang dikembangkan SSMS antara lain:
Pertama, Independent Smallholder Certification (ISH)
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, perusahaan berkomitmen agar program sertifikasi pekebun ISH tersebut dapat terwujud secara berkesinambungan. Hingga saat ini, perusahaan telah melakukan sertifikasi pekebun sebanyak 2 entitas, yaitu Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri dan BUMDesa Berkah Mulya Jaya yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Untuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri jumlah anggota yang tersertifikasi sebanyak 804 anggota dengan luas lahan 1.748,80 Ha. Dan untuk BUMDes Berkah Mulya Jaya jumlah anggotanya sebanyak 126 anggota dengan luas lahan 537,35 Ha.
“Jadi di tahun lalu total Sertifikasi Pekebun Swadaya dari dua tadi sebanyak 930 pekebun, dengan total luas lahan 2.268 ha. Dan dengan total intensifnya mencapai $420.877,” kata dia.
Kedua, Program Kebun Buah Desa – PT. SSMS
Program ini merupakan kerja sama antara SSMS dengan BUMDes di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Kerja sama ini telah berjalan sejak 2021. Adapun programnya berupa pembuatan kebun buah untuk mendukung konservasi orangutan yang berada di Pulau Salat – Desa Pilang, dimana hasil program kebun buah ini akan dibeli kembali sama perusahaan untuk dijadikan pakan orangutan. Program ini juga berkolaborasi dengan NGO’s yang bergerak untuk konservasi orangutan yaitu Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Ketiga, Program Peternakan Sapi Lemusin – PT. MKM
Program ini merupakan kerja sama antara PT. Menteng Kencana Mas dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) HKm Danau Seluluk Jaya yang telah memperoleh SK Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan no SK.10412/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2019 sesuai PermenLHK P.9 tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Lokasinya berada di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Program Kerjasama ini yang lebih sering dikenal dengan “Kemitraan Lingkungan” yang dimulai pada tahun 2022.
Program kemitraan lingkungan berfokus pada 3 aspek yaitu (1) tata kelola kawasan, (2) tata kelola kelembagaan dan (3) pengelolaan usaha. Pengelolaan usaha yang di inisiasi berupa budidaya peternakan sapi lemusin sebanyak 2 (dua) ekor di 2022 yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Peternakan, usaha peternakan ini difokuskan pada penggemukkan sapi.
Keempat, Program Budidaya Madu Kelulut – PT. MPP
Program ini merupakan kerja sama antara PT. Mirza Pratama Putra dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) HKm Komunitas Karya Masoraian yang telah memperoleh SK Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan no SK.1628/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/3/2019 sesuai PermenLHK P.9 tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Lokasinya berada di Desa Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Program kerjasama ini yang lebih sering dikenal dengan “Kemitraan Lingkungan” yang dimulai pada tahun 2022.
Program kemitraan lingkungan berfokus pada 3 aspek yaitu (1) tata kelola kawasan, (2) tata kelola kelembagaan dan (3) pengelolaan usaha. Pengelolaan usaha yang di inisiasi berupa budidaya lebah madu kelulut, saat ini dalam tahap proses pengemasan dan sertifikasi produk.
