Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persreo) Tbk terus konsisten dalam mengusung program pembangunan keberlanjutan melalui kegiatan-kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR. Sebagai bank BUMN yang focus memberikan pembiayaan untuk KPR, tentu banyak perumahan-perumahan yang sudah dibiayainya. Namun begitu, BTN tak pernah lupa untuk senantiasa melakukan aksi TJSL-nya.
Demikian seperti disebutkan oleh Januar selaku Community Development Bank BTN saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2024 secara daring, beberapa waktu lalu. Kali ini, Januar membeberkan keberhasilan Bank BTN dalam menggelar program CSR yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan itu.
Di awal presentasi, Januar menyebutkan terkait aktivitas utama perusahaan. Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor B-49/MK/IV/1/1974 tanggal 29 Januari 1974 perihal Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Bank BTN ditunjuk Pemerintah sebagai Lembaga Pembiayaan Kredit Perumahan untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam menyalurkan KPR bersubsidi.
“Hal ini terus berlanjut dalam pelaksanaan penyaluran program-program KPR bersubsidi khususnya KPR Subsidi Selisih Bunga dan Subsidi Uang Muka. Dan kemudian sejak 2010 ada regulasi Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2010, dan Bank BTN ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur KPR Sejahtera dengan bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ujar Januar.
Secara bisnis, kata Januar, prospek ekonomi makro dan potensi sektor perumahan masih sangat bagus. Ditambah dengana adanya rencana strategis Kementerian BUMN yang mendukung ekonomi Indonesia menuju negara maju melalui transformasi model bisnis BUMN dan konsolidasi, plus restrukturisasi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial, telah menjadi pertimbangan Bank BTN dalam strategi bisnisnya.
Namun begitu, BTN tak hanya memikirkan bisnis saja, melainkan tetap menjalanakn program pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Untuk itu, BTN kontinyu dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
“Masalah lingkungan dan sosial pasti muncul sebagai dampak dari pembangunan yang pesat dalam mengejar pertumbuhan ekonomi. Sehingga diperlukan peran dari lembaga keuangan seperti BTN ini dalam mendukung pembangunan berkelanjutan tanpa merusak lingkungan dan sosial,” katanya.
“Dari pembangunan yang ada itu, ada kekhawatiran mengenai isu pencemaran lingkungan, peningkatan kesenjangan sosial, dan perubahan iklim global terus menjadi perhatian dunia. Sehingga diperlukan upaya untuk menata pembangunan berkelanjutan, yang diwujudkan dengan pembentukan Sustainable Development Goals (SDGs). Makanya BTN konsisten menerapkan program TJSL,” lanjutnya.
Kata dia, sebagai bank yang focus pada pembiayaan perumahan, penerapan program TJSL-nya dapat mendorong value creation bagi core business Bank BTN dengan mengintegrasikan konsep People, Planet, Profit.
Untuk asepk People, BTN berperan dalam memberdayakan masyarakat. Yakni, BTN sebagai “penggerak” ekonomi masyarakat sekitar melalui pembiayaan ekosistem perumahan. Dan BTN menjadi center of finance dalam supply chain perumahan.
Adapun untuk aspek Planet, BTN sebagai “driver” dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Yaitu pertama, pendorong dalam penciptaan kawasan perumahan yang tertata. Dan kedua merangkul konsep Green Banking.
Sedang untuk Profit, BTN sebagai “creator” dalam mengembangkan sektor ekonomi yang berkelanjutan. Dan BTN sendiri mendorong cikal bakal perkembangan suatu kawasan perkotaan. “Kegiatan TJSL ini merupakan komitmen Perusahaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada empat pilar, ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata Kelola. Program TJSL BUMN dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi BUMN pada pencapaian TPB yang dilaksanakan dengan berpedoman pada ISO 26000,” katanya.
Dan sesuai regulasi, program TJSL BUMN dilaksanakan dengan menerapkan prinsip, pertama, Terintegrasi, yaitu berdasarkan analisa risiko dan proses bisnis yang memiliki keterkaitan dengan pemangku kepentingan; kedua, Terarah, yaitu memiliki arah yang jelas untuk mencapai tujuan perusahaan; ketiga, Terukur dampaknya, yaitu memiliki kontribusi dan memberikan manfaat yang menghasilka perubahan atau nilai tambah bagi pemangku kepentingan perusahaan; dan keempat, Akuntabilitas, yaitu dapat dipertanggungjawabkan sehingga menjauhkan dari potensi penyalahgunaan dan penyimpangan.
Program Unggulan
BTN sendiri memiliki banyak program CSR yang sudah dijalankan selama ini. Program SCR ini sudah mengadopsi ISO 26000 dan berdasarkan prinsip Creating Shared Value (CSV).
- Program Go Green BTN (Penghijauan di Perumahan)
Program ini berupa bantuan bibit pohon yang diberikan dan diharapkan dapat meningkatkan area hijau di perumahan, sehingga membuat perumahan menjadi lebih asri dan menjadi hunian yang lebih nyaman. Dengan penanaman pohon sebanyak 14.841.
Program ini memiliki manfaat bagi Perusahaan, yaitu jika suatu perumahan menjadi hunian yang nyaman, maka diharapkan kualitas hunian dalam suatu perumahan menjadi meningkat dan pada akhirnya meningkatkan pengajuan KPR kepada Bank BTN dan pengembalian kredit oleh developer sesuai dengan perencanaan.
“Ini juga sebagai Upaya pengurangan emisi gas rumah kca Bank BTN serta pengurangan polusi udara,” ucapnya.
- Program Pendidikan BTN (Workshop Developer for Milenial)
Program ini untuk mahasiswa yang mendapatkan pengetahuan mengenai industry property, sehingga dengan ilmu pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan dalam dunia kerja dan bisa juga diaplikasikan jika mahasiswa ingin berwirausaha menjadi developer.
“Karena Bank BTN dengan core business pembiayaan perumahan (KPR) memiliki tanggung jawab sosial khususnya dalam memberikan literasi kepada masyarakat terkait property. Salah satu target literasi terkait properti adalah para milenial.”
Dengan literasi ini, dia berharap, para milenial dapat tertarik untuk menggeluti dunia property dan diharapkan dapat menjadi developer-developer muda sebagai future market dari BTN sesuai dengan bisnis pembiayaan perumahan Bank BTN. Kegiatan ini diharapkan menjadikan CSV bagi BTN.
Pad atahun 2022, desain Program Developer Milenial ini menjadi program inisiatif bidang Pendidikan untuk membentuk developer muda. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Manado, Jember, Cirebon, dan Purwakarta bekerja sama dengan stakeholder BTN dalam hal ini Real Estate Indonesia (REI).
Di 2023, pengembangan desain Developer Milenial ini dengan banyaknya minat dari stakeholder BTN (REI) untuk dijalankan di bebreapa lokasi dengan jumlah lebih banyak. Dan tahun 2024 ini, Developer Milenial masuk pada program Inisiatif untuk ESG Champion melalui program TJSL bidang Pendidikan dan akan dilaksanakan secara roadshow dan menjadi program berkelanjutan BTN.
“Untuk tahun ini, Devekloper MIlenial ini akan diselenggarakan tak hanya secara umum, namun juga dilakukan secara roadshow developer milenial di kampus besar seluruh Indonesia, pelatihan spesifikasi kepada sipil, arsitek, dan desain. Serta melakukan pendampingan dan penghubung antara developer milineal dengan REI,” jelasnya.
- Program Pemberdayaan UMKM (UMKM Go Digital Bank BTN)
Bank BTN merangkul para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terus mengembangkan bisnisnya, agar bisa beradaptasi di era ekonomi digital. Sebanyak 250 UMKM. Dengan program ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan pelaksanaan pelatihan, showcase UMKM dan pameran dalam rangka meningkatkan skill dan penjualan. Juga mendorong pelaku UMKM agar go digital untuk bisa beradaptasi dengan perkemabngan perilaku konsumen. Serta memfasilitasi UMKM menembus pasar ekspor.
- Bank Mini
Program Bank Mini termasuk yang paling diunggulkan. Program ini berupa, Bank BTn kerja sama dengan sekolah kejuruan mitra BTN untuk dukungan bantuan berupa replica outlet. Pembangunan Bank Mini ini sebagai bentuk dukungan inklusi keuangan melalui program TJSL BTN. Dan ada 30 sekolah yang menjadi mitra BTN.
“Program yang Bernama Bank Mini ini bertujuan untuk meningkatkan liuterasi keuangan di sekolah-sekolah. Selama tahun 2023, program ini telah dijalankan pada lebih dari 30 sekolah, dengan salah salah satunya di daerah Kupang telah mendapatkan apresiasi dari OJK.”
Penunjukkan sekolah yang mendapatkan bantuan TJSL teklah memalui proses analisa di internal Bank BTN dengan kriteria di antaranya merupakan nasabah eksisting bank yang memiliki potensi peningkatan simpanan dana di Bank BTN.
Program Bank Mini ini berperan penting dalam peningkatan literasi keuangan bagi siswa SMK/SMA sederajat yang juga berdampak pada peningkatan kualitas pengajar melalui praktik dan sarana/prasarana Bank Mini dari BTN. Program ini telah diinisiasi untuk dilaksanakan di lebih dari 30 instansi Pendidikan.
“Jadi inklusi keuangan ini, selain melalui program TJSL Bank BTN, juga memang dilaksanakan melalui customer care division untuk program inklusi keuangan dan literasi keuangan,” pungkas dia.
