Jakarta-Thebusinessnews. Bank terbesar di Jerman yakni Deutsche Bank tengah di terpa isu akan diselamatkan (bail out )oleh otoritas Jerman, sehingga membuat khawatir nasabahnya termasuk di Indonesia.
Hal itu diakui oleh Managing Direktur Chief Country Officer Deutsche Bank Indonesia, Kunardy Lie di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis(20/10/2016).”Kami ketemu dengan nasabah dan menjelaskan masalahnya dan mereka nyaman dengan penjelasan kami,”terang dia.
Ia menjelaskan, kondisi keuangan kantor pusatnya sangat kuat sehingga dampak isu tersebut tidak terasa pada cabang di Indonesia.”Modal cukup dan likuiditas besar, baik di pusat maupun di Indonesia,”terang dia.
Ia menambahkan masalah yang menimpa Deutsche Bank(DB) merupakan fenomena siklus ekonomi pada umumnya dan akan segera terselesaikan. Seperti dikutip dari media lokal Jerman, CEO DB John Cryan berargumen bahwa perusahaan tersebut memiliki cadangan likuiditas yang ekstra besar serta cadangan lain sebesar 1 miliar Euro dari penjualan Abby Life. Namun masalahnya, Deutsche Bank masih punya utang sebesar 14 miliar dolar AS kepada U.S. Department of Justice yang menuntutnya. Hal inilah yang ditakutkan oleh para investor, dalam pengertian, Deutsche Bank bisa bangkrut secara finansial jika memang tuntutannya sebesar itu.
Menanggapi hal itu, Kurnardy menyatakan kantor pusat tengah melakukan negosiasi kepada penuntut dan juga terkait denda yang akan dikenakan. “Saya optimis akan ada titik temunya,”harap dia. (az).