Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia masuk dalam fase lanjutan terkoreksi.
Melalui mncsekuritas.id, terlihat riset MNCS Daily Scope Wave 6 Agustus 2024 yang menyebutkan IHSG terkoreksi agresif 3,40% ke 7.059 dan masih didominasi oleh volume penjualan, dengan tertembusnya 7.207. IHSG pun telah ke luar dari fase konsolidasinya dan saat ini sedang berada pada fase bearish.
Saat ini, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 2, sehingga IHSG masih rawan berlanjut terkoreksi ke 6.949-7.026.
Support: 7.023, 6.914
Resistance: 7.136, 7.207
Sejumlah saham yang perlu diperhatikan:
BBRI – Buy on Weakness
BBRI terkoreksi 3,82% ke Rp 4.530 disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan, koreksi BBRI pun mampu break MA60. Saat ini, posisi BBRI diperkirakan sedang berada di akhir wave B dari wave (B), sehingga koreksinya akan relatif terbatas.
Buy on Weakness: Rp 4.430-4.520
Target Price: Rp 4.980, Rp 5.325
Stoploss: below Rp 4.280
INDF – Spec Buy
INDF terkoreksi 0,82% ke Rp 6.050 disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan, koreksi INDF pun mampu menembus MA20. Saat ini, posisi INDF diperkirakan sudah berada di akhir wave ii dari wave (iii) dari wave [i], sehingga INDF berpeluang menguat.
Spec Buy: Rp 5.975-6,000
Target Price: Rp 6.175, Rp 6.375
Stoploss: below Rp 5.900
PGEO – Buy on Weakness
PGEO terkoreksi 3,59% ke Rp 1.210 didominasi oleh volume penjualan, koreksinya pun telah menembus MA60 dan MA200. Saat ini, posisi PGEO diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave [b] dari wave Y, sehingga PGEO masih rawan melanjutkan koreksinya.
Buy on Weakness: Rp 1.135-1.180
Target Price: Rp 1.325, Rp 1.400
Stoploss: below Rp 1.110
SMGR – Buy on Weakness
SMGR terkoreksi 2,07% ke Rp 3.780 disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami perkirakan, posisi SMGR saat ini sedang berada di akhir wave (b) dari wave [iv], sehingga koreksi SMGR akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.
Buy on Weakness: Rp 3.630-3.730
Target Price: Rp 4.120, Rp 4.450
Stoploss: below Rp 3.550 per unit saham.
