TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat Inovasi GRC, Kinerja Bank CIMB Niaga Kian Mentereng

Nurdian Akhmad
6 August 2024 | 17:19
rubrik: Event, GCG
Berkat Inovasi GRC,  Kinerja Bank CIMB Niaga Kian Mentereng

Jakarta, TopBusiness – PT Bank CIMB Niaga Tbk saat ini merupakan bank swasta terbesar nomer dua di Indonesia berdasarkan total aset yang dimiliki. Per Desember 2023, total aset Bank CIMB Niaga mencapai Rp 334 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 49 triliun.

“Saat ini, kami melayani lebih dari 8 juta nasabah di 105 kota dan kabupaten di Indonesia. Selain nasabah konvensional, kami juga melayani nasabah syariah. In fact saat ini, CIMB Niaga memiliki unit usaha syariah terbesar di Indonesia,” ujar Teguh Sunyoto, Investor Relations Specialist yang mewakili Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga dalam presentasi penjurian TOP GRC Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Jumat (2/8/2024).

Hadir pula dalam penjurian ini, Sri Widowati (Komisaris Independen Bank CIMB Niaga), Fransiska Oei (Direktur Kepatuhan, Corporate Secretary dan Legal ), Tjioe Mei Tjuen (Direktur Operations and IT), Henky Sulistyo (Direktur Manajemen Risiko), Joni Raini (Direktur SDM), Sudono Salim (Head of Audit – Professional Practices) mewakili Kepala SKAI.

Dengan kapabilitas yang dimiliki, kata Teguh, CIMB Niaga juga melayanai nasabah melalui kanal-kanal digital. Transaksi nasabah yang dilakukan melalui kanal-kanal digital dan elektronik di CIMB Niaga saat ini sudah menacpai 97 persen. Sementara itu, sekitar Rp 55 triliun atau mewakili 25 persen dari total pembiayaan CIMB Niaga saat ini merupakan pembiayaan berkelanjutan (sustainability).

Tahun 2023, jelas Teguh, CIMB Niaga berhasil mencatat rekor laba bersih tertinggi  sepanjang sejarah perseroan dengan perolehan laba Rp 6,5 triliun atau tumbuh 28,4 persen secara year on year (yoy).  “Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan aset, perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan dan efisiensi,” ucapnya.

BACA JUGA:   GRC Jadi Pilar Utama dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan, PLN Indonesia Power Services Kandidat TOP GRC Awards 2025

Dari sisi neraca, aset CIMB Niaga tumbuh sekitar 9 persen, utamanya didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 8,5 persen secara yoy atau mencapai Rp 213 triliun per Desember 2023.  Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan segmen ritel (konsumer & UKM), serta korporasi.

“Manajemen CIMB memiliki komitmen dan disiplin untuk mendorong pertumbuhan pada segmen-segmen yang profitable, dalam hal ini dua segmen yang menjadi fokus bisnis CIMB Niaga adalah konsumer dan UKM,” tuturnya.

Perseroan juga mengalami pertumbuhan jumlah nasabah yang solid sebesar 25,2 persen secara yoy, yang bisa menjadi sumber pertumbuhan dana murah (CASA) di masa depan.

Sementara itu, rasio kredit macet alias NPL mencapai  1,96 persen atau terendah dalam sejarah CIMB Niaga. Pencapaian ini didorong oleh perbaikan di berbagai aspek kualitas aset dan komposisi portofolio yang lebih baik.

“Sedangkan rasio permodalan (KPMM/CAR) sebesar 24,0 persen, jauh di atas persyaratan minimum regulasi,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, target kinerja bank tercapai satu tahun lebih awal dari aspirasi perseroan di tahun 2024.

Teguh menambahkan. dari sisi transparansi dan akuntabilitas juga terus meningkat. Bahkan pada Januari 2024, CIMB Niaga berhasil mendapat sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Kami harapkan ini bisa mencegah, mendeteksi dan mengelola secara efektif adanya potensi ataupun  tindakan penyuapan dalam proses pengadaan barang dan jasa,” tuturnya.

Inovasi GRC

Direktur Kepatuhan, Corporate Secretary dan Legal Bank CIMB Niaga Fransiska Oei, menyatakan, dari sisi struktur GRC sebenarnya Bank CIMB Niaga tidak jauh beda dengan bank lain di Indonesia.

Di dewan komisaris, Bank CIMB Niaga memiliki empat komite terkait GRC, yakni Komite Tata Kelola Terintegrasi, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite pemantau risiko dan Komite Audit.

BACA JUGA:   CSR PUDAM Sleman Diselaraskan dengan Strategi Bisnis Jangka Panjang

Sedangkan di dewan direksi, di bawah presiden direktur, Bank CIMB Niaga terdapat Direktur Manajemen Risiko, Ridektur Kepatuhan, CA & Hukum, Direktur Bisnis, Direaktur SDM, Direkatur Operasi dan IT, serta Direktur Strategi, Keuangan dan SPAPM. Di bawah direktur juga terdapat komite-komite yang jumlah lebih dari yang disyaratkan oleh regulator.

“Tapi satu hal yang mungkin membedakan dengan perusahaan-perusahaan lain, kami memiliki RCU atau Risk Control Unit, karena kami percaya pada three line defence,”  ujar Fransiska.

Menurut dia, key performance indicator (KPI) dari RCU ini adalah 40 persen pengelolaan risiko kepatuhan, 40 persen pengelolaan risiko operasional, dan 20 persen terkait people development yang dilakukan di business unit.

Tugas RCU adalah secara proaktif mengelola risiko kepatuhan & operasional berjalan baik di unit bisnis, melaksanakan framework risiko kepatuhan dan operasional, serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan risiko kepatuhan dan operasional.

Bank CIMB Niaga juga fokus pada peningkatan tata kelola berkelanjutan dengan beyond compliance melalui penerapan Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS).  Di antaranya, 50 persen komisaris CIMB Niaga kini dipegangg wanita. Kemudian mayoritas atau 4 dari 6 komisaris CIMB Niaga adalah komisaris independen.

Yang juga membedakan, kata Fransiska, CIMB Niaga sejak 2017 memiliki Whistleblowing System (WBS) yang dikelola oleh pihak ketiga yang independen yaitu PT Deloitte Advis Indonesia. Sebelum tahun 2016, WBS ini masih dilakukan CIMB Niaga.

Ini dilakukan untuk mendorong semua pihak baik internal maupun eksternal untuk menyampaikan laporan indikasi pelanggaran dengan lebih leluasa, nyaman tanpa ragu.

“Kalau WBS ini dikelola sendiri oleh CIMB Niaga, keberhasilan WBS ini jadi kurang dirasakan oleh perusahaan,” tuturnya.

Perseroan juga menerima karyawan disabilitas. Saat ini ada tujuh orang disabilitas yang bekerja di CIMB Niaga. “Ini merupakan salah satu KPI CSR kami, total akan ada penambahan tahun 2024 ini menjadi 10 orang karyawan disabilitas,” kata Fransiska.

BACA JUGA:   Ada Indikasi Kinerja PDAM Kabupaten Gorontalo Berkategori Sehat

Manajemen CIMB Niaga juga membangun budaya kepatuhan dengan menerapkan KPI dan demerit atas Compliance & AML Risk untuk staf hingga direktorat.  Selain itu, manajemen menerapkan set up & refresh Risk Control Self-Assessment (RCSA) atas Compliance & AML Risk di semua unit kerja dan self-testing oleh unit kerja secara berkala.

“Kami juga melakukan mandatory training terkait Kode Etik, Compliance, AML, Manajemen Risiko, IT Security & Sustainability,” tutur Fransiska.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Bank CIMB Niaga masuk ASEAN Top 20 PLCs pada ACGS Award 2022 dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang tersebut.  “Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena setelah bertahun-tahun Indonesia bisa memasukkan perusahaan dalam ASEAN Top 20 PLCs,” kata dia.

Tak hanya itu, Bank CIMB Niaga tahun 2023 mendapat penghargaan The Most Committed GRC Leader & The High Performing BOC pada TOP GRC Award 2023.

Tags: PT Bank CIMB Niaga TbkTOP GRC Awards 2023TOP GRC Awards 2024
Previous Post

Sesi Penutupan, Indeks Melambung

Next Post

Hutama Karya Komitmen Terapkan ESG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR