TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat GRC dan ESG, Reputasi Insight Investment Management Sebagai MI Tetap Terjaga

Busthomi
3 August 2024 | 11:42
rubrik: Event, GCG
Berkat GRC dan ESG, Reputasi Insight Investment Management Sebagai MI Tetap Terjaga

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Insight Investments Management tercatat terus mengalami pertumbuhan positif di tengah pasar yang kurang kondusif. Ditandai dengan tingginya suku bunga acuan. Namun begitu Perusahaan yang menjadi Manajer Investasi (MI) itu tetap bisa menggaet perolehan AUM (asset under management) atau dana kelolaan dari produk reksa dana tetap tinggi.

Hal ini terjadi karena Insight Investment tetap konsisten dalam mengusung prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) dan mengintegrasikan dengan environmental, social, and governance (ESG) dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga reputasi Perusahaan yang sebagai Perusahaan kredibel tetap tinggi di mata investor.

Kondisi ini terungkap saat Insight Investment mengikuti proses penjurian TOP GRC Awards 2024 secara virtual yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Selasa (30/7/2024). Hadir dalam penjurian kali ini adalah Thomas Harmanto selaku Direktur, M. Jani sebagai Komisaris Independen, Rinaldy Djamachsari dari Tim GRC, Gusti Pinandita dari Tim GRC, dan M. Isnaini Setiawan dari Tim GRC.

Disebutkan Thomas, untuk kinerja bisnis selama 2023 lalu, Insight Investment mencatatkan nilai AUM sebanyak Rp13,20 triliun atau naik dari tahun sebelumnya di angka Rp9,59 triliun. Dengan pendapatan di angka Rp103,81 miliar, juga naik dari tahun 2022 yang sebesar Rp74,50 miliar. Adapun untuk net income atau laba bersih juga naik dari Rp8,49 miliar di 2022 menjadi Rp11,35 miliar di akhir 2023 lalu.

“Jadi kami menunjukkan peningkatan kinerja bisnis dan keuangan yang signifikan di tahun 2023 lalu dibandingkan dengan kinerja 2022. Karena memang mengalami peningkatan Asset Under Management (AUM) sebesar Rp3,61 triliun (atau naik 37,64%), dengan kenaikan revenue sebesar Rp29,31 miliar (39,34%) dan net income juga melonjak sebesar Rp2,89 miliar (33,69%),” tutur Thomas.

Kondisi tersebut memang selaras dengan langkah bisnis Perseroan yang juga sangat memperhatikan praktik ESG. Seperti, menerbitkan produk reksa dana yang memiliki program peduli yang berkelanjutan berbasis teknologi dan ESG dan memiliki dampak positif sosial. Lalu ada juga pengembangan Aplikasi Reksa Dana Online – InvestasiIN untuk memperluas jaringan distribusi.

“Dan kami juga kerja sama distribusi dengan Mitra Bisnis seperti Bank, Fintech, Perusahaan Efek maupun APERD untuk menggenjot bisnis. Dan menciptakan standar kerja dan sumber daya manusia yang berkualitas serta berstandar internasional,” imbuh dia.

BACA JUGA:   TOP GRC Awards 2025 Digelar Siang Ini

Dan memang dijelaskan Thomas, dari sisi proses investasi, Insight Investment ini secara berkelanjutan terus mengintegrasikan standard ESG dalam proses investasinya dan mengeluarkan produk-produk yang terkait dengan ESG tersebut.

“Selain itu dari  sisi social impact itu, kami juga selalu mengalokasikan sebagian dari MI Fee pada seluruh produk (sebanyak 35 produk) untuk memberikan dampak positif kembali kepada Masyarakat. Ini sejalan dengan corporate value perusahaan yakni ‘Transforming Investment into Social Impact’. Makanya, dalam hal ini, perusahaan pun telah meningkatkan alokasi dana CSR pada 2023 sebesar Rp1,67 miliar atau meningkat 20,10% dibandingkan alokasi dana CSR 2022,” jelasnya lagi.

“Adapun dari sisi Good Governance itu, Perusahaan kami selalu berkomitmen untuk mengimplementasikan asas-asas pedoman umum GCG yakni TARIF (Transparancy, Accountability Responsibility, Independence and Fairness). Serta mematuhi seluruh peraturan/regulasi yang berlaku,” imbuhnya.

Praktik GRC dan ESG

Kembali Thomas menjabarkan, sebagai perusahaan yang mengelola dana investor, tentu saja GRC dan juga ESG menjadi hal yang sangat penting. Selain konsisten dalam mengimplementasikan GCG dan senantiasa patuh terhadap semua regulasi yang ada, Insight Investment juga selalu update dalam menjaga risiko yang dihadapi Perusahaan.

Dan sejauh ini, dari risk scoring yang ada masih tergolong rendah atau low dengan angka 1,38 (low) untuk tahun 2023 dan terus menurun dari tahun 2022 yang di skor 1,75 (low). Adapun beberapa risiko tersebut adalah risiko kredit yang tinggi di angka 4,00 (moderate to high), sedangkan risiko pasar di 1,00 (low), risiko likuiditas 1,00 (low), risiko stratejik 1,00 (low), risiko operasional 1,00 (low), risiko hukum 1,00 (low), risiko kepatuhan 1,00 (low), dan risiko reputasi 1,00 (low).

“Dari risiko-risiko tersebut, risiko terbesar adalah risiko yang memang terkait reputasi. Dan ini juga terkait dengan masalah Taspen saat ini. Reputasi kita terpengaruh dan agak menurun dalam pengelolaan AUM kemudian. Jadi risiko reputasi ini memang sangat kita jaga,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Ini Ungkapan Bangga TOP Pembina BUMD 2020 di IG Pribadinya

Dan dengan GRC ini, meski terkait masalah Taspen, pihak Perusahaan langsung bergerak cepat. “Saat ini, masalah Taspen ini masih dalam proses hukum. Kita tetap mengikuti proses hukum yang berlaku. Dan dalam hal Direktur Utama yang tersangkut itu, dia langsung mengundurkan diri. Dan sudah disetujui pengundurandirinya oleh OJK. Sehingga kami tetap bisa menjaga reputasi ini,” tutur dia.

Dan dalam pengelolaan risiko ini, dijelaskan Thomas, Insight Investments Management menerapkan konsep Perusahaan, dengan rincian sebagai berikut: untuk Front-Line Operations (atau First Lines) terdiri dari all company functions, exc. Risk Management & Internal Audit. Mereka melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing fungsi dan bertindak sebagai risk owner yang menghadapi risiko di aktivitas kerja harian dengan melakukan identifikasi, penilaian dan mitigasi sesuai areanya masing-masing.

Lalu ada juga Risk Management, Quality Control & SOP yang berada di Second Lines yang terdiri Risk Management & Compliance Function. Mereka menyusun kebijakan, mengelola & memonitor risiko dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Serta menggunakan framework ISO 31000:2018 – Risk Management.

Dan terakhir ada Independent Assurance Provider atau Third Lines yakni Internal Audit Function. Mereka yang melakukan pemeriksaan dan evaluasi atas efektivitas manajemen risiko dan pengendalian internal Perusahaan.

Sementara itu dalam implementasi ESG terkait dengan pengelolaan produk investasi, kata Thomas, Insight terus mendorong adopsi ESG secara lebih luas di industri Pasar Modal. Beberapa yang sudah dilakukan adalah kepemilikan aktif pada efek terkait ESG, sebagai contohnya, Obligasi Berwawasan Lingkungan PT Bank Negara Indonesia dan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan PT Bank Rakyat Indonesia.

Kemudian, melakukan monitoring terkait ESG Disclosure, ESG Inisiatif, ESG Score emiten, baik dari emiten itu sendiri seperti Sustainability Report ataupun pihak ketiga. Sebagai contoh ikut ESG Scoring RHB Sekuritas dan Bloomberg ESG Score.

Dan juga Aktif melakukan follow-up/engagement kepada emiten yang mengalami isu terkait Good Corporate Governance (GCG) dan menjalankan active stewardship melalui voting pada RUPO (Rapat Umum Pemegang Obligasi) untuk kepentingan investor.

BACA JUGA:   Mantapkan Penerapan GRC Terintegrasi, Kinerja Asuransi Sinar Mas Kian Cemerlang

“Komitmen Perusahaan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan juga sejalan dengan Peraturan yang dikeluarkan oleh OJK melalui POJK 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik dimana Perusahaan telah menyampaikan Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Tahun 2024 kepada OJK pada 29 November 2023 lalu,” terangnya.

Adapun target jangka panjang 5 tahun tersebut adalah: pertama, membangun budaya keuangan berkelanjutan bagi seluruh karyawan; kedua, mengembangkan produk/ fitur dari produk investasi yang menciptakan keberlanjutan perusahaan dan peningkatan portofolio ESG; ketiga, menguatkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan bisnis dan CSR dengan tujuan menciptakan nilai bersama (Creating Shared Value).

Lalu keempat, memanfaatkan fasilitas teknologi dan jasa melalui teknologi untuk memperkuat penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari program jangka Panjang; dan kelima, memperluas akses penjualan terhadap produk investasi yang menciptakan keberlanjutan perusahaan melalui aplikasi digital.

Bahkan disebutkan Thomas, terkait adopsi Standard ESG pada proses pengambilan keputusan Investasi, Perusahaan tidak memasukkan perusahaan yang memiliki bisnis yang berkaitan dengan energi nuklir, senjata, alkohol, pornografi dan perjudian ke dalam portfolio kelolaan. “Ini yang kami lakukan sebagai Negative Screening,” katanya.

Lalu dari sisi Fundamental Aspect, untuk Efek Ekuitas atau Saham ada beberapa kriteria yang dipersyaratkan seperti market capitalization di atas Rp1 triliun, total asset di atas Rp1 triliun, bobot free float di atas 10%, dan valuasi atau growth story yang atraktif. Lalu untuk Efek Utang/ Obligasi juga syaratnya adanya pemenuhan batasan rasio-rasio keuangan tertentu terkait likuiditas serta dilihat dari sisi profitabilitas dan solvabilitasnya.

Lalu untuk aspek Governance-nya, untuk tata kelola Perusahaan yang baik dilihat dari rekam jejak dan reputasi Perusahaan atau pemilik atau manajemen kuncinya. Juga partisipasi aktif pada program sosial atau lingkungan atau pun memberikan manfaat positif kepada masyarakat.

“Yang jelas, Insight Investment Management berkomitmen untuk memberikan transparansi pada investor dan mematuhi seluruh ketentuan & regulasi yang berlaku,” pungkas Thomas.

Tags: Insight Investments ManagementTOP GRC Awards 2024
Previous Post

Soal GRC dan ESG, Komitmen Pan Brothers Sudah Terbukti Nyata

Next Post

Hamawas Edukasi Berkendara melalui Kampanye SETUJU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR