TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penguatan Kompetensi Human Capital PIM adalah Jawaban Tantangan

Agus Haryanto
23 September 2024 | 18:56
rubrik: Event
Penguatan Kompetensi Human Capital PIM adalah  Jawaban Tantangan

Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Iskandar Muda atau PIM menilai penguatan kompetensi human capital adalah sebagai jawaban atas tantangan perusahaan di masa depan. Dengan begitu, diharapkan menjadi pemain di industri domestik, dan lebih dari itu bisa berkompetisi di kancah global.    

Saat memberikan pernyataan pembuka di penjurian TOP Human Capital Awards 2024, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PIM, Eko Setyo Nugroho, menyatakan rasa terima kasihnya lantaran menjadi salah satu nominasi dan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan kemajuan-kemajuan seputar sumber daya manusia di perusahaan. “Tentunya, hari ini adalah salah satu penghargaan buat kami bisa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan apa saja dari sisi human capital yang telah dilakukan di PIM,” ujar dia di hadapan Dewan Juri TOP Human Capital yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.

Dia menyatakan, PIM adalah salah satu anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Holding Company) yang pabriknya berlokasi di Lhokseumawe-Aceh. Kemudian, punya kantor perwakilan di Jakarta.

Dia mengungkapkan sebagai informasi bahwa pabrik PIM di Lhokseumawe adalah salah satu pabrik industri pupuk yang cukup besar di Provinsi Aceh. Karena sebelumnya ada ladang gas terbesar di Arun.

Kendati begitu, lanjut Eko, kapasitas produksi Gas Arun semakin menipis. “Tapi, saat ini kondisi gas yang ada di Lhokseumawe, itu sudah semakin turun sehingga tantangan buat kami di Pupuk Iskandar Muda cukup lumayan. Sehingga tentunya kami harus melakukan beberapa hal dari sisi transformasi operasional excellent, karena memang kami sangat dipengaruhi oleh reabilitas keandalan dari pabrik-pabrik yang ada di Lhokseumawe,” imbuh dia.

Dalam konteks untuk menjawab tantangan akibat berkurangnya pasokan gas dan terbukanya peluang dengan ditemukan ladang gas baru, maka PIM melakukan program SDM yang excellent. “Dan tentunya ada program SDM yang excellent, dimana kira-kira tahun 2030, itu ada sumber gas baru di Andaman. Dan nanti dengan peluang-peluang yang ada di tahun 2028-2030 ke atas, ini akan kami persiapkan SDM untuk bisa menjadi salah satu champion untuk pabrik pupuk,” ucap Eko.

BACA JUGA:   Strengthening Role in the Circular Economy, Dynapack Asia Candidate for TOP CSR Awards 2025

Oleh karena itu, pihaknya kini sedang merevisi visi-misi perusahaan, seiring dengan perkembangan bisnis. “Dan kami juga sekarang sedang merivisi visi. Tidak hanya nanti untuk pupuk tapi juga petrokimia. Karena memang dengan adanya temuan gas yang besar di Andaman, itu menjadi peluang bagi kami untuk juga melakukan transformasi bisnis sehingga bisa berkompetisi tidak hanya di kancah nasional tapi juga di area global,” ujar Eko. 

Lebih dari itu, menurut Eko, pihaknya juga sedang mempersiapkan untuk mengembangkan terkait dengan green energy. “Saat ini kita sedang menjajaki untuk membuat pabrik clean ammonia. Itu sudah jalan, ini mungkin yang pertama di Indonesia, mungkin juga yang pertama di Asia. Kita sedang bekerja sama dengan perusahaan global. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana,” urai Eko.

Dalam pandangan Eko, dengan beberapa transformasi bisnis tersebut, seperti dengan adanya visi untuk jadi pemain yang tidak hanya di pupuk dan petrokimia, tapi clean ammonia. Dan, harapannya SDM di Pupuk Iskandar Muda, itu siap untuk bisa men-support, kemudian mengelola dan melakukan aktivitas operasional termasuk inovasi-inovasi terhadap produk dan layanan baru sehingga bisa lebih established lagi.

Lalu Eko menjabarkan transformasi bisnis yang dilakukan ialah transformasi budaya kerja. “Oleh karena itu dari sisi SDM, ini kami sekarang sedang melakukan beberapa transformasi di antaranya adalah transformasi budaya. Karena profil SDM di Pupuk Iskandar Muda, itu adalah kebanyakan putra-putra dari Aceh. Kami perlu transformasi budaya, termasuk sekarang ada program-program talent mobility agar bisa menjadi SDM yang lebih demand capacity sehingga kreativitas, inovasi itu juga menjadi semakin kaya daripada yang sebelumnya,” beber dia.

Previous Post

Wujudkan Hilirisasi, Presiden Resmikan Smelter Tembaga dan Pemurnian Logam Mulia AMMN

Next Post

IHSG dalam Target Koreksi Minimal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR