TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terus Bertransformasi, PLN Nusa Daya Adopsi Human Experience Management System Berbasis 4R

Fauzi
25 September 2024 | 16:46
rubrik: Event, HC
Terus Bertransformasi, PLN Nusa Daya Adopsi Human Experience Management System Berbasis 4R

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Dua kali berturut-turut PT PLN Nusa Daya menjadi finalis ajang penghargaan TOP Human Capital (HC) Awards yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness. Kali ini di ajang TOP HC Awards 2024, PLN Nusa Daya kembali menjadi kandidat penerima penghargaan, sehingga untuk keperluan penilaian perusahaan ini telah menyelesaikan sesi penjurian yang digelar secara virtual pada Senin (23/9/2024).

Zulhendri, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Human Capital PT PLN Nusa Daya, hadir mewakili perusahaan guna memberikan paparan di hadapan dewan juri.

Dikatakan Zulhendri, sesuai dengan tema TOP HC Awards 2024 yakni ‘Aligning the organization to business growth strategy’, pada sesi penjurian ini PLN Nusa Daya mengangkat judul ‘Organization for Accelerating Sustainable Growth’. Diangkatnya judul tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan, yakni Menjadi Perusahaan Pengelola Aset Ketenagalistrikan Terkemuka di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia dan tumbuh berkelanjutan. “Jadi ini memang sesuai dengan visi kami,” kata Zulhendri singkat.

Pada paparan berikutnya Zulhendri pun mengungkap lima misi yang diusung oleh PLN Nusa Daya.

“Pertama, bagaimana kita memastikan ketersediaan layanan, securing business sustainability. Kemudian bagaimana kita menjalankan bisnis aset operator dan aset manajer sistem ketenagalistrikan yang berkualitas, unggul, dan efisien (optimizing cost efficiency).”

“Kemudian juga bagaimana kita berpartisipasi dalam pengembangan pembangkit listrik skala di bawah 100 MW, tentunya ini untuk increasing profit contribution. (Selanjutnya) mengembangkan kompetensi dan profesionalisme human capital untuk memastikan kepuasan pelanggan, dan tentunya juga mewujudkan citra profesionalitas dalam menunjang pelayanan penyedia tenaga listrik,” jelasnya.

Strategi 4E dan Kinerja Perusahaan

Untuk diketahui, PLN Nusa Daya memiliki sejumlah aktivitas usaha, antara lain O&M Pembangkit, Pelayanan Pelanggan, Beyond kWh, O&M Distribusi dan Transmisi, serta ULD (Unit Listrik Desa).

Sementara untuk mencapai tujuan strategis perusahaan, PLN Nusa Daya memiliki empat aspirasi utama yang disingkat dengan ‘4E’ (Efficient Process, Excellent Performance, Elegant Atmosphere, dan Establishing High Trust). Empat aspirasi ini digaungkan guna mewujudkan visi PLN Nusa Daya di tahun 2028.

“Efficient Process itu (adalah) bagaimana kita menghasilkan layanan ketenagalistrikan yang optimal dan aspek biaya dan risiko yang mendukung unit PLN untuk menghasilkan tenaga listrik yang optimal. Kita ukurannya total revenue, kemudian juga revenue di luar PLN, juga efficiency di operating ratio. Kemudian di Excellent Performance, bagaimana kita meningkatkan kinerja aset fisik yang dikelola oleh PLN Nusa Daya, yang ukurannya Service Level Agreement (SLA), EAF (91%), kemudian juga response time dan recovery time,” jelas Zulhendri.

BACA JUGA:   Pan Brothers Usung Tujuh Prinsip Strategi HRM untuk Profit dan Keberlanjutan

Selanjutnya E yang ketiga adalah Elegant Atmosphere, ini adalah bagaimana perusahaan menciptakan lingkungan kerja dalam instalasi ketenagalistrikan yang aman, nyaman, serta berwawasan lingkungan. Ukurannya adalah Maturity K3 juga Maturity Lingkungan.

“Terakhir E yang keempat, Establishing High Trust, bagaimana meningkatkan keterikatan hubungan antara perusahaan dengan tenaga kerja yang mendukung pencapaian sasaran strategis tersebut. Kita mengimplementasikan kriteria unggul berbasis World Class Baldrige, kemudian kita meningkatkan juga Risk Management Level yang maturity. Risk management kita semua aspek maturity harus kita lakukan untuk memastikan bahwa perusahaan sustain ke depannya, termasuk GCG, ESG, IT Maturity dan lain sebagainya,” tandasnya.

Lalu untuk rencana jangka panjang (RJP), disebutkan bahwasanya PLN Nusa Daya tengah menuju RJP 2028 di mana dari sisi finansial perusahaan bertekad untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham dengan meningkatkan pertumbuhan dan juga meningkatkan productivity perusahaan. Selain itu, perusahaan juga fokus pelayanan pelanggan.

“Bagaimana kita meningkatkan kualitas layanan kita? Kemudian juga bagaimana kita membangun internal business process yang semakin baik untuk mewujudkan nilai bagi pemegang saham? Dan terlihat bahwa di Learning and Growth kita, bagaimana kita ingin selalu memperkuat Governance, Risk and Compliance? Kemudian meningkatkan efektivitas organisasi dan kapasitas SDM, juga meningkatkan efektivitas sistem informasi dan teknologi kita guna mendukung perbaikan internal business process, pelayanan pelanggan, dan juga tentunya aspek finansial yang menjadi kepentingan pemegang saham,” jelasnya.

Guna mencapai RJP 2024-2028, PLN Nusa Daya menjalankan beberapa langkah dengan mengimplementasikan tiga Moonshot Utama dan Launchpad Moonshot dalam program kerja perusahaan.

“Ada Growth Moonshot (Moonshot Pertumbuhan), ada Digital Moonshot bagaimana kita mendigitalisasi proses bisnis di segala bidang, kemudian NZE (Net Zero Emission) Moonshot bagaiaman kita memastikan mendukung program pemerintah untuk mencapai nol emisi di tahun 2060, terutama di bagian kita yaitu di sektor ketenagalistrikan,” ujarnya.

Sementara untuk mendukung pertumbuhan digitalisasi dan juga net zero emission itu, PLN Nusa Daya punya enabler atau Launchpad-nya, yakni Business Excellent, asset management, kemudian enhance risk management, dan juga integrated enterprise application, serta pengembangan organisasi dalam mendukung penugasan Holding.

BACA JUGA:   BPR Rokan Hulu, Lakukan Perubahan dengan Semangat Transformasi

Adapun bicara kinerja bisnis berkelanjutan, secara umum PLN Nusa Daya memiliki kinerja yang baik di tahun 2023. Ini terlihat dari pertumbuhan beberapa aspek, seperti pendapatan, laba dan aspek lain yang diraih perusahaan pada tahun tersebut.

“Di sisi pendapatan tumbuh signifikan di tahun 2023 kemarin kita tumbuh 32%. Dan tahun ini, kita proyeksikan akan tumbuh 40%. Laba usaha kita tahun lalu tumbuh 40%, laba bersih tumbuh 33%,” ucapnya.

“Kemudian capaian SLA (Service Level Agreement) kita meningkat menjadi 99,80 sudah mendekati 100%. Lalu, jumlah kontrak meningkat 248 kontrak. Indeks kepuasan pelanggan juga meningkat. Meskipun pencapaian KPI tahun 2023 itu lebih rendah dari 2022 karena ada beberapa factor yang mempengaruhinya,” jelas Zulhendri.

Bertransformasi dalam Human Capital

Bicara mengenai Human Capital, pada paparannya di hadapan dewan juri Zulhendri mengungkap sejumlah hal terkait transformasi yang telah dilakukan perusahaan di bidang human capital. Disebutkan bahwa pada tahun 2009, PLN Nusa Daya mengimplementasikan apa yang disebutnya sebagai Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDMBK).

Lalu, pada tahun 2010 perusahaan sudah mengadopsi Human Capital Management System di mana lebih berfokus pada pengembangan SDM sebagai aset agar bisa memberikan kontribusi secara maksimal, juga mengutamakan analisis Perkembangan SDM dan Perusahaan.

Nah, di tahun 2022, PLN Nusa Daya pun akhirnya mulai mengimplementasikan Human Experience Management System (HXMS) yang lebih berfokus pada menciptakan pengalaman personal bagi pegawai yang bermakna dengan menyediakan tools dan teknologi yang mendorong business impact.

Kemudian, kata Zulhendri, di Human Experience Management System ini perusahaan juga mengutamakan pengalaman pegawai yang kemudian akan berpengaruh pada engagement dan motivasi pegawai untuk berkontribusi maksimal bagi perusahaan.

Secara singkat, Zulhendri pun, menceritakan bagaimana implementasi dari transformasi human capital yang berjalan sejak 2009, 2010, dan 2022 dengan mengimplementasikan Human Experience Management System.

“Di HXMS yang tadinya kita Human Capital berbasis tujuh pilar SDM, sekarang kita menggunakan 4R (Right Size, Right Skill, Right Spend, dan Right System). Di dalam Right Size tentunya bagaimana penciptaan model operasi dan desain organisasi yang selaras dengan strategi perusahaan serta dilengkapi dengan pembagian tugas yang tegas dan efektivitas tata kelola. Jadi Right Size ini juga mencakup Human Capital Strategy dan Governance, Business Process, Organisasi, Culture, dan juga manajemen perubahan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia Maju

Lalu, untuk Right Skill, bagaimana perusahaan menciptakan talenta unggul, berdaya saing, serta memiliki adaptabilitas yang tinggi terhadap perubahan transformative. Di sini kita membangun kebijakan resourcing, acquisition, deployment, dan development.

Selanjutnya, untuk Right Spend, dalam hal ini (perusahaan berupaya) mengelola HC yang efisien namun tetap memperhatikan kesetaraan internal dan eksternal serta berorientasi pada kinerja yang superior. Yang tercakup dalam kebijakan ini Reward and Performance, Industrial Employee Relations, dan juga Exit and Leave Management.

“Kemudian tentunya kita membutuhkan Right System, (yakni) pembenahan proses dan sistem berkelanjutan dengan mengupayakan penyerapan teknologi terintegrasi dalam pengembangan HC saat ini dan masa depan. Ya, kita tentunya sudah menerapkan human capital admin and services, Human Capital Information System,” tandasnya.

Selain itu, diungkap pula bahwa PLN Nusa Daya memiliki Road Map dan inisiasi untuk mengimplementasikan Human Experience Management System yang tahun ini sudah dalam tahap aplikasi atau implementasi.

Adapun dalam Human Capital Learning and Talent Development tercakup beberapa hal di antaranya Pembelajaran, Pendidikan Formal, Knowledge Management, Mentoring, Mutasi/Rotasi/Promosi, dan Coaching.

“Tentunya ini satu rangkaian proses yang berkelanjutan sejak kita mulai mengakuisisi sumber daya sampai sumber daya itu kita tempatkan dengan tugasnya masing-masing kemudian kita bangun. Kita juga memberikan kesempatan pendidikan formal, kita juga melakukan coaching, mentoring dan juga tentunya reward bisa berupa promosi, kebijakan tour of duty, dan segala macamnya,” tegas Zulhendri.

Sementara untuk Reward dan Performance Management, dalam hal ini perusahaan menerapkan penghargaan, baik yang bersifat Ekstrinsik maupun penghargaan yang bersifat Intrinsik. Untuk pengukuran kinerja sendiri, perusahaan memiliki tiga proses utama yaitu Perencanaan, Pemantauan dan Penilaian. “Saat ini kita sudah menggunakan PNGM (Performance dan Goal Management) yang penilaiannya dilakukan setiap semester dan melibatkan semua pegawai termasuk atasan, termasuk juga lingkungan mereka,” jelasnya.

Dalam kaitannya dengan membangun Employee Relationship, Employee Self Service, dan Industrial Relationship perusahaan menggunakan atau mengimplementasikan budaya perusahaan.

“Kita punya tata nilai Budaya AKHLAK, dan dalam mengimplementasikannya tiap tahun kita punya tema-tema dan juga kita punya program budaya untuk memastikan bahwa budaya-budaya itu tidak hanya hidup sebagai jargon-jargon, tetapi memang hidup sebagai nilai-nilai yang dianut oleh semua pegawai,” pungkasnya.

Editor: Busthomi

Tags: PT PLN Nusa DayaTop HC Awards 2024
Previous Post

Inovasi, Strategi Bisnis, dan HC Inisiatif Ini Bawa PT BPR Gerbang Serasan Berkinerja Mumpuni

Next Post

Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo Seksi I Milik ADHI Ini Rampung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR