
Jakarta, businessnews.id — Peningkatan Jumlah kelas menengah di Indonesia menjadi incaran OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dari 56 persen kelas menengah Indonesia di tahun 2014, diharapkan 10 persen menjadi investor di pasar modal.
Menurut Ketua Komisioner (Otoritas Jasa Keuangan) Muliaman D. Hadad, di tahun 2003, jumlah kelas menengah Indonesia hanya sebesar 37 persen, sedangkan besaran kelas menengah di awal tahun 2014 menjadi 56 persen. “Kalau 10 persen saja kelas menengah itu menjadi investor pasar modal, maka akan kuat pasar modal kita,” kata dia di Jakarta hari ini.
Sedangkan dari sisi supply, jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga perlu di tingkatkan, tambahnya. Sebab jika dibandingkan dengan negara tetangga lingkungan Asean, jumlah emiten yang terdaftar di BEI masih perlu di tingkatkan. “Malaysia telah terdapat 889 emiten, Singapura sebanyak 774 emiten.”
Ia berharap, dalam waktu ke depan, perlu peningkatkan jumlah emiten dan investor pasal modal, dengan cara melakukan peningkatan edukasi ke calon emiten dan calon investor secara berkesinambungan. ‘”Salah satunya melalui acara business meeting, “ terangnya.
Untuk business meeting ini, OJK telah mengundang 272 perusahahaan yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Selanjutnya business meeting akan diadakan di kota besar lainnya seperti Makassar, Surabaya, dan Medan. (ZIZ)