Jakarta, TopBusiness – Pemerintah optimistis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa mencapai target yang ditetapkan tahun 2024 ini sebesar Rp 280 triliun. Dengan total 2,49 juta debitur baru, 1,16 juta debitur graduasi, dan Rp 47 triliun ketersediaan subsidi bunga.
“Untuk 2024 kita perkirakan itu at least sama atau lebih tinggi dari target awal kita gitu ya untuk penyaluran di 2024,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam keterangannya yang dikuti Kamis (14/11/2024).
Sementara itu, realisasi penyaluran KUR sampai akhir Oktober 2024 telah mencapai angka Rp 246,58 triliun, naik 23,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Debitur KUR sejak pertama kali berjalan tahun 2015 telah mencapai 48,63 juta debitur. Untuk periode Januari-Oktober 2024, jumlah pemegang KUR ada sebanyak 4,27 juta debitur.
“Di 2024 ini kalau kita lihat secara debitur baru itu ada sekitar 113 persen dari target awal, dari 1,7 juta sekarang 1,9 juta debitur baru. Jadi dari total 4,2 juta debitur ini 1,9 juta adalah debitur baru yang mengakses KUR,” kata Ferry.
Menurut Ferry, total outstanding KUR mencapai Rp 490 triliun selama kurun waktu 2015-2024. “Ini bukan angka yang kecil, yang kita bisa kontribusikan, tidak hanya ke debiturnya, tapi juga ke perekonomian kita secara umum,” pungkasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perskonomian tengah menyiapkan kebijakan optimalisasi penyaluran KUR, guna mendukung sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari program makan bergizi gratis (MBG) hingga pembangunan 3 juta rumah.
