Jakarta, TopBusiness – Pencapaian positif PT BPR Bank Bantul (Perseroda), baik dari sisi kinerja maupun inovasi itu terungkap saat sesi penjurian TOP BUMD Awards 2025 seiring dengan perusahaan yang kembali terpilih menjadi salah satu finalis ajang bergengsi yang diadakan Majalah TopBusiness ini.
Bambang Suryo Wibowo, selaku Direktur Utama Bank Bantul yang hadir memberikan paparan di hadapan dewan juri menyatakan rasa bangganya. Hal ini lantaran dari tahun ke tahun, ada pencapaian-pencapaian maupun progres-progres yang menjadikan Bank Bantul lebih baik.
Sebagaimana diungkap Bambang Suryo, ada tiga topik yang tercakup dari visi Bank Bantul, yakni Unggul, Profesional, dan Bermanfaat bagi Stakeholder.
“Memang luar biasa kami tetap berupaya untuk mewujudkannya (visi), salah satunya adalah menguasai pangsa pasar di wilayah Kabupaten Bantul. Dari apple-to-apple di 12 BPR yang mencari kue di Kabupaten Bantul itu, kita sudah sekitar 62% pangsa pasarnya,” ungkap Bambang di hadapan dewan juri, Rabu (15/1/2025).
Sejalan dengan itu dari sisi tingkat kesehatan, berdasarkan asesmen yang dilakukan secara mandiri Bank Bantul masih dalam predikat ‘Sehat’.
Kinerja
Lebih detail, dalam paparannya di hadapan dewan juri, Bambang mengungkap kinerja Bank Bantul. Secara umum, dari beberapa aspek, kinerja Bank Bantul masih berada di jalur (on the track). Bila ada yang ‘merah’ itu datang dari sisi deposito.
“Dalam hal ini, yang merah adalah deposito, kenapa? Karena memang rencana bisnis kita Bapak/Ibu (dewan juri), kita diharapkan bisa berkompetisi lebih bagus lagi, bagaimana mencari dana-dana murah. Sehingga dari deposito memang kita niatkan untuk dipindah ke tabungan dan tidak banyak kita kejar. Artinya, kadang kalau BPR main di special rate, kami sekarang hampir rata-rata deposito kami itu 4. Kalau LPS kan (mensyaratkan) 6,75, untuk gambaran saja, kita sekarang di angka 4. Jadi, memang deposito tidak kita niatkan untuk besar,” ungkap Bambang.
Lalu untuk kredit, meski belum sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), namun aspek kredit di Bank Bantul disebut mengalami pertumbuhan yang luar biasa, mencapai angka Rp22 miliar. Dari sisi laba pun demikian.
“(Untuk) laba bisa dilihat di sini, di Desember 2023 itu Rp6,79 miliar, tentunya sekarang sudah kami bukukan Rp10,17 miliar untuk laba total, sehingga kita naik Rp3,3 miliar. Dan menjadi catatan kami, adalah penanganan kredit bermasalah menjadi konsentrasi kami di tahun 2024. Dan luar biasanya kami bisa sekarang sesuai dengan harapan OJK di bawah 5, yaitu 4,89%. Kami membukukan (NPL/Non Performing Loan) di 2023 itu 6,51. Ini sangat luar biasa sekarang dan memang di BPR sekarang katanya NPL-nya pada naik, tetapi Alhamdulillah di Bank Bantul kita bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.
Kembali ditegaskan Bambang, untuk tingkat kesehatan bank, dari beberapa indikator yang ada, Bank Bantul juga dalam kategori ‘Sehat’.
“Itu juga berwarna hijau dan biru tidak ada yang merah, artinya bahwa kami tentunya sudah sesuai (on the track), insya Allah di 2025 hijau semua,” tandasnya.
Adapun yang masih menjadi catatan bagi Bank Bantul adalah dari sisi ROA (Return on Assets). “ROA memang mensyaratkan sehat itu lebih besar dari dua, tetapi kami masih 1,89,” kata Bambang.
Inovasi
Seperti bank pada umumnya, Bank Bantul juga menggeluti kegiatan bisnis pada tiga hal, yakni Funding, Kredit, dan Services. Untuk Funding terdiri dari tabungan dan deposito. Sementara kredit terdiri dari kredit UMKM, Pegawai, Kelompok, dan Pensiun. Dari sisi Services (layanan), Bank Bantul menjalankan bisnis sebagai Payment Point (Pembayaran PDAM, Listrik, Telepon, dan lain-lain); Transfer; serta Pembayaran SPP Sekolah via VA (virtual account).
Dari sejumlah kegiatan tadi, ada produk Bank Bantul yang disebut menjadi pembeda dengan BPR lain, yakni adanya Kredit Pensiun. “Ini (kredit pensiun) menjadi pembeda. Ini juga menjadi hal yang kami ‘leading’ di Bantul. (Kredit) pensiun ini yang dikelola hanya di Bank Bantul, BPR-BPR lainnya masih belum punya produk ini,” ujarnya.
Untuk services, seperti bisa dilihat selain menawarkan layanan pembayaran PDAM, listrik, telepon, PBB, maupun transfer antarbank, bank Bantul juga memiliki layanan Pembayaran SPP Sekolah melalui VA.
“Sekolah yang kami kelola sudah banyak, itu sekitar 150-an. Kami membuka pelayanan 150 sekolah, ini Alhamdulillah menjadi dana murah kita,” kata Bambang.
Tidak berhenti sampai di situ, dari layanan yang ditawarkan untuk pihak sekolah, Bank Bantul juga memiliki sejumlah manfaat.
“Pertama, tentu mengenalkan Bank Bantul dari dini. Sehingga teman-teman dari SD itu sudah mengenal bank Bantul ini menjadi fondasi kami ketika mereka menjadi pengusaha kita yakinkan bahwa Bank Bantul sudah dikenal dari awal,” ujarnya.
“Lalu kedua, di sekolah ini ketika melakukan tabungan, ini pengambilannya sangat kecil. Artinya menabung kelas 1, itu dimungkinkan nanti kalau belum berpindah sekolah atau masih satu yayasan, maka tabungan itu akan mengendap lama. Dan yang terakhir, tentunya di sekolah itu ada wali murid ada guru, kemudian ada organisasi-organisasi itu sangat potensial untuk kami cross selling, sehingga ini menjadi potensi kami untuk selalu kita garap,” lanjut Bambang lagi.
Di tempat yang sama, Handhy Saputro Prabowo, Direktur Kepatuhan Bank Bantul menyinggung sedikit terkait penerapan Teknologi Informasi (TI) berupa sejumlah inisiatif yang telah dilakukan oleh Bank Bantul.
“Berkaitan dengan strategi penerapan teknologi informasi atau digitalisasi saat ini, kurang lebih target kita triwulan pertama 2025 adalah launching mobile banking, lalu QR atau QRIS, yang selanjutnya adalah ATM cardless yang sedang kita target,” imbuh Handhy.
Editor: Busthomi
