Jakarta, TopBusiness — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Yapono Kota Ambon menunjukkan kebangkitan kinerja yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Transformasi yang dilakukan BUMD air minum milik Pemerintah Kota Ambon ini berhasil menurunkan tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW) secara drastis, dari 68 persen pada 2024 menjadi hanya 18,17 persen pada 2025. Di sisi lain, kinerja keuangan perusahaan juga meningkat signifikan sejak 2024.
Plt Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil dari perluasan jaringan dan perbaikan sistem perpipaan secara masif, sekaligus pembenahan tata kelola distribusi air.
“Penurunan NRW ini bukan kebetulan. Ini hasil dari rehabilitasi jaringan, perbaikan kebocoran, dan pengembangan pipanisasi. Pembaginya menjadi lebih besar karena jaringan makin luas dan terkontrol,” ujar Pieter dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 secara daring, Rabu (21/1/2026).
Saat ini, Perumdam Tirta Yapono melayani 9.897 sambungan rumah dengan jumlah pegawai sebanyak 113 orang. Dari sisi cakupan layanan, secara teknis baru mencapai di atas 35 persen wilayah Kota Ambon. Meski demikian, angka tersebut dinilai cukup signifikan mengingat karakteristik geografis kota yang didominasi wilayah perbukitan.
“Topografi Ambon berbeda dengan Pulau Jawa. Sekitar 90 persen wilayah kami adalah perbukitan dan hanya 10 persen dataran. Ini tantangan besar dalam penyediaan air bersih,” jelas Pieter.
Dalam rencana jangka menengah, Perumdam Tirta Yapono menargetkan cakupan layanan meningkat menjadi 40–45 persen pada 2026, seiring pengembangan jaringan ke wilayah-wilayah perbukitan. Bahkan, hingga 2030, seluruh kawasan perbukitan Kota Ambon ditargetkan sudah terjangkau layanan air bersih.
Terkait kontinuitas pasokan, Pieter mengakui distribusi air belum sepenuhnya 24 jam. Saat ini, layanan dihentikan sementara pada rentang waktu pukul 23.00 hingga 05.00 WIT. Kebijakan ini diambil sebagai langkah teknis untuk menekan kebocoran.
“Pada jam-jam itu, pemanfaatan air oleh masyarakat hampir tidak ada. Jika distribusi tetap berjalan dengan tekanan tinggi, justru memicu kebocoran besar pada pipa. Karena itu, kami atur jam distribusi untuk menjaga sistem tetap efisien,” paparnya.
Upaya pembenahan teknis tersebut berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan. Pendapatan Perumdam Tirta Yapono meningkat dari Rp17,39 miliar pada 2024 menjadi Rp22,52 miliar pada 2025. Laba bersih melonjak dari Rp769 juta menjadi Rp2,23 miliar, sekaligus memungkinkan perusahaan membagikan dividen kepada Pemerintah Kota Ambon.
Secara kelembagaan, Perumdam Tirta Yapono juga berhasil keluar dari kategori “Sakit”. Berdasarkan penilaian BPPSPAM Kementerian PUPR, tingkat kesehatan perusahaan pada tahun buku 2024 mencapai 2,86 atau kategori Sehat, naik 0,40 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, Perumdam Tirta Yapono menyiapkan berbagai inisiatif strategis, mulai dari pembangunan sumur-sumur baru, perlindungan daerah tangkapan air, hingga keterlibatan aktif dalam penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon pun memberikan dukungan melalui penyertaan modal daerah untuk memperkuat ekspansi layanan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Komitmen pemerintah kota dan kami adalah memastikan seluruh masyarakat Ambon, baik di dataran maupun perbukitan, mendapatkan akses air bersih secara layak dan berkelanjutan,” tegas Pieter.
Dari sisi penguatan sumber daya manusia (SDM), Perumdam Tirta Yapono menjalin kerja sama dengan Perumdam Tirta Pakuan Kota Bogor melalui program studi tiru. Setiap bulan, 5–7 pegawai dikirim untuk belajar langsung mengenai pengelolaan air minum modern, tata kelola, dan pelayanan pelanggan.
“Kami sadar Bogor lebih maju. Karena itu kami kirim staf belajar, lalu mereka kembali dan mengombinasikan praktik terbaik di sana dengan kondisi Ambon,” ujarnya.
Seluruh langkah tersebut selaras dengan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon 2025–2029, di mana akses air bersih menjadi prioritas utama. Dengan fondasi bisnis plan yang jelas hingga 2030, Perumdam Tirta Yapono optimistis mampu menjelma menjadi BUMD air minum yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Berkat keberhasilan itu, Perumdam Tirta Yapono terpilih menjadi salah satu BUMD air minum di Indonesia kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.
