Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.15%, tapi disertai dengan net sell asing Rp437 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, BMRI, BBNI dan MDKA.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP mengatakan, untuk perdagangan hari ini, laju IHSG berpotensi terkoreksi setelah naik 5 hari berturut-turut.
“Sehingga dengan kondisi itu, level Support IHSG dipropyeksi berada di kisaran 7100-7160 dan level Resist IHSG diperkirakan di rentang 7200-7250,” ujarnya, dalam riset, Rabu (22/1/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Menguat Usai Trump Menahan Diri Soal Kebijakan Tarif. Wall Street menguat menyambut pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS ke-47. Indeks S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq 100 naik 0,6% dan Dow Jones Industrial Average naik 1,2%.
MSCI World Index dan Russel 2000 masing-masing naik 0,8% dan 1,8%. Wall Street menguat karena Donald Trump memberikan nada yang lebih positif dalam kebijakan-kebijakannya nanti, bahkan muncul spekulasi kebijakannya tersebut akan semakin menguatkan perusahaan di AS.
Sebanyak 400 saham konstituen Indeks S&P 500 naik karena ada ekepektasi pasar jika Trump akan mengumumkan dorongan investasi baru ke sektor kecerdasan buatan yang dipimpin oleh Softbank Group Corp, IpenAI LLC dan Oracle Corp. Indeks yang didominasi oleh saham perusahaan kecerdasan buatan itu bahkan naik hingga mencapai level tertinggi tiga tahun.
Saham-saham berkapitalisasi pasar kecil naik karena pelaku pasar berspekulasi akan mendapat manfaat dari sikap perfeksionis Donald Trump.
Bursa Asia Mayoritas Naik, Saat Trump Janjikan Era Keemasan AS. Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada Selasa (21/1).
Seiring investor menantikan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan yang akan diumumkan Presiden AS Donald Trump setelah pelantikannya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,32% dan Topix menguat 0,08%. Sementara di Korea Selatan, Kospi turun 0,08%, dan Kosdaq melemah 0,22%. Kemudian, S&P/ASX 200 Australia naik 0,66%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,91% dan CSI 300 China naik 0,08%.
Beberapa bank sentral di Asia akan mengadakan pertemuan minggu ini. Bank Sentral Malaysia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 3% pada Rabu (22/1).
Bank of Japan (BOJ) akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada (23-24 Januari). Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, telah mengisyaratkan rencana untuk menaikkan suku bunga.
Otoritas Moneter Singapura akan mengadakan pertemuan pada Jumat (24/1). Sementara di AS, pasar keuangan ditutup karena hari libur publik Martin Luther King Jr.
Setelah Trump dilantik dan menjanjikan era keemasan baru bagi AS dan juga mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif, yang tidak mencakup penerapan tarif. (Source: Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BBCA, BBNI, AMRT, PANI, BRPT, dan AADI
–BBCA Buy on Weakness dengan area beli di 9525, cutloss jika break di bawah 9500. Jika tidak break di bawah 9500, potensi naik ke 9675-9900 short term.
–BBNI Buy on Weakness dengan area beli di 4700, cutloss jika break di bawah 4630. Jika tidak break di bawah 4630, potensi naik ke 4800-4900 short term.
–AMRT Spec Buy dengan area beli di 2720, cutloss jika break di bawah 2700. Jika tidak break di bawah 2700, potensi naik ke 2770-2840 short term.
–PANI Spec Buy dengan area beli di 14100, cutloss jika break di bawah 13900. Jika tidak break di bawah 13900, potensi naik ke 14250-14350 short term.
–BRPT Buy on Weakness dengan area beli di 910, cutloss jika break di bawah 890. Jika tidak break di bawah 890, potensi naik ke 940-955 short term. –AADI Spec Buy dengan area beli di 8850, cutloss jika break di bawah 8700. Jika tidak break di bawah 8850, potensi naik ke 8925-9000 short term.
