Jakarta, TopBusiness – Kinerja bisnis Perumda Tirta Mayang Kota Jambi semakin melesat semenjak 2021 di bawah kepemimpinan Direktur Utama Dwieke Riantara. Apalagi, telah sukses mendapatkan hibah luar negeri.
Sang direktur utama ini sudah malang melintang di industri air perpipaan. Beliau telah malang melintang di Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) selama 17 tahun. Sang sarjana jurnalistik dan S2 Ilmu Lingkungan, serta sebagai wartawan dan pemimpin Redaksi Majalah Air Minum.
Ditegaskan Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Dwieke Riantara, S.Sos, M.Si, pihaknya terus membangun tim yang solid agar perusahaan daerah terus berkinerja baik dengan dibarengi tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG). Alhasil, perusahaan terus meningkatkan kinerja melalui pembuktian capaian penghasilan dan mengerek laba perusahaan. Pada gilirannya seluruh insan Tirta Mayang mengalami peningkatan kesejahteraan dan juga memberikan kontribusi besar bagi pembangunan perekonomian daerah.
“Perusahaan juga meningkatkan kualitas Human Capital (HC) agar kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai aset yang tidak ternilai,” tegas mantan wartawan kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025, di Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Semenjak dikomando Dwieke sejak 17 Maret 2021 kinerja bisnis Perumda Tirta Mayang melesat bagaikan derasnya air. Ini terlihat dengan capain portofolionya melalui capaian laba meningkat sangat membanggakan. Laba tahun 2021 sebesar Rp 4,105 miliar, tahun 2022 (Rp 4,204 miliar), tahun 2023 (Rp 16,979 miliar), 2024 sebesar Rp 23,001 miliar.
Manajemen baru membawa banyak perubahan dan kebanggaan bagi Kota Jambi sebagai pemilik perusahaan daerah. Dan tahun 2024 ini sudah menginjak usia 50 tahun, dan di bawah Dwieke perusahaan daerah menjadi kebangaan Pemerintahan Daerah Kota Jambi baik ditingkat daearah, nasional bahkan Internasional.
Kepemimpinan Dwieke terbukti dengan telah malang melingtang di PERPAMSI selama 17 tahun. Ini memberikan warna tersendiri untuk melakukan berbagai terobosan ke luar negeri dalam rangka mencari dana hibah. Dengan keahlian tersebut, maka Perumdam Tirta Mayang meraih dana hibah dari Pemerintahan Korea dan Jepang hampir Rp 5,9 miliar.
“Untuk dana hibah dari pemerintahan Jepang mendapatkan anggaran Rp 5,9 miliar. Kerja sama dengan pemerintahan Jepang akan berlangsung untuk tahun 2025 sampai 2031,” tutur Dwieke.
Menurut dia, hibah dari Jepang dan Korea Selatan ini, dalam hal untuk menekan tingkat kehilangan air (NRW) dengan memanfaatkan teknologi digital Teknologi berbasiskan IA teknologi sensor – pendeteksi kebocoran pipa.
Dan untuk pengiriman data sensor, Tirta Mayang mengandenng PT TELKOMSEL sebagai provider layanan NB-IoT. Dengan menghunakan teknologi sensor produk Korea Selatan ini akan sangat mudah mengetahui titik kebocoran di jalur pemipaan dan bagi petugas pipa ledeng ini dengan sangat cepat pula melakukan eksekusi pipa dan jaringan yang bocor tersebut.
Dikatakan Dwieke, perusahaan bisa menekan tagihan listrik dari Rp 2,5 miliar sebelumnya, menjadi Rp 1,8 miliar. Pengunaan listrik dari Solar Cell alias Sinar Matahari di lingkungan Tirta Mayang memberikan penekanan biaya listrik sangat signifikan pula.
Dalam rangka peningkatan pelayanan yang cepat, tepat, transparan dan penagihan yang tidak perlu antre maka Tirta Mayang telah melengkapi pelayanan berbasiskan Tekologi Digital seperti : 1. Aplikasi Sistem Informasi Anggaran (SIAGA), lantas ada pula Aplikasi Sistem Informasi Layanan Pelanggan (SIMAYANG), dan WhatsApp Business(Aplikasi Programming Interface).
2. Aplikasi SRIKANDI dibangun system informasi kearsipan dinamis terintegrasi, dan membangun aplikasi ADESI. Agenda kegiatan direksi berbasiskan web untuk monitoring jadwal kegiatan-kegiatan yang telah atau akan dilaksanakan oleh Direksi dan dapat diakses secara online.
