TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski Kondisi Sulit BPR Artha Perwira Tetap Raih Laba dan Setor Deviden

Ahmad Churi
11 February 2025 | 11:37
rubrik: Event
Meski Kondisi Sulit BPR Artha Perwira Tetap Raih Laba dan Setor Deviden

Jakarta, TopBusiness – Meski diliputi kondisi sulit, BPR Artha Perwira tetap bisa melakukan upaya-upaya optimal untuk meminimalisir dampak eksternal tersebut, sehingga masih membukukan laba. Bank milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga ini juga bisa terus memberikan kontribusi dalam menunjang pembangunan daerah melalui setoran deviden yang sejak pandemi Covid-19 atau lima tahun terkahir mencapai sebesar Rp11,3 miliar.

Perumda BPR Artha Perwira Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tahun ini kembali masuk nominasi dalam wawancara penjurian untuk penghargaan “TOP BUMD Awards 2025”. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Direktur Utama Perumda BPR Artha Perwira, Yulan Setiawan. Turut mendampingi dalam sesi wawancara ini, di antaranya Direktur YMFK (Kepatuhan), Uripno Herlambang Aji, Kabag. Operasi, Anis Mahmudah, serta Kabag. Remidial, Dondi Reza yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting beberapa waktu lalu, yang diselenggarakan Majalah Top Business.

Dalam kesempatan ini, Dirut Yulan Setiawan membawakan materi presentasi berjudul “Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Ia  mengawali presentasinya dengan menjelaskan visi dan misi perusahaan.

Dijelaskan, BPR Artha Perwira yang sahamnya 100% milik pemerintah daerah Kabupaten Purbalingga ini, memiliki visi utama, “Bank yang sehat, menjadi kebanggan masyarakat  dan menunjang pembangunan daerah”. Sedangkan misinya ada empat. Pertama memberikan layanan prima didukung oleh kehandalan SDM dengan teknologi informasi, serta jaringan yang luas. Kedua, membangun budaya Bank dan mempertahankan Bank sehat. Ketiga, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan fokus kegiatan retail banking. Keempat, meningkatkan kontribusi dan komitmen pemilik untuk penguatan bank berkelanjutan.

Secara umum aktivitas usahanya, yakni menghimpun dana, menerima simpanan masyarakat dalam bentuk deposito, tabungan dan lain-lain. Selain itu, menyalurkan Kredit : Memberikan kredit kepada nasabah untuk keperluan usaha, konsumsi dan lainnya. Mengelola aktiva: mengelola aktiva BPR, seperti aktiva produktif, aktiva tak produktif, dan aktiva lainnya.

Di samping itu, juga  melakukan aktivitas pendukung lain. Antara lain pelayanan transaksi seperti transaksi antar bank, pengelolaan risko yang terkait dengan aktivitas usaha BPR, investasi pada instrumen keuangan yang sesuai dengan kebijakan investasi BPR. Pengelolaan Kas : mengelola kas dan likuiditas BPR untuk memastikan kemampuan BPR dalam memenuhi kewajiban, dan aktivitas lainnya.    “Strategi bisnis (secara umum) diarahkan untuk mengelola dan mengembangkan usaha BPR Artha Perwira  dengan memperhatikan kecukupan modal, pertumbuhan aset yang sehat dan cost efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan kepada nasabah,” terangnya.

BACA JUGA:   Wujudkan Resolusi di Awal Tahun, Generasi Muda Semangat Mencari Rumah di Indonesia Properti Expo

Dalam paparannya di hadapan dewan juri, Yulan juga mengungkap strategi pengembangan perusahaan agar lebih solid dari sisi keuangan. Melakukan perbaikan kualitas kredit dengan menekan Non Performing Loan (NPL) secara optimal agar memenuhi ketentuan yang ada. Strategi untuk meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) untuk memperkuat likuiditas pembiayaan, dan lainnya.

“Kami juga memiliki strategi untuk terus memperkuat fungsi intermediasi perbankan, berupa portofolio kredit pada segemen ultra mikro dan mikro. Di antaranya memberi kemudahan layanan melalui sistem digital. Kemudahan ini juga bagian dari upaya kami menekan praktik rentenir yang banyak beroperasi di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Dalam upaya menekan gerak rentenir dan mendukung UMKM dan para pedagang pasar, Bank Artha Perwira telah meluncurkan produk kredit melawan rentenir bernama Kredit Mawar. Kredit Mawar terutama didedikasikan untuk para pedagang pasar, karena pedagang pasar sangat rentan terjerat pinjaman dari rentenir. “Kredit Mawar (Melawan Rentenir) merupakan strategi dari Pemkab Purbalingga dan BPR Artha Perwira Purbalingga selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak sebagai lembaga keuangan, terutama melindungi dan mendukung pelaku usaha kecil dari jeratan rentenir,” terangnya.

Program ini pertama kali digulirkan 2019 saat pandemi Covid-19 dengan skema kredit bunga nol persen. Terutama untuk membantu UMKM dan pedagang pasar bisa bangkit dari pandemi tanpa berhubungan dengan rentenir. Pelaku UMKM dapat mengakses kredit ini dengan plafon pinjaman kisaran Rp 500 ribu hingga di atas Rp 2 juta.

Terkait strategi inovasi digital, telah dilakukan strategi digitalisasi. Mulai dari layanan digital untuk permohonan/aplikasi tabungan dan Kredit melalui situs resmi https://arthaperwira.com. Untuk memudahkan juga ada aplikasi E-Collecting, sistem digitalisasi untuk pelayanan transaksi on site dan realtime tabungan, hingga angsuran pinjaman.

BACA JUGA:   PT BSSR Miliki Pilar-pilar CSR

“Terkait strategi digital, tahun 2020 BPR Artha Perwira telah mengganti System Aplikasi Inti Perbankan (AIP) guna mendukung transaski realtime antar kantor, serta meningkatkan penyajian laporan keuangan yang cepat, andal dan akurat. Di antaranya telah dilakukan pemanfaatan perangkat teknologi E_Collecting untuk mendukung transaksi on site yang terintegrasi langsung ke AIP/core banking system. Selain untuk meningkatkan layanan dan memudahkan nasabah, juga meminimalkan adanya penyimpangan pencatatan atau transaksi dari para nasabah kami di lapangan,” jelasnya.

Strategi ini juga berdampak pada performa bisnis, di mana secara umum dari sisi kinerja usaha, kondisi BPR Artha Perwira dalam kondisi sehat. Namun demikian diakui, dampak pandemi Covid-19 masih belum 100% pulih.  Apalagi ditambah dengan kondisi ekonomi global yang juga berdapak pada kondisi perekonomian dalam negeri.

Menurutnya dibanding 2023, capaian rencana bisnis lebih baik dari pada tahun 2024. Meski dampak pandemi masih cukup terasa namun kegiatan usaha masyarakat masih cukup lebih baik di 2023. Sehingga capaiandi tahun 2024 cukup jauh dari rencana kerja. Pengaruh kondisi eksternal cukup signifikan yang berdampak pada pelaku usaha, dimana debitur Bank Artha Perwira 85 % merupakan skim modal kerja usaha.

“Kinerja tahun 2024 secara umum belum sesuai dengan rencana kerja. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal kondisi perekonomian dampak dari dinamika global dan regional. Di tengah tantangan itu manajemen telah melakukan upaya-upaya optimal untuk meminimalisir dampak eksternal tersebut, dan kami pun masih membukukan laba positif,” ujarnya.

Tercatat kinerja kredit yang diberikan tahun 2024 sebesar Rp103.1 milir dari target yang di rencana Rp123,8 miliar. Sedangkan tahun 2023 total kredit yang disalurkan sebesar Rp 120,4 miliar. Penurunan di 2024 juga dikarena perusahaan menempuh srategi kehati-hatian atau aspek prudent agar NPL tetap terjaga.

BACA JUGA:   Didukung IT Andal, PT Surveyor Indonesia Terapkan GRC

“Kenapa ada penurunan? Salah satunya belajar dari pandemi covid-19, di mana kita menerapkan prinsip lebih hati-hati dalam penyaluran kredit. Di samping juga ada adjustment dari OJK pasca covid-19 agar lebih prudent agar tidak ada peningkatan ke kredit macet. Namun demikian kami masih tetap bisa meraih laba. Dimana pada 2024 masih bisa kepegang laba sebelum pajak sebesar Rp3 miliar,” jelasnya.

Dari sisi kinerja aset disebut dari target yang direncanakan, tahun 2024 sebesar Rp161,4 miliar BPR Artha Perwira mampu mencapai Rp143,8 miliar (89,7%). “Laba bersih yang kita capai pada 2024 sebesar Rp2,3 miliar. Terjadi minus dari tahun sebelumnya yang mencapai sebesar Rp5,9 miliar. Penyebabnya adalah tadi yang kami sebutkan dampak eknomi global dan juga masih adanya dampak pandemi covid-19 di kalangan pelaku Usaha Mikro di daerah kami,” jelasnya.

Sementara dari aspek manajemen dan tata kelola, seperti diungkap Yulan, BPR Artha Perwira juga terus melakukan penguatan. Di antaranya, untuk keselarasan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis, dilakukan penyesuaikan struktur organisasi. Contoh dari sebelumnya Bagian Pemasaran di rubah menjadi Bagian Bisnis. Bagian Operasional di Rubah menjadi Bagian Operasional & Layanan, dan bagian Pembinaan Nasabah dirubah menjadi Bagian Remedial. “Upaya peningkatan kompetensi SDM, Direksi, Komisaris/Pengawas dilakukan dengan mengirim pegawai maupun direksi mengikuti pelatihan, worksop , seminar, dan Pendidikan,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi kontribusi, bank perkreditan  milik Pemkab Purbalingga ini juga telah menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah. “Kami sampai saat ini, masih bisa menyetorkan dividen, untuk tahun 2022 yang disetorkan di tahun 2023 dari laba bersih untuk dividen ke pemilik ini sebanyak Rp2.933.860.000,00. Tahun 2024 memang ada penurunan, menyesuaikan laba yang kami peroleh juga menurun. Dan selama lima tahun terakhir sejak 2020  setoran deviden kami sudah mencapai Rp11,3 miliar,” pungkasnya.

Editor: Agus H

Tags: BPR Artha Perwira Purbalingga
Previous Post

Ini Taktik CSR Indah Kiat Tangerang Ukur Dampak Operasional

Next Post

Optimalisasi Tata Kelola dan Solusi Bisnis, UPTD RSUD Pandan Sukses Hadirkan Kinerja Mumpuni

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR